Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Lama Lama Bisa Gila


__ADS_3

Yasmine menggeliat, kedua kelopak mata indahnya terbuka perlahan. Sang gadis menelisik setiap sudut ruangan, dahinya mengernyit kala menyadari kalau ini bukan ruang televisi, melainkan kamar yang dia tempati.


Siapa yang memindahkannya?


Pertanyaan itu yang pertama muncul di otak cantiknya, dengan malas Yasmine bangun lalu meraih ponsel yang ada di nakas.


Ponsel?


Bahkan ponsel yang tadi malam dia geletakan di atas karpet sudah berada di dekatnya. Apa mungkin Elvier yang melakukannya? si model mata duitan yang menjelma sudah menjadi siluman kalong yang memindahkannya ke dalam kamar.


Yasmine berusaha tidak peduli, gadis itu segera mengikat rambutnya yang berantakan dan bergegas keluar. Waktu masih menunjukan pukul 05.55 pagi, Yasmine yakin kalau Elvier masih tidur di kamarnya dan dia bisa membuat sarapan pagi ini.


Kedua kaki jenjangnya melangkah cepat menuju dapur minimalis namun mewah yang ada di apartment suaminya. Dengan cekatan Yasmine mengeluarkan beberapa buah buahan yang ada di dalam lemari es, sepertinya pagi ini dia akan membuat salad buah dan sayur untuk Elvier. Sementara untuknya sendiri, mungkin Yasmine akan membuat nasi goreng atau telur dadar.


Yasmine tidak peduli Elvier akan suka atau tidak, dia hanya berusaha menjadi istri yang baik sebagai mestinya seperti kata Sang Mami, 'Jadilah istri yang baik'.


Lima belas menit berlalu, Yasmine sudah menyelesaikan semuanya. Kini giliran dia membangunkan sang tuan rumah. Bahkan saat Yasmine menuju kamar suaminya, gadis itu tidak melepaskan Appron yang di pakainya.


Tok


Tok


Tok


"El? bangun ini sudah siang!" seru Yasmine.


Gadis itu menempelkan satu telinganya pada daun pintu, berharap kalau dia bisa mendengar sesuatu dari dalam.

__ADS_1


"El? kamu udah bangun belum? kamu lagi mandi ya?" lanjutnya.


Bahkan Yasmine kembali mengetuk pintu, namun sama saja tidak ada sahutan dari dalam kamar.


"El? kamu gak budek kan? apa kamar kamu kedap suara? Elvier Albarack Milles, aku udah capek ya teriak teriak pagi pagi, jangan bikin aku badmood gara gara kamu gak nyahut. El, kamu gak ma-,"


"Ada apa?"


Suara bass dari arah belakang tubuhnya membuat ocehan Yasmine terhenti, kepalan tangan sang gadis melayang di udara saat hendak mengetuk pintu itu kembali. Dengan kesal Yasmine berbalik, namun rasa kesalnya berubah seketika saat melihat penampilan Elvier pagi ini.


Glek!


Dengan susah payah Yasmine menelan saliva kala melihat tubuh shirtless suaminya. Dengan keringat bercucuran, membuat kulit Elvier yang sedikit Tan itu semakin terlihat berkilau.


Yasmine dengan cepat memejamkan kedua matanya, lalu kembali berbalik menghadap pintu. Yasmine menghirup napas dalam lalu menghembuskannya secara perlahan. Demi Anjani Suherman, dia benar benar lemah saat berurusan dengan bongkahan otot pria, lemes bestie.


"Sa-sarapannya udah siap," cicit Yasmine.


"Oke," sahut Elvier seadaanya.


Yasmine masih belum berniat pergi atau berbalik, dia masih setia menatap daun pintu kamar sang suami denda'annya.


"Mine?" panggil Elvier.


Pria itu menatap heran pada Yasmine, karena gadis itu tidak kunjung menyingkir dari hadapannya.


"I-iya," sahut Yasmine.

__ADS_1


Elvier menghela napas pelan, "Aku tidak bisa masuk, kau menghalangi jalan." tutur Elvier masih terdengar datar dan tenang.


"Ah i- iya, kalau begitu a-aku pergi." Yasmine gugup.


Tanpa menunggu ucapan Elvier selanjutnya, Yasmine segera pergi dari sana. Suasana pagi ini benar benar tidak baik untuk kesehatan mata serta jantungnya.


Sementara Elvier, sang model yang baru saja selesai berlari di treadmill hanya menatap tak terbaca ke arah punggung istrinya. Terbersit senyuman tipis di bibirnya sebelum dia masuk kedalam kamar.


Sedangkan Yasmine, gadis itu segera melengkubkan wajahnya di atas meja mini bar. Tidak, dia tidak akan kuat kalau harus melihat Elvier bertelanjang dada setiap waktu, secara langsung tanpa iklan. Yasmine menggelengkan kepala, dia mencoba mengenyahkan pikiran dewasa yang tiba tiba merasukinya.


"Jangan Yas, jangan sampai kamu khilaf." monolognya.


Yasmine bahkan menepuk nepuk kedua pipinya, lalu kembali menggeleng kala mengingat ucapan Berliana dan Cia.


'Cowok turunan Arab itu, lobak nya lebih dari pisang Raja sama Singkong Thaliland loh, Yas.'


Yasmine paham apa yang di maksud dengan 'Lobaknya',dia memang belum berpengalaman sama sekali apa lagi merasakan dan melihat, tapi Yasmine tidak buta juga. Dia bukan gadis polos yang baru mengenal tentang alat reproduksi manusia.


"Aku bisa gila kalau begini, Tuhan." lirihnya.


"Mine, tolong siapkan pakaianku!" belum hilang rasa berdebar di dalam hatinya, panggilan Elvier membuat Yasmine kembali membatu di tempat.


"Aku akan benar benar gila setelah ini," gumamnya pelan.



KAU MEMBUAT KEMBANG KUNTI GILA EL😜😜

__ADS_1



YASMINE MULAI GILAπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ PUSING DAH


__ADS_2