
Braak!
Elvier menghela napas kasar kala mendengar pintu tertutup dengan dengan. Sementara si pelaku terlihat santai melenggang menuju lemari pakaian.
"Hilangkan kebiasaan mu melempar sepatu padaku, Mine." keluh Elvier.
"El, aku pinjam kemeja kamu ya." ucap Yasmine, sembari membelakangi Elvier. Gadis itu tidak peduli dengan ucapan suaminya, karena bagi Yasmine melempar sepatu pada Elvier adalah jalan ninjanya.
Kedua tangannya sibuk mengobrak abrik salah satu lemari yang menyimpan begitu banyak pakaian Elvier di istana ini. Elvier tidak menjawab, pria itu memilih untuk menghempaskan diri di atas tempat tidur. Elvier memejamkan kedua mata, menenangkan hati serta raganya.
"El?" panggil Yasmine lagi, saat dia tidak mendengar sahutan suami denda'anya.
Gadis yang sudah memakai kemeja putih milik Elvier terlihat begitu kesal, Yasmine menatap nanar ke arah tempat tidur.
Malam ini dia harus satu ranjang dengan suami denda'anya untuk pertama kali, Yasmine menggigit bibir bawahnya karena gugup.
"El?" panggilnya lagi.
Namun tetap saja tidak ada sahutan dari pria bertubuh jangkung itu, Elvier tertidur atau hanya pura pura tidur?
Yasmine berdecak kesal, kedua kaki telanjangnya melangkah mendekat pada suaminya. Ada rasa tidak tega saat Yasmine ingin membangunkan Elvier, tapi kalau tidak di bangunkan Yasmine bingung harus tidur dimana. Apa kalau dia tidur di ranjang mewah dan nyaman yang tengah Elvier tiduri, pria ini akan mengijinkannya.
"El?" panggil Yasmine lagi, gadis itu memberanikan diri untuk menyentuh lengan Elvier yang menutupi kedua matanya.
"El, kamu belum tidur kan?" lanjutnya lagi.
Yasmine mengernyitkan dahi kala Elvier tidak merespon panggilannya, biasanya si model mata duitan ini akan merespon walaupun hanya dengan deheman.
"El?! gak lucu ih! kamu kenapa sih?" Yasmine terlihat panik.
__ADS_1
Tanpa ragu Yasmine naik ke atas tempat tidur, kedua tangannya menepuk pipi Elvier secara bersamaan.
"El?!" panggil Yasmine semakin panik.
"Berpikir Yas berpikir, ayo berpikir." gumamnya lagi.
Srek!
Yasmine menyibakkan kaos yang Elvier pakai hingga dada, perlahan Yasmine mendekatkan wajahnya pada dada bidang berotot milik sang suami.
Yasmine menempelkan satu telinganya di sana, ada perasaan lega saat dia masih bisa mendengar detak jantung Elvier. Entah kenapa detak jantung pria angkuh arogan seenaknya sendiri ini terdengar lain, membuat Yasmine seakan tidak ingin menjauh dari sana. Bahkan saking menikmatinya, Yasmine sampai memejamkan kedua mata. Dia sampai lupa kalau Elvier masih belum meresponnya sedari tadi.
"Apa yang sedang kau lakukan?"
Kedua mata Yasmine terbuka seketika, tubuhnya tak dapat bergerak sama sekali. Yasmine seakan terpaku di atas tubuh half naked suaminya, bahkan untuk menelan saliva saja Yasmine tidak mampu.
"Apa yang sedang kau lakukan padaku, Mine?" tanya Elvier lagi.
"Ee- ka-kamu kenapa diam aja pas aku panggil tadi!" seru Yasmine.
Sangat terlihat jelas kalau gadis itu tengah menutupi rasa gugupnya, Yasmine berdehem saat dia menjauhkan tubuhnya dari Elvier. Bahkan gadis itu membuang wajah kala Elvier terus saja menatap dalam padanya.
"Kau mau memper*kosaku?"
Kedua netra Yasmine membulat seketika, bahkan dia membuka mulutnya lebar saat mendengar ucapan tak berfilter Elvier.
"Heh! ma-mana ada! aku tuh tadi manggil kamu berkali kali, tapi kamu nya gak nyahut. Jadi ya aku cek aja jantung kamu, aku takut kalau kamu kena-,"
"Kau tidak lihat kalau aku sedang tidur," potong Elvier cepat.
__ADS_1
Pria itu kembali menutup kedua mata, sementara Yasmine mengatupkan bibirnya setelah mendengar ucapan ketus suaminya.
"Ya maaf, kan aku gak tau. Aku kira kamu belum tidur, ya udah tidur lagi sana." gumam pelan Yasmine.
Gadis itu perlahan mundur berniat untuk turun dari atas tempat tidur, namun saat Yasmine hendak berbalik gerakannya terhenti kala Elvier meraih lengannya dengan kedua mata yang masih tertutup.
"Mau kemana?" tanya Elvier, terdengar seperti gumaman.
"Mau turun, lepasin aku mau ngambil selimut." Yasmine berusaha melepaskan cekalan suaminya.
"Buat apa?" tanya Elvier lagi, kali ini dia membuka kembali kedua matanya.
"Buat tidur lah," ketus Yasmine.
Gadis itu segera turun setelah berhasil melepaskan cekalan Elvier di lengannya. Yasmine melangkah menuju lemari yang menyimpan berbagai selimut serta peralatan tempat tidur lainya. Gadis itu meraih dua buah selimut tebal dengan susah payah, lalu setelah itu Yasmine meletakan salah satu selimut di sofa.
Gerak gerik gadis itu tidak lepas dari kedua mata Elvier, pria itu mengulum senyum geli kala melihat kelakukan kekanakan istrinya.
"Mine?" panggil Elvier kala melihat Yasmine sudah merebahkan dirinya di atas sofa.
"Tidur El! maaf udah ganggu kamu." sahut Yasmine.
Elvier menghela napas kasar, pria berdarah Arab dan Turki itu menatap plafon kamar tanpa berkedip. Salah satu tangannya terlihat meremas perut bagian atas.
Sebenarnya tadi Elvier sempat tidak sadarkan diri bukan tertidur, karena dia telat meminum obatnya. Untung saja Elvier segera sadar hingga Yasmine tidak curiga dan banyak bertanya padanya.
"Mine?" panggil Elvier lagi, namun kali ini tidak ada sahutan dari sang gadis. Elvier yakin kalau Yasmine sudah terlelap dalam tidurnya.
__ADS_1
PUSING EL, SAMA OTHOR JUGA PELUKAN YUK