
Dengan langkah tergesa Elvier terus saja menyusuri lantai demi lantai di pusat perbelanjaan itu, kedua matanya tidak pernah lengah sedikit pun. Sudah hampir tiga puluh menit Yasmine menghilang, ada rasa khawatir dan bersalah yang kini bersarang di hatinya.
"Permisi, apa kau melihat gadis ini?" tanya Elvier pada salah satu pengunjung, tentu dengan bahasa asalnya.
"Maaf, kami tidak melihatnya."
Elvier menghela napas kasar mendengar ucapan pria dan wanita itu, sang supermodel kembali melanjutkan langkahnya menyusuri setiap lorong dan pertokoan. Tujuan utama Elvier adalah pusat penjual makanan, dia yakin kalau gadis nakalnya tengah berada di sana saat ini. Karena dia yakin kalau Yasmine akan lebih mencari kedai makanan, dari pada store tas branded ternama di pusat perbelanjaan ini ketika gadis itu kelelahan.
Bingo!
Tebakan Elvier benar, Yasmine tengah duduk di sebuah kursi dengan satu cup besar es krim di hadapannya. Kedua mata Yasmine terus saja tertuju pada pusat permainan ice skate kecil yang tidak jauh dari tempatnya duduk.
"Sudah puas kaburnya?"
Gerakan tangan Yasmine terhenti, namun seperdetik kemudian gadis itu kembali melanjutkan suapannya. Kedua netra Yasmine masih tertuju pada anak anak serta para orang dewasa yang tengah bermain.
"Kau tahu kan tempat apa ini? kalau kau sampai hilang, pilihan tempat mu hanya ada dua. Di kamar hotel atau jalanan! kau bisa saja di bawa orang tidak di kenal kalau aku tidak segera menem-,"
"Kalau begitu tidak usah di cari, bukannya aku berisik dan kampungan. Jadi biarkan gadis berisik dan kampungan ini menjauh dari mu, Tuan Elvier. Harusnya kamu bersyukur bukan kalau aku tidak ada, anggap saja itu bayaran sepadan karena sudah pernah membuat dahi mu berdarah dan menyebabkan kamu rugi ratusan milyar rupiah." tukas Yasmine, gadis itu berucap santai namun begitu menusuk.
Elvier terdiam, sang supermodel menghela napas pelan lalu perlahan mendudukkan diri di dekat Yasmine. Namun sebelum Elvier terduduk sempurna, Yasmine memilih untuk bangkit dan melangkah pergi.
"Jangan bersikap seperti anak kecil, Mine!" suara tertahan Elvier berhasil menghentikan langkah Yasmine.
Elvier mencoba meredam gejolak yang ada di dalam hati, Elvier memejamkan kedua mata sejenak lalu bangkit dan mendekat pada Yasmine.
"Kamu tau kalau aku anak kecil, terus kenapa kamu masih memaksa menikah dengan ku?" tutur Yasmine.
__ADS_1
Dengan berani dia menatap kedua mata suaminya, kedua mata yang selalu berubah ubah kala menatapnya. Yasmine menahan rasa sakit dan sesak di dalam dadanya, namun tidak ada rasa takut saat Elvier membalas tatapannya.
" Kita pulang!" ajak Elvier sedikit memaksa.
Sang supermodel segera meraih lengan Yasmine, namun gadis itu menghempaskan kasar genggamannya.
"Jawab El! kenapa kamu memaksa menikahi aku? model terkenal, kaya raya, dan sempurna seperti kamu seharusnya dengan mudah bisa mendapatkan gadis yang lebih dewasa, bukan anak kecil seperti aku." tuntut Yasmine.
Karena Yasmine berbicara menggunakan bahasa Indonesia, para pengunjung lain hanya menatap heran pada mereka berdua.
"Kita bicara di tempat lain!" ajak Elvier masih dengan paksaan.
"Aku mau pulang!" final Yasmine.
Bahkan Yasmine terlihat membuang ice krim yang baru dia makan seperempatnya ketempat sampah, lalu dia kembali mengalihkan kedua netra indahnya menatap Elvier dengan dalam.
"Kita pulang ke Apartment," bujuk Elvier.
"In-Indonesia!" ucap Yasmine tergagap.
Gadis itu menahan sesenggukan tanpa air mata, terasa lebih sakit. Lebih baik menangis keras dari pada harus menahan emosi.
Grep!
Tanpa di duga, Elvier menarik lengan Yasmine dan segera mendekap tubuh kecil sang gadis. Akhirnya tangisan tertahan Yasmine pecah di dalam dekapan Elvier.
"Jangan meminta sesuatu yang tidak akan pernah bisa aku berikan pada mu, Mine," ujar Elvier.
__ADS_1
"Kamu jahat!" lirih Yasmine.
"Iya, itulah aku." sahut Elvier tenang.
"Aku membencimu!" ucap Yasmine lagi.
"Bagus, bencilah aku sepenuh hati mu." sahut Elvier dengan suara tercekat.
Bahkan saat Yasmine memukul dadanya berulang kali, Elvier masih tetap mendekap gadisnya dengan erat. Tidak peduli dengan tatapan para pengunjung yang terarah pada mereka berdua.
"Dasar siluman bunglon!" hina Yasmine.
"Iya itu aku, siluman bunglon, siluman kalong, si Jafar yang jahat, si model mata duitan," ucap pasrah Elvier.
Bukannya berhenti menangis, Yasmine malah mengigit dada Elvier cukup keras membuat sang supermodel meringis. Keduanya masih saling mendekap, tidak peduli dengan keadaan sekitar. Bahkan saat ada seseorang memangil Elvier pun, sepasang anak manusia itu tetap dalam posisi mereka sekarang. Bahkan mereka juga melupakan Jey yang tengah mengelus kaki Yasmine, terlihat cemburu saat Elvier mendekap gadis itu.
"Elvier? kau sudah pulang?"
ANAK KECIL YANG BISA BUAT ANAKπππ
**RESIKO NIKAHIN ANAK KECIL EL
YUHUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH FAVORIT DAN RATE 5 NYA
__ADS_1
SEE YOU NEXT TOMORROW
BABAYYY MUUUAAACCHH**