
Yasmine terus saja menyeruput jus Alpukat nya dengan khawatir, sudah hampir satu jam dia menunggu di cafe ini, tapi Elvier tidak kunjung menampakan batang hidungnya.
Bahkan beberapa kali Yasmine menelepon nomor asing, yang kemarin sempat mengirim pesan padanya, namun nomor telepon itu tidak bisa di hubungi.
"Kemana sih tuh orang? jangan jangan aku di kerjain lagi. Awas aja kalau sampai dia gak datang, ku obrak abrik tem-,"
"Apa yang mau kamu obrak abrik, hm?" ucapan Yasmine terputus, kala mendengar bisikan seseorang dari arah belakang tubuhnya.
Bahkan gadis remaja itu tidak berani untuk menoleh, sebab kalau Yasmine menggerakkan sedikit saja kepalanya, ujung hidung atau bahkan bibir mereka pasti akan bertemu.
"Sorry telat, tadi masih ada pemotretan," ucap orang itu santai.
Bahkan dengan santai dia meraih jus Alpukat milik Yasmine, lalu meminumnya tanpa izin. Sementara Yasmine, gadis itu masih berkedip cepat seakan tidak percaya apa yang tengah dia lihat.
Si model mata duitan ini meminum jus Alpukat nya tanpa izin, bahkan tanpa risih Elvier menyeruput jus itu dari sedotan bekas bibirnya. Dasar player, sudah berapa banyak bibir wanita yang Elvier cicipi? atau bahkan bukan hanya bibir saja?
Yasmine menggelengkan kepala pelan, dia berusaha mengenyahkan pikiran negatif. Gadis berambut panjang itu menghela napas pelan, Yasmine harus fokus pada masalah yang akan mereka berdua bahas hari ini.
__ADS_1
"Jadi, apa jawaban kamu? ini sudah hampir 2 kali 24 jam, waktu kamu sudah habis gadis kecil." ucap santai Elvier.
Bahkan salah satu sudut bibirnya terangkat, membentuk sebuah senyuman terkesan sinis dan meremehkan.
"P-Papi ingin bertemu sama kamu," ujar ragu Yasmine.
Namun mau tidak mau dia harus membicarakan hal ini pada Elvier, Yasmine tidak peduli kalau si model mata duitan ini akan setuju atau tidak. Karena Yasmine yakin bagi Elvier ini tidak akan penting, karena Yasmine tahu si model mata duitan ini tidak akan membuang waktu, demi hal yang tidak berarti untuknya.
"Oke, kapan?" ucap santai Elvier.
Bahkan si model mata duitan itu menyunggingkan senyuman manis pada Yasmine, seakan permintaan Yasmine kali ini bukan beban baginya. Sementara Yasmine, saat ini dia ingin sekali mengorek telinganya sendiri mendengar ucapan Elvier.
"Ka-kamu setuju?" cicit Yasmine.
Saat ini dia tidak bisa berbuat apa pun lagi, Yasmine pasrah. Apa lagi saat melihat Elvier mengangguk santai, berarti pendengarannya tidak salah.
"Iya, kapan?" tanya Elvier lagi.
__ADS_1
Bahkan dengan seenaknya si model mata duitan itu, menghabiskan jus Alpukat milik Yasmine tanpa berdosa sedikit pun.
Yasmine menghela napas kasar, ingin rasanya dia mencolok kedua mata pria berwajah Eropa campuran timur tengahnya juga.
"Aku muslim," ucap Yasmine.
Kali ini gadis itu menatap serius pada Elvier, ini masalah serius. Yasmine tidak mungkin menikah dengan pria yang tidak seiman dengannya, itu haram hukumnya. Semoga saja alasan ini bisa membuat Elvier mengurungkan niatnya.
"It's oke baby, aku juga muslim," balas Elvier tenang dan santai.
Namun tidak untuk Yasmine, seluruh persendiannya terasa lemas. Tidak akan ada lagi alasan kuat untuk mencegah pernikahan ini terjadi. Yasmine harus ikhlas lahir batin, semoga didalam musibah yang saat ini dia alami, akan ada hikmah indah di dalamnya.
"Jadi, kapan kita akan bertemu dengan Papa mertua?" tanya Elvier lagi.
Si model mata duitan tersenyum penuh kemenangan, kala melihat wajah pucat dan kalah Yasmine.
"Nanti sore." jawab Yasmine cepat, dia tidak peduli lagi dengan senyuman manis yang di berikan Elvier padanya.
__ADS_1
KALO YAS GAK MAU, BIAR OTHOR BUNGKUS LAGI😂😂