
Elvier mulai mengikis jarak pada Yasmine, kedua tangannya membuka satu persatu kemeja hitam yang dia pakai. Kedua netra setajam Elangnya tidak lepas dari gadis yang tengah menatap bodoh ke arahnya. Bahkan Elvier dapat melihat gadisnya terus saja berkedip tanpa henti.
Tanpa perasaan Elvier melemparkan kain itu kesembarang arah, kini tubuh half naked nya sudah terpampang nyata di depan Yasmine. Netra keduanya terus saja bertautan satu sama lain, Yasmine semakin di buat menegang kala Elvier berjongkok tepat di depannya.
"Nga-ngapain kamu buka baju?" tanya Yasmine menutupi kegugupannya.
Padahal tadi niatnya hanya ingin menggoda Elvier, tapi ternyata dirinya yang terjebak dalam situasi tidak kondusif ini. Jujur Yasmine tidak akan pernah kuat kala melihat bongkahan otot yang Elvier miliki.
Iman Yasmine tidak sekuat itu, malaikat pencatat amal baik terus saja menyuruhnya khilaf. Khilaf dalam kenikmatan dunia dan akhirat, karena semua yang Yasmine lihat dari tubuh Elvier sudah memiliki sertifikat halal dalam agama dan negara.
"Aku tidak mau kemejaku basah," sahut Elvier santai.
Kedua tangannya sudah bertopang di lutut Yasmine, sedangkan tatapan dalam Elvier terus saja menyelami manik mata hitam bulat milik sang istri.
"Ayo, katanya mau aku bantu. Kenapa tidak kau lepaskan celananya- atau mau ku bantu melepaskannya, hm?" ucap Elvier lagi.
Kedua sudut bibir Elvier terus saja tertarik ke atas kala melihat kedua mata Yasmine berkedip cepat. Gadis kecilnya ternyata tidak seberani itu, Yasmine belum tahu apa akibatnya kalau berurusan dengan gejolak yang tengah dia rasakan saat ini.
"Ti-tidak usah, biar aku aja! aku mau ke kamar mandi langsung." kilah Yasmine.
Gadis itu terburu buru meraih selimut untuk menutupi dada telanjangnya, bahkan Yasmine sampai lupa kalau dia sedang tidak memakai atasan. Pantas saja kedua mata Elvier terus saja menatap lapar padanya, Yasmine yakin kalau suami denda'annya ini masih dalam kondisi panas membara.
"Luka mu tidak akan cepat pulih kalau kau terlalu banyak menggerakkan punggung mu, Mine."
Ucapan Elvier membuat gerakan tangan Yasmine terhenti, gadis itu menutup kedua mata sembari menghela napas pelan.
Pasrah,
__ADS_1
Satu kata yang saat ini terlintas di kepalanya, sepertinya Yasmine harus menekan rasa malunya sejenak. Dia akan membiarkan Elvier melakukan tugasnya dengan baik, Yasmine juga sebenarnya ingin melihat seberapa kuat iman pria keturunan menara sutet ini.
"Baiklah," cicit Yasmine.
Gadis itu menurunkan selimutnya, namun kedua tangan Yasmine masih meremas erat kain tebal itu. Yasmine memejamkan kedua mata, kala merasakan Elvier mulai menurunkan training panjang yang dia pakai.
Sang gadis menelan salivanya susah payah kala merasakan dingin di area bawah tubuhnya, kini Yasmine hanya memakai underware berwarna merah menyala. Elvier memang sangat terlatih kalau soal memilih warna dalaman wanita.
"Sisanya mau di buka atau-,"
"Enggak usah! yang itukan enggak ganggu!" seru Yasmine menyela ucapan suaminya.
Sang gadis merapatkan paha, agar dia dapat menyembunyikan harta berharga yang selama ini di jaganya. Selama 19 tahun lamanya Yasmine menutupi sang Oase, dan kini dia harus rela kalau sang jin musafir akan menjamah tempat surga di gurun sahara. Yang mampu menghilangkan rasa panas akibat terbakar naf*su, bukan karena terik matahari.
"Baiklah, tapi kalau kau ingin me-,"
Gadis itu memalingkan wajahnya ke arah lain saat melihat senyuman geli Elvier. Sumpah demi apa pun, ini lebih memalukan dari pada terpeleset di depan banyak orang.
Tubuh Yasmine tersentak kala Elvier mulai menyapu area paha, hingga pangkal pahanya menggunakan handuk basah. Sebisa mungkin Yasmine menggigit bibir bawahnya, segala rasa dapat dia rasakan saat ini.
Bahkan Yasmine tidak mau menatap Elvier, dia cukup gugup serta malu. Apa lagi saat ingat dengan kondisinya saat ini. Yasmine hanya memakai underware tanpa atasan, membuat tubuh putih mulusnya terekspos bebas dihadapan suaminya.
Lain Yasmine lain pula dengan Elvier, di saat Yasmine terus saja menghindari tatapannya, Elvier justru terus saja menatap tak berkedip pada istrinya.
"Kau tidak perlu malu, Mine. Aku suami mu, bukan orang lain." ucap Elvier, saat dia melihat wajah Yasmine mulai memerah karena malu.
Yasmine yang sedari tadi menghindari Elvier, kini mulai memalingkan wajahnya kembali menghadap suaminya. Namun belum juga hilang rasa gugup serta malunya, kini Elvier kembali berhasil membuat Yasmine hampir terkena serangan jantung.
__ADS_1
Bagaimana tidak, saat dia menoleh wajah Elvier sudah berada di hadapannya. Hidung keduanya pun langsung bertemu tanpa jarak, hembusan nafas hangat dapat mereka rasakan satu sama lain.
"E-El?" cicit Yasmine, saat melihat Elvier mulai memiringkan kepalanya.
Yasmine reflek meremas bahu kokoh Elvier, kala pria itu semakin merangsak mendekati bibir tipis merah mudanya. Entah kenapa bukannya menghindar Yasmine malah memejamkan kedua matanya, membuat Elvier semakin mendekat dan mendekat lagi, hingga-,
Tok
Tok
Tok
'SHI*T!' umpat Elvier dalam hati.
BANG EL SEWOT
**HOLLA ASSALAMUALAIKUM MET PAGI EPRIBADEH
MAAF TELAT YA
GIMANA KABAR HARI INI
UDAH SAHUR
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN DAH HADIAHNYA
__ADS_1
SEE YOU NEXT PART MUUAACCHHH