Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Kebenaran


__ADS_3

"S-stop El!"


Yasmine mendorong dada suaminya saat dirinya mulai kehabisan napas. Gadis itu terengah sembari menyunggingkan senyuman tipisnya. Yasmine menertawakan keadaan mereka sekarang, lebih tepatnya tempat yang menjadi saksi bisu ciuman perdana mereka berdua.


"Ka-mu enggak bakalan ngajak aku tidur di kandang Kuda kan, El?" tanya geli Yasmine.


Elvier yang tadinya terdiam, kini perlahan menyunggingkan senyumannya. Pria itu bangkit setelah menurunkan Yasmine dari pangkuannya.


"Ayo!" ajaknya.


Yasmine mengernyitkan dahi saat melihat uluran tangan suaminya, namun tak urung dia juga menerimanya dengan senang hati.


Senyuman sepasang sejoli itu terus saja mengembang, Elvier menggenggam erat telapak tangan Yasmine saat memasuki area istana.


tidak peduli dengan banyak pasang mata yang tengah menatap heran ke arah mereka berdua. Bahkan panggilan Yaser tidak mereka pedulikan, Elvier terus saja menuntun Yasmine menuju lantai atas- tepatnya menuju kamar mereka.


Dan entah kenapa Yasmine yang biasanya banyak bertanya kini malah menurut seperti anak Kucing. Gadis itu tidak henti hentinya menatap Elvier dalam dari sisi tubuhnya.


Tidak lama akhirnya Yasmine dan Elvier sampai di kamar mewah dan elegan yang mereka tempati, kamar yang akan menjadi saksi bisu Sang Jin Musafir bertemu Oase Gurun Sahara.


Yasmine beringsut mundur saat melihat Elvier semakin mojokannya ke pintu, tatapan keduanya saling mengunci satu sama lain.


Bruk!

__ADS_1


Tubuh Yasmine sudah terpojok di pintu, gadis itu tidak bisa kemana pun saat tubuh tinggi besar Elvier mulai menghimpitnya. Tatapan Yasmine yang dalam terus saja menatap kedua netra tajam Sang Pangeran yang menyayu.


"Apa kita akan melakukannya?" tanya Elvier serak.


Satu tangan pria itu sudah terangkat membelai lembut permukaan wajah istrinya, tatapan sayu Elvier berubah sendu saat mengingat ke adaan dirinya saat ini.


"Tidak! aku tidak bisa melakukannya Mine. A-aku tidak mau anakku nanti tidak memiliki A-,"


Ucapan Elvier terputus saat Yasmine membekap mulutnya menggunakan salah satu tangan. Perbedaan tinggi keduanya yang sangat mencolok, membuat Yasmine harus mendongak. Perlahan, tangan yang membekab mulut Elvier terurai, merambat membelai rahang suaminya.


"Apa kamu cinta sama aku?" pertanyaan itu tiba tiba saja terucap dari bibir tipis Yasmine.


Entah kenapa dia merasa perlu menanyakan semua ini terlebih dahulu pada Elvier. Yasmine hanya tidak ingin bercinta dengan pria yang sama sekali tidak memiliki cinta untuknya.


Bukannya menjawab, Elvier malah menyunggingkan senyuman tipis. Elvier meraih tangan Yasmine yang sedari tadi berada di rahangnya.


Cup!


Satu kecupan Elvier berikan di telapak tangan istrinya, tatapan dalam dan seriusnya terus saja menyorot pada Yasmine.


"Aku menyukai mu sejak pelemparan sepatu murahmu, di dahiku," lanjutnya.


Bisik rendah Elvier tepat di depan wajah Yasmine, kedua hidung merekaย  bertemu untuk kesekian kalinya. Membuat Yasmine tidak dapat mengedipkan kedua mata, apa lagi setelah mendengar penuturan Elvier.

__ADS_1


Pria jangkung ini menyukainya?


Sejak dia melemparkan sepatu flat murahan ke dahinya?


Yasmine sebenarnya masih tidak percaya, bahkan ingin tertawa mendengarnya saat ini.


"Aku yakin kau tidak percaya, tapi itulah kenyataannya Mine. Aku menyukai sikap bar bar mu, keberanian mu, sikap mu yang tidak mudah di tindas dan di intimidasi oleh orang lain. Ya aku bersyukur sekali kau melempar ku dengan sepatu murahan mu, karena ulah bar bar mu itu akhirnya aku bisa menjerat seorang Yasmine Alora Prayoga." ucap Elvier lagi.


Pria itu mende*sah lega saat dia berhasil mengungkap kan segala rasa yang terpendam selama ini pada Yasmine. Sedangkan Yasmine, gadis itu masih terdiam tidak percaya mendengar penuturan suaminya.


"Walaupun sebenarnya targetku bukan kau, tapi antara Miss Cia dan Miss Berliana. Kedua wanita itu sama kuatnya seperti mu, tidak mudah di tindas dan di intimidasi. Miss Cia bahkan hampir melemparkan laptop ke wajah ku saat kami sedang melakukan diskusi kerja sama jual beli jasa. Sedangkan Miss Berliana, dia mengancam akan mengubur aku hidup hidup, saat aku merayunya." kekeh Elvier.


Yasmine di buat semakin tidak percaya, kedua matanya membola dan mulutnya sedikit terbuka.


Cia dan Berlina menjadi salah satu target Elvier?


Bolehkan dia tertawa, tidak bukan tertawa- lebih tepatnya melemparkan sepatu boot yang sedang di pakainya pada wajah Elvier.


"Tapi aku mengurungkan niatku saat aku tahu kalau mereka berdua sudah memiliki kekasih, dan datanglah kau yang menjadi targetku selanjutnya. Ketururan Prayoga memang tidak di ragukan lagi bukan?" lanjut Elvier, bahkan pria itu mengedipkan sebelah matanya genit pada Yasmine.


Sedangkan Yasmine masih terdiam, dan diam diam meraih sesuatu dari kakinya.


Bugh!

__ADS_1



TAMPOL AJA YAS๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


__ADS_2