
Prang!
Elvier terbangun saat mendengar sesuatu yang pecah, detak jantungnya terasa lebih cepat- sakit dan berdenyut.
"Mine?!" panggilnya.
Pria jangkung itu segera menyibakan selimut tebal yang membalut tubuhnya. Kedua kaki panjangnya membawa Elvier keluar dari kamar, namun sebelum keluar Elvier masih menyempatkan diri untuk melirik ke arah jam.
Sudah pukul 3 sore waktu Dubai, berarti hampir dua jam lamanya Yasmine dan pengawalnya pergi. Apa istrinya sudah kembali? kenapa Yasmine tidak segera menemuinya kalau wanita itu memang sudah pulang.
"Murad, kau melihat Istriku?"
Murad yang tengah berjaga di depan pintu sedikit tersentak kaget, namun dengan cepat sang pengawal menetralkan raut wajahnya.
"Maaf Pangeran, saya belum meli-,"
"Maaf Pangeran Kedua, di depan istana ada dua orang asing yang mengantarkan Ezar pulang."
DEG!
Jantung Elvier berdetak keras, otaknya masih belum berpikir hal positif. Pria itu memejamkan kedua mata, lalu segera melangkah keluar diikuti oleh Murad dan pelayan pria yang melaporkan padanya tadi.
Langkah Elvier begitu cepat, dia bahkan tidak peduli dengan tatapan heran para pelayan dan Ommar- Ayahnya, saat dia berjalan melewati mereka tanpa ingin menoleh sedikit pun.
Dan benar saja, saat Elvier sampai di depan istana dia melihat Ezar tengah di bopong oleh beberapa pengawal dari dalam sebuah mobil.
__ADS_1
Keadaan Ezar tidak baik sama sekali, kemeja putih yang dia gunakan sudah robek, jangan lupa darah di kepala serta tubuhnya- membuat kemeja putih yang Ezar pakai memerah.
"Mana Yasmine?"
Semua hening, para pelayan menunduk kala melihat tatapan tajam Sang Pangeran.
"AKU BERTANYA, DIMANA YASMINE-KU?!" suara keras Elvier, membuat para penghuni istana berbondong bondong menuju keluar istana. Termasuk Ommar, Lavera serta Yazan dan kedua istrinya.
"Pa-Pangeran Ke-,"
GREP!
Elvier meraih kerah kemeja Murad, napasnya terlihat naik turun menahan emosi. Bukan hanya emosi, tapi kekhwatiran serta ketakutan, dia takut terjadi sesuatu pada istrinya.
"Dimana istriku?" tanya Elvier dengan suara rendahnya.
"Maaf Tuan, saya tidak tahu siapa yang anda maksud. Tapi kami berdua hanya menemukan pria muda ini tergeletak di tepi jurang. Untung saja dia masih sadar saat kami menemukannya, hingga bisa antar kemari."
Kedua orang itu menelan saliva susah payah, saat melihat tatapan tajam Elvier. Tatapan marah, khawatir, takut beradu menjadi satu.
"Pa-Pangeran, ma-afkan saya karena tidak bisa melindungi Tuan Putri dengan baik. Mobil kami di hantam mobil seseorang dari arah belakang, membuat Putri Yasmine terjatuh kedalam jurang laut bersama mobil yang saya kendarai,"
Ucapan terbata Ezar membuat separuh napas Elvier hilang, tubuh tinggi besarnya sedikit limbung kebelakang.
"Lalu kenapa kau bisa selamat, sialan!" murkanya.
__ADS_1
Ezar memejamkan kedua mata, baru pertama kalinya Elvier mengumpat kasar padanya. Selama hidup hampir 15 tahun bersama, Ezar sama sekali belum pernah mendengar Elvier mengumpat kasar pada pengawalnya.
"Maaf Pangeran, sebelum Putri Yasmine berhasil melepas sabuk pengamannya, mobil hitam itu sudah terlebih dahulu mendorongnya ke jurang."
Penjelasan Ezar semakin membuat Elvier sesak, bahkan untuk bernapas saja dia tidak bisa.
"Maafkan aku Mine, maafkan aku Sayang, tolong jangan tinggalkan aku." erang Elvier pelan.
Murad bahkan segera menyangga tubuh Sang Pangeran agar tetap berdiri tegap. Semua orang menatap prihatin pada Elvier, bahkan Laela pun sudah terisak kecil di dalam dekapan Ayahnya.
Ommar- Sang Tuan Bangsawan terlihat menatap sendu pada Putra keduanya. Salah satu tangannya menekan perut bagian atas, agar berhenti berdenyut sakit.
Ommar masih tidak percaya kalau menantu keduanya jatuh kedalam jurang bersama mobilnya. Siapa orang yang sudah tega melakukan hal keji itu pada Yasmine?
Tanpa di ketahui oleh siapa pun, diam diam Ommar melirik pada Lavera.
Dahi Sang Tuan Bangsawan berkerut- kala melihat wajah bingung Sang Permaisuri. Wanita bermake up tebal itu terlihat terkejut, entah itu pura pura atau memang real- Ommar pun tidak tahu. Sepertinya kali ini dia akan turun tangan sendiri, untuk menyelidikinya. Ommar tidak akan membiarkan Elvier kembali terpuruk, sama seperti dulu- saat Sang Putra kehilangan Ennet-ibunya.
**AKU BAYANGIN OMMAR KAYAK GINI BENTUKANNYA, OTW JADI SELIR DAH😂😂😂
JANGAN PADA EMOSI DULU YAK, SABAR TENANG HEMBUSKAN PERLAHAN
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
__ADS_1
SEE YOU NEXT TOMORROW BABAYY MUUAACCHH**