Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Kembali


__ADS_3

Elvier memijit pelan kepalanya yang sedikit pusing, wajahnya pun terlihat pucat. Sepertinya dia kurang tidur juga kurang berselera makan, hingga membuat tubuhnya lemas dan sedikit kurus.


Kedua kaki panjangnya membawa dia masuk kedalam istana. Kenapa Elvier masih berada di neraka berkedok istana ini? jawabannya hanya satu- Elvier masih mencurigai anggota keluarga Albarack dan Abraham. Dia yakin kalau salah satu dari dua keluarga bangsawan itu menjadi dalang dari semua ini.


Maka dari itu, sekuat mungkin Elvier akan bertahan, demi mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Pangeran Kedua?"


Langkah Elvier terhenti saat mendengar seseorang memanggilnya, dahi Elvier berkerut dalam saat melihat Yaser berjalan ke arahnya.


"Maaf- Tuan ku memanggil anda." sambungnya.


Yaser menundukkan sedikit tubuhnya pada Elvier, pria yang berusia sama dengan Sang Pangeran Kedua, tidak berani untuk menatap kedua mata dingin mantan sahabat kecilnya itu.


"Aku lelah, sampaikan pada tuan mu itu- aku akan menemuinya nanti." final Elvier.


Sang Pangeran kembali melangkah meninggalkan Yaser yang menatap dalam kearah punggungnya. Elvier terus saja melangkah tanpa berniat melirik pada orang yang dia lewati. Namun saat dia melewati ballroom, dahinya berkerut kala melihat hiasanย  indah di ruangan itu.


Para pekerja tengah sibuk menyusun kursi dan meja pesta, tidak lupa ornamen bunga dan beberapa hiasan mahal terpasang disana.

__ADS_1


"Aku tidak menyangka kalau Yang Mulia Permaisuri akan mengadakan pesta mewah, disaat Princess Yasmine belum diketahui bagaimana nasibnya."


Bisik bisik para pekerja masih bisa Elvier dengar dengan jelas, pria berkaos hitam itu menatap dingin pada kedua wanita yang tengah menyusun Tulip merah segar di vas kristal.


"Seharusnya walaupun Yang Mulia Permaisuri tidak menyukai Princess, tidak perlu mengadakan pesta ini. Rasanya aku jadi ingin menangis, aku tidak menyangka Princess ramah kita pergi secepat ini."


Perkataan kedua pekerja wanita itu membuat Elvier semakin mengeratkan kepalan tangannya. Lavera memang tidak punya hati, Elvier semakin ingin cepat menemukan dalang yang sebenarnya.


๐ŸŽ


๐ŸŽ


๐ŸŽ


"Kau bisa menunda kepulangan mu besok, kami berdua akan senang hati mengantarmu pulang. Tapi kalau hari ini maaf, aku dan Arjuna tidak bisa." sambungnya.


"Tidak apa apa Kak Deepikha, aku bisa pulang sendiri. Disini aku terlalu merepotkan kalian berdua, dan terimakasih karena Kak Arjuna sudah mau menuruti keinginan ku, untuk tidak memberitahukan hal ini pada Kak Radja." ucapnya tulus.


"Aku yakin kalau kalian berdua pasti mengerti, kenapa aku tidak mengizinkan Kak Arjun memberitahukan hal ini pada keluargaku." sambungnya lagi.

__ADS_1


Wanita yang bernama Deepikha itu mengangguk, dia mengerti kenapa Yasmine- yang ternyata merupakan adik sepupu Radja- saudara sepupu tiri suaminya, tidak mau hal ini sampai bocor pada keluarganya.


Yasmine tidak mau membuat Kedua orang tua serta keluarganya khawatir.


"Baiklah, mari kita persiapkan dirimu. Aku akan mendadani mu secantik mungkin, dan sedikit menyembunyikan wajah mu."


Yasmine mengangguk pelan, dia membiarkan Deepikha memake over wajahnya. Bahkan Yasmine meminta Deepikha untuk memakaikan cadar. Yasmine tidak akan menunjukan wajahnya secara langsung pada orang di istana, sebelum dia bertemu dengan Elvier- suaminya.


Selama hampir dua jam lamanya, Deepikha berkutat dengan alat make up, bahkan Yasmine sampai tertidur dengan posisi bersandar di kursi.


Sentuhan terakhir yang Deepikha berikan pada Yasmine adalah- cadar tipis berwarna biru toska yang mampu menutupi sebagian wajah wanita itu.


"Apa sudah selesai?"


Deepikha menoleh saat mendengar suara Arjuna, diambang pintu sana dia melihat suaminya tengah menggendong seorang bayi perempuan yang masih berusia 2 bulan.


"Ready," sahutnya antusias.


__ADS_1


BAYANGIN AJA YAS PAKE YANG BEGITUAN WKWKWK



__ADS_2