
Yasmine mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru istana. Kenapa rasanya ada yang berbeda? sepi? kemana para penghuni istana besar ini?
Yasmine kembali melangkah, kedua kaki jenjangnya membawa dia menuju area dapur. Apa mungkin para siluman ular kadut dan Ayah mertuanya sedang berada di meja makan?
Yasmine mengedikan bahunya tak peduli, pagi ini dia akan membuat jus tomat wortel untuk Elvier, dan Yasmine akan turun tangan langsung tanpa menyuruh pelayan. Dia akan mengontrol apa pun yang masuk kedalam tubuh Elvier, termasuk perihal makanan dan minuman. Selama ini Elvier berusaha menjaga pola makan, dan sekarang Yasmine yang akan ikut turun tangan mengontrolnya.
"Pada kemana sih nih manusia, kenapa sepi banget?" gumam Yasmine, saat dia hanya melihat beberapa pelayan tengah sibuk di dapur.
Yasmine dengan cekatan membuat jus sehat untuk suaminya, wanita itu tidak peduli dengan tatapan khwatir kepala pelayan. Sang Kepala Pelayan khawatir kalau Elvier akan marah pada mereka, terutama padanya. Saat tahu kalau Sang Princess berkutak didapur, dan itu menyalahi aturan kebangsawanan Albarack.
Tapi dia tidak bisa berbuat apa pun, Putri Yasmine pasti akan melarangnya mendekat kalau sudah seperti ini. Sang Kepala Pelayan pria itu menghela napas pelan, semoga Tuan Besar tidak memberi sanksi pada mereka nanti.
Sementara di tempat lain...
Elvier terlihat menuruni anak tangga dengan tergesa, pria berkaos abu abu itu mengernyitkan dahi saat merasakan ada sesuatu yang berbeda.
Sepi?
Istana besar ini sepi? kemana para penghuninya?
__ADS_1
Elvier mengedarkan pandangannya guna mencari manusia lain di dekatnya, pria jangkung itu kembali melangkah saat melihat seorang pelayan wanita tidak jauh darinya.
"Kemana semua orang?"
Pelayan wanita itu tersentak kaget mendengar suara seseorang dari arah belakang tubuhnya. Apa lagi saat dia tahu kalau orang itu adalah Sang Pangeran Kedua, salah satu keluarga inti Albarack yang dia segani.
"Ma-maaf Pangeran, semua orang sedang mempersiapkan pesta Universary pernikahan Putra Mahkota dan Putri Mahkota yang pertama, di istana bagian paling depan." jelas Sang Pelayan.
Wanita muda itu menunduk, dia sama sekali tidak berani menatap wajah datar namun tampan anak majikannya. Padahal biasanya saat dia atau pelayan wanita yang lain melihat Putra Mahkota, perasaannya biasa saja. Bahkan bisa menatap pria tampan itu secara langsung, tapi saat berhadapan dengan Pangeran Kedua nyali mereka menciut bahkan hilang begitu saja.
Makanya mereka salut pada Putri Yasmine karena wanita itu bisa dengan mudah menatap, atau bahkan berdekatan dengan Elvier. Padahal aura pria berdarah Albarack Milles itu terasa dingin dan menghanyutkan.
Pria jangkung itu segera pergi meninggalkan Sang Pelayan, Elvier melangkah menuju arah istana paling depan. Yang katanya akan menjadi tempat pesta Aniversary Pernikahan Kakak tiri dan Iparnya yang pertama. Elvier berjalan sembari memasukan kedua tangan kedalam kantung celana jeans yang dia pakai.
Kalau bisa di visualkan lewat anime, saat ini di belakang tubuh Elvier tengah berkobar api hitam yang siap membakar siapa pun yang dilewatinya. Setiap pelayan yang dia lewati seketika menunduk rendah, padahal Elvier bersikap biasa saja tidak mengintimidasi atau menatap tajam pada mereka. Namun auranya mampu membuat para penghuni istana ketar ketir, termasuk Lavera.
Karena sepertinya wanita tua itu mulai melakukan perhitungan pada Elvier. Apa lagi setelah mendengar sendiri kalau Ommar- suaminya meragukan kepemimpinan putra sulungnya. Lavera terlihat semakin ingin mengukuhkan posisi Putra Mahkota agar tetap berada di tangan Yazan, maka dari itu Sang Permaisuri akan mengadakan pesta besar untuk merayakan Aniversary pernikahan Yazan dan Zorra yang pertama.
Sekaligus mengumumkan kalau saat ini Zorra tengah mengandung calon penerus putranya, dan semoga saja calon cucunya itu berjenis kelamin laki laki.
__ADS_1
Sementara Elvier- pria itu menyunggingkan senyuman tipis melihat area ballroom istana sudah terhias indah. Sepertinya ini bukan sebuah pesta Aniversary pernikahan, melainkan pesta resepsi pernikahan.
"Aku yakin kalau dia sudah lahir, semua ini akan menjadi miliknya."
Elvier menajamkan pendengarannya, pria itu berbaur dengan para pelayan dan berdiri tidak jauh dari Lavera, Yazan dan Zorra serta Zoyya. Kedua tangannya Elvier masukan kedaalam kantung celana.
"Memangnya siapa lagi yang akan memiliki semua ini? ya tentunya kau dan Anakmu nanti Putra Mahkota." sahut Lavera gemas.
Saking gemasnya Elvier juga ikut gemas ingin mencekik wanita tua itu.
"Bermimpilah, sebelum kalian terbangun." gumam Elvier sembari berlalu menjauhi mereka.
**YUHUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA
SEE YOU NEXT TOMORROW
BABAYYY MUUUUAACCHH**
__ADS_1