Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Tunggu Saja Tanggal Mainnya


__ADS_3

Tatapan sinis dan merendahkan terus saja Yasmine dapatkan dari ketiga wanita yang sedang duduk bersebrangan dengannya. Namun Sang Princess tidak mau ambil pusing, dia terus saja menikmati sarapannya pagi ini.


Bahkan tanpa canggung Yasmine menerima dengan senang hati, saat Elvier menyuapinya.


"Dasar gadis murahan,"


Desis'an seseorang membuat Yasmine memutarkan kedua bola matanya, gerakan tangannya pun terhenti- namun raut wajahnya terlihat biasa saja.


"Kau sedang membicarakan dirimu sendiri, Putri Zoyya?!" cibir Elvier.


Sang Pangeran Kedua tidak menerima saat ada orang lain merendahkan istrinya. Walau pun Elvier tahu, mereka tengah berpikir kalau wanita yang ada disisinya ini adalah orang baru di hidupnya.


"Gadis ini merayu mu El! aku bisa melihatnya sendiri saat dia menari tadi malam. Dia mendekati mu, lalu meraba wajah mu, dan membiarkan kamu menyelusuri tubuh murahannya di depan umum." sentak Zoyya.


" Cih, dasar gadis mur-,"


BRAAAK!

__ADS_1


Zoyya tidak mampu melanjutkan ucapannya, kala melihat Elvier menggebrak meja makan dengan emosi. Rahangnya menegang, kedua matanya menatap tajam pada Zoyya dan yang lainnya.


"Aku yang merayunya, bukan dia yang merayu ku. Jadi, hentikan ocehan mulut busuk mu itu, Putri Zoyya."


Zoyya menelan salivanya susah payah, saat mendengar suara rendah dan dalam Elvier. Dia tidak menyangka- gadis penari ini mampu membuat Sang Pangeran Kedua luluh hanya dalam satu malam. Sedangkan dia? selama hampir 9 tahun lamanya Zoyya tidak dapat menggapai apa yang dia inginkan- yaitu Elvier.


"Wah, ternyata Pangeran Kedua sudah terang terangan mengkhianati Putri Yasmine. Padahal aku mengira kalau kau akan selalu setia pada mendiang istrimu." cibir Kaviar.


Sang Putra Mahkota menyunggingkan senyum remeh pada Elvier, pria berjambang itu seakan tengah memanfaatkan situasi untuk bisa memprovokasi.


Yasmine yang sedari tadi masih terlihat tenang, kini mulai terusik. Wanita bercadar hitam itu menatap datar pada Kaviar, hingga kedua mata mereka bertemu.


Pangeran Kedua keluarga Bangsawan Albarack itu kembali tenang. Bahkan Elvier terlihat kembali menyuapi Yasmine dengan telaten.


"Apa wanita mu ini bisu, Pangeran." celetuk Lavera.


Elvier mengeratkan pegangannya di sendok, kedua matanya terpejam erat guna menetralkan sesuatu yang akan kembali meledak. Namun usapan lembut di area pahanya, membuat Elvier menghela napas kasar.

__ADS_1


"Aku lihat sedari tadi dia hanya diam. Apa gadis ini tidak bisa berbi-,"


"Suara gadis ku terlalu mahal untuk kalian dengar!" tukas Sang Pangeran.


Begitu santai tapi langsung ke intinya. Elvier tidak dapat menjamin, kalau Yasmine berbicara mereka semua akan pingsan di tempat.


Lavera menatap tidak suka pada putra tirinya, ucapan Elvier secara tidak langsung sudah merendahkannya. Memberitahukan kalau telinga mereka itu murahan.


"Lanjutkan sarapan kalian! setelah kalian selesai, aku ingin Pangeran Kedua menemui ku diruang kerja."


Suasana menjadi hening saat Ommar bersuara, dan didalam hening itu ada dua buah mata diam diam melirik penuh rasa penasaran pada Yasmine. Bukan hanya penasaran, tapi juga menginginkan.


Sedangkan Yasmine yang menjadi objek buruannya, tidak menyadari sama sekali. Wanita itu lebih memilih diam demi kelancaran rencananya. Yasmine harus bergerak cantik, dia tidak akan membiarkan semuanya hancur hanya karena emosi.


Yasmine akan membiarkan mereka berbicara sesuka hati, setelah puas- dia akan datang dan membungkam mulut mereka, hingga tidak akan ada satu patah kata pun yang bisa mereka keluarkan.


Tunggu saja tanggal mainnya.

__ADS_1



BAYANGIN AJA YAS PAKE KAYAK GITU, REBET AMAT DAH YAS 😭😭


__ADS_2