
Yasmine melangkah cepat menyusuri lorong untuk menuju kamarnya. Perkataan Haraya yang tidak sengaja dia dengar tadi, mampu membuat detak jantungnya berdetak lebih cepat.
Yasmine kira saat Haraya mengancamnya kemarin, karena wanita itu merasa cemburu pada si gadis penari- tapi ternyata dugaan Yasmine salah.
Dia tidak menyangka kalau otak rencana pembunuhannya adalah Haraya- wanita yang bersikap baik padanya selama ini. Namun ternyata sikap baik wanita itu hanya kedok tebal, untuk menutupi wajah buruk bak iblisnya.
BRUUK!
Tubuh Yasmine limbung saat tidak sengaja menabrak seseorang di depannya. Kalau saja orang yang dia tumbur tidak menarik lengannya, tubuh Yasmine pasti sudah tersungkur kelantai.
"Mine?" peringatnya.
Wanita itu memang selalu ceroboh saat berjalan, gaun panjang yang Yasmine pakai sedikit terinjak- menyebabkan salah satu kakinya tersandung.
"El, El aku mau ngomong sesuatu sama kamu!"
Yasmine segera menyeret Elvier masuk kedalam kamar mereka. Wanita bergaun biru safir itu terengah hebat, keringat dingin keluar dari telapak tangan serta pelipisnya.
"Hei, pelan pelan," goda Elvier, saat Yasmine mendorong tubuhnya ke sofa.
Tanpa ragu, wanita itu duduk mengangkang diantara kedua paha suaminya. Yasmine terlihat mengatur napas sebelum dia mengeluarkan suara emasnya.
__ADS_1
"Aku tau siapa yang udah menyebabkan kecelakaan itu. Orangnya adalah-,"
"Haraya, right?"
Mulut Yasmine terkatup kembali mendengar ucapan Elvier. Salah satu tangan pria itu terulur untuk menyentuh wajah berkeringat wanita yang dicintainya.
"Kamu udah tau?" tanya menyelidik.
Elvier menipiskan bibirnya, usapan lembut tangan berurat nan kokoh itu terus saja memanjakan kulit halus mulus Yasmine.
"Aku mengetahuinya, setelah mengecek rekaman cctv yang sempat eror. Ternyata memang ada yang sengaja merusakkannya. Awalnya aku berpikir Lavera dan Zoyya yang menjadi dalangnya, tapi setelah melihat rekaman cctv saat Haraya menyeret mu- lalu mengancam mu di lorong beberapa hari yang lalu, aku dapat menyimpulkan semuanya," tutur Elvier, terdengar pelan namun sarat akan emosi.
"Lalu aku harus gimana sekarang, El. Dia bilang bakalan nyingkirin semua perempuan yang deket sama kamu, termasuk aku- bahkan Zoyya, kalau siluman ular kadut itu masih nekat. Astaga aku gak pernah menyangka kalau Haraya-," Yasmine bahkan tidak sanggup melanjutkan ucapannya.
Benar kata orang, jangan menilai sesuatu hanya dari luarnya saja. Baik diluar belum tentu dalamnya, tapi kalau sudah buruk di luar- dalamnya pasti sama juga.
"It's oke baby, jangan kamu pikirkan. Bersikaplah sebiasa mungkin, kalau ada kesempatan pancing Haraya untuk mengakui perbuatannya secara sadar,"
Yasmine menaikan sebelah alis mendengar ucapan Elvier. Pancing saat ada kesempatan? caranya bagaimana?
"Sepertinya Yazan cukup tertarik pada gadis penari kesayangan ku ini," belum sempat Yasmine membuka suara, Elvier kembali bersuara.
__ADS_1
Satu tangan pria itu sudah mengusap seduktif bibir bawah istrinya. Jakunnya naik turun- seakan tengah menahan sesuatu. Sementara Yasmine- saat ini dia masih mencerna kata perkata yang Elvier ucapkan tadi.
Yazan tertarik pada si gadis penari?
Seringai kecil muncul di salah satu sudut bibir Sang Princess, kedua mata tajamnya menatap sayu penuh godaan pada suaminya. Yasmine sudah paham, kemana arah pembicaraan Elvier.
"Jadi, Pangeran ku mau istrinya menggoda pria lain hm?" jari jemari nakal Yasmine, terus saja menyusuri setiap lekuk wajah suaminya.
Mulai dari dahi, hidung, rahang, dagu hingga bibir sexy berisi milik Elvier. Yasmine mengigit bibir bawahnya sensual, saat melihat jakun Elvier naik turun. Terlihat begitu sexy, sampai rasanya Yasmine ingin mengigit manja benda itu.
"Cukup kedipkan salah satu mata mu padanya, tidak lebih!"
Yasmine mengembangkan senyum, mendengar suara tertahan Elvier. Pria kesayangannya terlihat tengah menahan sesuatu, entah itu rasa kesal dan cemburu atau mungkin gairahnya.
"Aku tidak akan mengizinkan Yazan menyentuh kulitmu lagi, Sayang! tidak akan pernah!" sambungnya.
Kedua sudut bibir Yasmine terangkat sempurna, sebelum dia menyerbu ganas bibir suaminya- yang sedari tadi menggoda untuk dia nikmati.
"Apa pun untuk mu, Yang Mulia Pangeran," goda Yasmine, disela sela tautan bibir keduanya
__ADS_1
APA PUN TITAH ANDA YANG MULIA, MAIN ENGKLEK YUK EL