Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Iblis Berkedok


__ADS_3

Kedua mata bersoflens abu abu cerah itu menatap nakal pada Yazan, bahkan sesekali netra cantik itu berkedip menggoda.


Tatapan teduh nan sayu yang dia tunjukan, mampu membuat Sang Putra Mahkota membatu di tempat. Sedangkan pria yang ada disebelah tubuhnya, terlihat tengah berpura pura tidak peduli. Padahal sebenarnya saat ini, dia ingin sekali melemparkan garpu ditangannya pada kedua mata saudara tirinya.


"Setelah makan malam, temui Ayah, El!"


Elvier menoleh, kedua matanya menatap datar pada Sang Ayah. Walaupun hubungan keduanya terlihat mulai membaik, tidak ada lagi sindiran atau sebagainya- Elvier tetap saja masih bersikap dingin pada Ommar.


"Baik," sahut Elvier seadanya.


Pria itu kembali menikmati makan malamnya, walaupun sesekali dia melirik pada Yasmine dan Yazan- tanpa sepengetahuan orang lain.


Disisi lain, Haraya terlihat menatap tajam pada Yasmine. Kedua matanya tengah mengobarkan api, dia tidak menyangka kalau gadis penari itu dengan berani menggoda suaminya secara terang terangan. Apa mungkin ancamannya kemarin, hanya angin lalu untuknya?


Sepertinya Haraya harus melakukan sesuatu- yang mungkin akan membuat si gadis penari menyesalinya.


Seringai kecil muncul si bibir Sang Selir, dan itu bisa Elvier lihat dengan jelas. Senyum samar Elvier tercipta, sepertinya nanti dia harus menghadiahi banyak kecupan dan hujaman  untuk Sang Princess, karena berhasil memancing sang ular betina keluar dari sarangnya.


Sementara Zorra, wanita yang tengah hamil muda itu hanya bisa memendam kesal- tanpa bisa berbuat apa pun. Kaviar dan Zoyya pun sudah pulang kekediaman keluarga Abraham- jadi tidak ada lagi orang yang menyokongnya saat ini.


Malang sekali bukan?


                        🐎🐎🐎

__ADS_1


Yasmine memperlambat langkahnya, kala menyadari kalau ada seseorang tengah mengikutinya saat melintasi lorong istana di lantai tiga. Dia sengaja memilih lantai tiga- karena bangunan itu satu lokasi dengan ruang kerja Ayah mertuanya. Jadi apa bila sesuatu terjadi kepadanya, Elvier tidak akan terlalu jauh menjangkaunya.


Senyuman sinis Yasmine kembali tercipta, dia sudah tahu siapa yang mengikuti langkahnya saat ini. Siapa lagi kalau bukan Yazan. Putra Mahkota cabul itu sudah masuk kedalam tipu daya sang gadis penari. Hanya karena satu kedipan saja, Yazan merendahkan harga dirinya.


Benar benar laki laki kardus! laki laki yang hanya bernafsu besar- namun otaknya hanya seukuran biji sawi.


Dasar murahan! menjijikan!


Yasmine terus saja mengumpat dalam hati, hingga satu tarikan di tangannya membuat langkahnya terhenti. Dia sudah menduga kalau ini pasti akan segera terjadi.


"Tunggu Sayang! kenapa kau menghindari ku? padahal tadi kau berani menggodaku di hadapan semua orang- termasuk di hadapan kekasih mu, bukan?"


Yazan menyeringai mesum pada Yasmine, cekalan di lengan Sang Princess perlahan mengendur- berubah menjadi belaian halus nan lembut, membuat Yasmine bergidik ngeri karena takut, bukan terangsang.


"Bukannya sudah aku bilang, jangan pernah bermain dengan ku- Suamiku."


Suara pelan dan mendayu Haraya membuat bulu kuduk Yasmine berdiri.  Saat ini Haraya terlihat seperti pembunuh berdarah dingin, wajah rupawan nya datar dan dingin- menyorot tajam pada Yazan yang tersungkur dilantai.


Yasmine bergerak mundur kala melihat tatapan Haraya beralih padanya. Bukan karena dia tidak berani menghadapi Haraya, tapi Yasmine masih waras untuk menahan benda berbahan besi itu saat menghantam tubuhnya- terlebih lagi di kepala. Kalau dia tidak mati, pasti koma- mungkin gegar otak adalah opsi ketiga.


"Kau takut hm?"


Haraya terkekeh pelan, kekehannya terdengar seperti orang depresi berkepanjangan.

__ADS_1


"Bukankah sudah aku katakan padamu Gadis Penari, jauhi suamiku. Tapi ternyata kau begitu nakal- secara  sengaja kau menggodanya didepan ku. Apa kau pikir ucapanoku waktu itu hanya main main?"


Bugh!


Haraya berdecak kesal, saat melihat gadis bercadar putih itu menghindari hantaman pemukul baseball, berbahan besi yang ada ditangannya.


"Cukup beruntung," ejeknya.


Sementara Yasmine, kedua mata Sang Princess terlihat semakin waspada. Saat ini yang bisa dia lakukan adalah bertahan, mengulur waktu dan memancing emosi Haraya.


"I kill you," bisik Haraya, dengan seringai mengerikan di kedua sudut bibirnya.


Wanita bergaun hitam panjang itu semakin mendekat pada Yasmine. Siap menghantamkan benda di tangannya, namun kali ini Yasmine berhasil menangkap pergelangan tangan Haraya.


"Aku tidak menyangka, kalau kau lah dalang dari semua kecelakaan yang aku alami,"


Deg!


Kedua mata Haraya membulat sempurna, saat mendengar suara sang gadis bercadar. Suaranya sama seperti-,


"Ya Haraya, semua yang ada didalam otak picik mu itu benar, aku Yasmine. Wanita yang sudah kau bunuh, dengan cara mendorong mobilnya kebawah jurang. Bagaimana? apa kau terkejut?"


__ADS_1


IYA AKU EMANG YASMINE, TERUS SIAPA MENURUT L? SELENA GONJRENG HUH!


__ADS_2