
Yasmine berjalan santai menyusuri setiap lorong istana, sementara mulutnya tidak berhenti mengunyah. Sudah banyak lorong dan ruangan yang dia lewati, namun Yasmine tidak juga kunjung menemukan Elvier.
Alhasil salad yang rencananya akan dia berikan pada Elvier, sedikit demi sedikit semakin berkurang karena Yasmine makan sendiri.
"Kakak ipar?"
Langkah Yasmine terhenti, salah satu alisnya terangkat saat melihat seorang gadis remaja berlari kecil ke arahnya. Wajah gadis remaja bergaun biru itu begitu mirip dengan Ayah mertuanya.
"Iya?" sahut Yasmine ramah.
Gadis remaja itu menampilkan senyuman tipis, terkesan malu malu.
"Kakak ipar pasti sedang mencari Kak Elvier kan?" tebak sang gadis.
Yasmine semakin di buat penasaran, dia pun mengangguk mengiyakan ucapan gadis remaja yang tengah tersenyum sok akrab padanya.
"Iya," sahut Yasmine seadanya.
"Kakak ipar tidak lupakan padaku kan? aku Laela, adik tiri Kak Elvier." ucap gadis itu penuh semangat.
Bahkan Laela terlihat lebih ramah dan sopan padanya, dari pada para wanita ular yang ada di istana ini.
"Oh, hai adik ipar tiri." celetuk Yasmine lagi apa adanya.
__ADS_1
Yasmine masih harus waspada pada semua penghuni istana Albarack, bukan? walaupun masih ada orang yang baik padanya di istana ini, tapi besar kemungkinan itu hanya kamuflase semata. Setelah banyak mempelajari sifat para penghuni istana mewah serta megah ini, Yasmine dapat menyimpulkan kalau dia tidak boleh percaya begitu saja pada penghuninya.
Laela tersenyum kecut mendengar nada waspada kakak iparnya, gadis remaja itu tahu kalau istri dari kakak tirinya ini sedang menjaga jarak dengannya. Padahal Laela ingin sekali akrab dengan Yasmine, Laela ingin merasakan bagaimana rasanya memiliki seorang kakak perempuan.
Selama ini hubungan dia dan Zorra- istri dari Yazan kakak kandungnya, tidak baik sama sekali. Zorra yang terkenal angkuh dan sangat menjunjung tinggi derajatnya, tidak pernah akrab atau sekedar mengajaknya mengobrol ringan.
Namun tidak lama Laela kembali menipiskan bibir memberikan senyuman terbaiknya, dia memaklumi sikap Yasmine yang masih mode waspada padanya.
"Kalau Kakak ipar mau bertemu dengan Kak Elvier, ayo aku antar. Aku yakin Kakak ipar sedang kebingungan saat mencari Kak Elvier." celoteh Laela.
Gadis remaja itu segera menggandeng lengan Yasmine tanpa izin, bahkan terkesan memaksa wanita bergaun violet itu, membuat Yasmine sedikit terseret.
Keduanya terus saja berjalan berdampingan, bahkan sedari tadi Laela terus saja mengoceh. Gadis itu menceritakan semua yang ada di istana ini, entah itu tentang peraturan, hukuman, ruangan, kisah kedua kakaknya, bahkan tentang para penghuni istana yang pernah mendapatkan sanksi dari Sang Tuan Bangsawan- Ayah mertua Yasmine.
Sedangkan Yasmine, wanita itu mencoba menjadi pendengar yang baik, sembari terus saja menikmati salad buahnya.
Yasmine menoleh saat mendengar Laela menaikan intonasi suaranya di akhir kalimat, benar saja Elvier baru saja keluar dari salah satu ruangan. Namun raut wajahnya terlihat tidak bersahabat sama sekali. Rahang tegas pria jangkung itu terlihat mengetat, seolah tengah menahan emosi.
Tanpa berkata apa pun, Yasmine segera mendekat pada Elvier di ikuti oleh Laela.
"El?" panggilnya.
Yasmine menipiskan bibir kala melihat Elvier menoleh, wajah tampan sang Pangeran kedua yang tadinya dingin tak tersentuh, kini perlahan melunak saat melihat MILIKNYA mulai mendekat.
__ADS_1
"Aku nyari'in kamu dari tadi tau! untung ada adik kamu yang ngantar aku, kalau enggak pasti udah kesasar." celoteh Yasmine.
Wanita itu tidak peduli dengan tatapan tajam dan datar Elvier yang mengarah pada Laela. Yasmine masih sibuk menikmati salad buah yang tinggal sedikit lagi.
"Kamu mau, El?" tawar Yasmine.
Wanita itu menyodorkan salad buah pada suaminya, bahkan Yasmine harus mendongak untuk bisa melihat raut wajah Elvier yang memang cukup tinggi untuknya.
"Aku tidak mau," tolak Elvier.
Kedua mata tajam Elvier masih menatap pada gadis remaja yang ada di belakang tubuh istrinya. Sedangkan Yasmine mengedikan bahunya tak acuh, setelah mendengar penolakan Elvier lalu menyuapkan salad buah itu kedalam mulutnya.
"Kalau tidak kau suapi." lanjut Elvier lagi.
Yasmine menoleh, kedua matanya membelalak saat Elvier meraih tengkuknya, lalu meraup bibir tipis berlapiskan lipstik berwarna nude itu dengan gemas.
Kedua mata hitam bulat Yasmine semakin membulat, kala merasakan benda lembut dan kenyal memaksa merangsak masuk kedalam mulutnya. Meraih semua salad buah yang ada di sana, tanpa tersisa sedikit pun.
Clop!
Bahkan suara decapan saat tautan kedua bibir itu terlepas begitu terdengar jelas. Elvier menyeringai kecil kala melihat wajah bersemu istrinya. Satu ibu jari Elvier terulur untuk menyeka bibir bawah Yasmine yang memerah.
"Manis, aku suka." bisik Elvier seduktif.
__ADS_1
AURORANYA EL PLIIISSS JAN MAEN MAEN YAK