
Satu minggu berlalu...
Yasmine terlihat tengah bersandar nyaman di kursi santai di pinggir kolam renang. Wanita yang tengah berbadan dua itu tengah menikmati sorenya, membaca majalah fashion yang memberitakan suaminya- memakan camilan dan mendengarkan musik.
Hanya itu yang bisa Yasmine kerjakan di kehamilannya yang baru menginjak usia 5 minggu. Elvier melarangnya untuk bergerak bebas, tidak sebebas dulu. Bahkan Snowy aka Jey dan Hanna pun dia pindahkan kedalam istana demi Sang Princess.
Dulu Snowy aka Jey tidak dapat mereka bawa, di sebabkan si kepala suku ular kadut sama sekali tidak menyukai kucing. Jadi Elvier tidak mau menanggung resiko, kalau partner galaunya saat di apartment akan mati sia sia di istana ini.
Selama seminggu ini perkembangan kesehatan Lavera tidak ada perubahan sama sekali, begitu pula dengan Haraya. Sang Selir mendiang Putra Mahkota itu semakin menjadi saja, upaya bunuh diri yang Haraya lakukan beberapa hari yang lalu- sempat membuat Sang Selir kritis namun tidak mati juga.
"El!"
Yasmine berseru kencang saat merasakan cipratan air diwajahnya. Si calon ibu muda itu menatap nyalang pada pelaku, yang tidak lain adalah suaminya sendiri.
__ADS_1
Elvier tersenyum tipis melihat wajah garang istrinya, bukannya takut Yasmine malah terlihat begitu menggemaskan di matanya. Sejak berbadan dua, Yasmine lebih berisi- terutama di bagian depan dan belakang tubuhnya, apa saat Sang Princess memakai pakaian sedikit terbuka seperti ini. Rasanya Elvier ingin menyeretnya kedalam kolam, lalu mencumbunya hingga Sang Princess meminta ampun untuk tidak berhenti.
Perlahan Elvier mulai mendekat tanpa di ketahui oleh Yasmine, karena wanita itu kembali menyibukkan diri membaca majalahnya. Elvier keluar dari air dengan setengah telanjang, Sang Pangeran Kedua hanya memakai boxer ketat untuk melindungi asetnya.
Tanpa mengeluarkan suara sedikit pun, Elvier menduduki kursi santai yang tengah menjadi tempat pembaringan istrinya. Satu tangannya terulur untuk meraih majalah yang menutupi wajah Yasmine.
"El, aku belum selesai ba-,"
Ucapan Yasmine terputus, saat Elvier mencium bibirnya ganas. Pria bertato di lengan itu mengukungnya tanpa ingin memberikan celah untuk Yasmine memberontak.
Yasmine memejamkan kedua matanya, saat kecupan lembut nan basah Elvier mulai turun ke rahang dan lehernya. Bahkan tanpa sadar Yasmine meremas rambut hitam kecoklatan suaminya, kala cumbu'an Elvier semakin liar.
Sang Princess tidak dapat melakukan apa pun selain menikmati setiap sentuhan seduktif Sang Pangeran. Saat cumbu'an Elvier semakin turun ke area perutnya, Yasmine semakin mengencangkan jambakannya- apa lagi saat Elvier mengecupi perut ratanya dengan sayang.
__ADS_1
"Dia akan menjadi jagoan,"
Yasmine tersenyum mendengarnya, sebenarnya dia dan Elvier tidak mempermasalahkan calon anak mereka laki laki atau perempuan, tapi Sang Pangeran Kedua terus saja menebak kalau si jabang bayi adalah seorang jagoan. Menurut Elvier hanya jagoan yang melesat cepat selama beberapa minggu, karena selama beberapa bulan kebelakang si bibit lobak Arab selalu gagal melesat cepat.
Tapi setelah Elvier satu bulan berpuasa, si Lobak Arab mengganas ketika berbuka- membuat Sang Musafir begitu menikmati Oase setelah kehausan selama hampir 30 hari lamanya.
Dan sekarang, Elvier berencana untuk memberikan adik pada Sang Jagoan. Pria itu berharap kalau si bibit Lobak Arabnya bisa tumbuh untuk kedua kalinya.
Pemikiran dari mana itu?
Entahlah hanya Elvier dan Author yang tahu.
Dua sejoli yang tengah di mabuk cinta itu menikmati sore mereka dengan desa*han dan erangan penuh cinta. Bahkan Sang Musafir melakukannya di area kolam renang, yang memang sangat privat- bahkan Hanna si robot dan Showy aka Jey pun tidak dapat melihat apa lagi masuk kedalamnya.
__ADS_1
SI EL SURUH BERENDAM DI KALI, NYOK EL OTHOR TEMENIN, KABOORRR