Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Timbal Balik


__ADS_3

Brak!


Elvier membanting pintu mobil sekuat tenaga, bahkan Burak yang masih berada didalam mobil terkejut bukan main.


Hari ini mereka berdua pergi ke salah satu agency model yang ingin memakai jasa Elvier. Namun pembicaraan mereka cukup alot saat memberikan harga, padahal mereka tahu kalau sedari dulu Elvier dan Burak sudah mematok harga jasa.


Tapi sepertinya pihak agency model itu kurang paham, membuat Elvier menyudahi pertemuan mereka karena merasa hanya membuang waktunya percuma. Elvier bahkan sampai tidak berpamitan pada Yasmine tadi, gara asisten pintarnya itu.


Saat ini emosi masih menguasai diri Elvier, pria jangkung itu melangkah cepat memasuki istana di ikuti oleh Burak yang sedikit kewalahan saat mengimbangi langkah sang model.


Dahi Elvier mengernyit kala merasa kalau istana ini begitu sepi, biasanya para penghuninya begitu sibuk, lalu kemana mereka?


Elvier melepaskan jaket hitam yang dia pakai, sang pria melemparkan benda itu pada Burak yang berada tepat di belakangnya. Kedua kaki panjangnya membawa dia menuju suara samar yang tidak bisa Elvier dengar dengan baik.


Dahi pria itu semakin berlipat kala melihat banyak pelayan berkumpul di ruangan yang ada di lorong lantai dasar.


"Cabuk! dia pantas mendapatkannya!"


Pekikan keras Lavera membuat Elvier semakin mempercepat langkahnya. Sang Pangeran Kedua membelah para pelayan tanpa perasaan, bahkan diantara mereka ada yang tersungkur kelantai akibat dorongan Elvier.


Dan apa pria itu peduli? maaf Elvier tidak peduli.


CTAR!


"PAPIII!" jerit seseorang saat menerima satu cambukan di punggungnya.


Elvier sempat terdiam sejenak kala mendengar suar jeritan itu, suara yang sangat dia kenal. Kedua tangannya terkepal erat, membuat Elvier semakin mempercepat langkahnya. Dia bersumpah tidak akan mengampuni siapa pun kalau sampai pikiran buruknya benar benar terjadi.

__ADS_1


CTAR!


"ELLL!" jeritan itu kembali terdengar untuk kedua kalinya.


"Itu hukuman yang pantas kau dapatkan karena sudah berani merendahkan Yang Mulia Permaisuri, jadi sekarang nikmati saja rasa sa-,"


"Apa yang sedang kalian lakukan pada istriku?!"


Semua orang tersentak kala melihat Elvier sudah berada diantara mereka, Jalal yang tengah mencambuk Yasmine melepaskan benda itu begitu saja.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA ISTRIKU!" amarah Elvier tidak dapat dia bendung lagi, kala melihat Yasmine tertunduk dilantai dalam keadaan sangat buruk.


"PUTRI YASMINE SUDAH MENGHINA YANG MULIA PERMAISURI! JADI DIA PANTAS MENDAPATKAN HUKUMAN INI. KAU SEHARUSNYA TAHU PANGERAN TERBUANG, HUKUMAN INI TIDAK ASING UNTUK KITA. JADI BERHENTILAH MENG-,"


BRAK!


Jalal semakin merapatkan tubuhnya pada salah satu pengawal, pria tua itu menghela napas lega kala Elvier menggulirkan tatapan tajamnya kepada Princess Yasmine.


Elvier segera mendekat, kedua tangannya kembali terkepal erat kala melihat kondisi punggung Yasmine saat ini. Gaun yang di pakai oleh sang gadis terkoyak, dua sabetan cambuk di punggung mulus itu terlihat membekas dan memerah bahkan sampai mengeluarkan darah.


"Mine?" panggil Elvier dengan suara tercekat.


Sang supermodel mengangkat tubuh ringkih Yasmine dalam sekali angkat, kedua mata Elvier menatap sendu pada Yasmine. Dia yakin kalau saat ini istrinya sedang tidak sadarkan diri.


Kedua mata Elvier memerah kala merasakan sesuatu yang basah menempel di telapak tangannya, Elvier yakin kalau itu adalah darah Yasmine yang berasal dari punggungnya.


Sebelum Elvier membawa Yasmine pergi dari tempat itu, sang Pangeran Terbuang menyempatkan diri untuk menatap keempat orang yang menjadi pelaku utama.

__ADS_1


"Kunci pintunya! jangan biarkan satu pun mereka keluar dari ruangan ini!" titah Sang Pangeran terbuang.


Titah yang tidak ingin di bantah oleh siapa pun, Elvier akan memberikan kejutan pada mereka nanti. Saat ini yang terpenting adalah Yasmine segera di obati.


"Ta-tapi Panger-,"


"SEKARANG!" amuk Elvier.


Pengawal itu menelan saliva susah payah, namun tak urung dia juga segera melaksanakan perintah Elvier.


"Hei! berani kau mengurung kami di sini! ELVIER KELUARKAN KAMI DARI SINI. PANGERAN SIALAN! BERANINYA KAU PADA PERMAISURI!"


Teriakan serta pekikan kempatĀ  manusia itu tidak Elvier hiraukan, tatapan tajamnya terus saja terarah ke depan. Bahkan Burak pun tidak berani angkat suara, sang asisten dengan setia mengikuti langkah Elvier setelah menyuruh salah satu pelayan untuk memanggilkan dokter keluarga Albarack.



**BANG EL JANGAN MARAH MARAH, NANTI KAMU CEPET TUA


HOLLA ASSALAMUALAIKUM MET PAGI EPRIBADEH


GIMANA KABAR KALIAN


PUASA LANCAR


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA


SEE YOU NEXT PART

__ADS_1


MUUUAACCHH SELAMAT SAHUR BESTIE**


__ADS_2