Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Casingnya Kecil Sekali?


__ADS_3

Tatapan Elvier terus saja tertuju pada sang dokter yang tengah memeriksa keadaan Yasmine.


"Putri Yasmine shock, mungkin akan sadar beberapa jam lagi." diagnosa sang Dokter.


Elvier menghela napas kasar, kedua kakinya mendekat ke arah tempat tidur. Pria itu mendudukkan diri tepat di samping Yasmine yang tertidur miring, karena Elvier memang sengaja memiringkan tubuh Yasmine, agar luka cambukan di punggungnya mudah di obati.


"Pangeran hanya perlu mengobati luka Putri Yasmine, agar tidak menimbulkan infeksi. Nanti saya akan memberikan obat penghilang bekas luka saat lukanya sudah mengering," ujar sang Dokter lagi.


Elvier tidak bersuara, pria itu hanya mengangguk tanpa ingin mengalihkan pandangannya dari wajah pucat Yasmine. Gadisnya pasti sangat kesakitan karena dua cambukan di punggungnya.


Bahkan Elvier saja masih bisa merasakan bagaimana rasanya cambukan yang pernah di layangkan Ayahnya, 8 tahun yang lalu. Saat dia membangkang semua titah serta ucapan sang Tuan Bangsawan.


Kedua tangan Elvier mengepal kala mengingat pria tua itu, kemana dia saat Yasmine di siksa oleh istri mudanya?


"Maaf Pangeran, ini air hangat dan obat pencuci lukanya."


Salah seorang pelayan memberikan mangkuk kristal pada Burak. Kenapa dia tidak memberikannya langsung pada Elvier? jawabannya adalah sang pelayan masih ingin menatap matahari besok pagi dengan damai.


"Kalau begitu saya permisi, Pangeran." pamit sang Dokter.

__ADS_1


Elvier hanya berdehem, pria itu menerima mangkuk berisikan air hangat yang di berikan oleh Burak padanya.


Burak, para pelayan serta sang Dokter keluar meninggalkan Elvier bersama Yasmine, pria jangkung itu sendiri yang akan mengobati luka di punggung sang Princess.


Perlahan Elvier menurunkan resleting gaun yang di pakai Yasmine, dengan hati hati agar kain berbahan brokat dan sifon itu tidak sampai mengenai luka di punggung Yasmine.


Kedua mata Elvier kembali menajam kala melihat dua luka memanjang di punggung istrinya. Dengan cekatan Elvier menanggalkan seluruh gaun kotor itu dari tubuh sang Princess, dan hanya meninggalkan br*a cream serta hotpant berwarna senada yang melekat di tubuh Yasmine.


"Maafkan aku, Mine," lirih Elvier.


Tangannya mulai membilas bercak darah yang tersisa di luka Yasmine, pelan dan sangat hati hati. Sangat jelas terlihat kalau punggung putih mulus itu terlihat memerah dan lebam.


Cup!


Bahkan Elvier mencari kesempatan untuk memberikan kecupan lembut dan dalam di pundak polos sang Princess.


Karena br*a cream yang di pakai Yasmine sangat mengganggu, Elvier pun terpaksa melepaskannya. Kini sang Princess sudah half naked, tubuh putih mulus tanpa celah itu terpampang nyata di depan suaminya.


Elvier bahkan harus menahan napas sejenak kala melihat dua gundukan yang tidak terlalu besar, namun terlihat padat. Karena tidak ingin semakin gila, Elvier menarik selimut untuk menyembunyikan dua botak mulus yang sedari tadi menggodanya.

__ADS_1


Sang Pangeran terbuang mulai memberikan salep untuk luka di punggung Yasmine. Bahkan gadis itu sedikit menggeliat kala Elvier menyapukannya, salep ini begitu perih itu yang Elvier rasakan dulu.


Setelah selesai, Elvier segera bangkit untuk mengambil pakaian yang akan dia pakaikan pada Yasmine. Pria itu membawakan sebuah kaos oblong miliknya, agar nanti kaos itu tidak terlalu ketat saat di pakai oleh istrinya.


Bahkan tanpa canggung Elvier mengambil celana traning milik Yasmine. Walaupun sebenarnya tatapan kedua mata Elvier tidak ke sana, melainkan pada beberapa pasang pakaian dal*am milik Yasmine.


"Casingnya kecil sekali." gumam Elvier.


Pria itu mengurungkan niatnya, Elvier segera menutup pintu lemari lalu berjalan mendekat pada Yasmine yang tidak kunjung sadarkan diri.


"Apa aku harus membuka bagian bawahnya juga?" monolog Elvier.



GEDE LOH EL, MATA LU AJA SOAK



KETAWAIN YAS

__ADS_1


__ADS_2