Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Gejolak Asmara


__ADS_3

"Ekhem-ekhem!"


Yasmine terus saja mencari perhatian suaminya, disaat cara mondar mandir yang di lakukan sedari tadi tidak manjur sama sekali, kini kode deheman manja dan menggoda Yasmine terdengar untuk kesekian kalinya.


Namun sepertinya cara yang kedua ini hasilnya sama saja, zonk. Elvier sama sekali tidak merespon, jangankan merespon melirik lewat sudut matanya saja tidak. Pria keturunan menara sutet itu lebih fokus pada majalah fashion yang dia baca.


"Aduh, kok panas banget sih." keluh Yasmine sembari mengibaskan salah satu tangan ke wajahnya.


"Apa AC nya mati? tapi hidup kok, apa mungkin gara gara bahan gaun yang aku pakai kali ya?" ucap Yasmine kembali.


Salah satu sudut matanya mengintip ekspresi sang Pangeran terbuang, tidak ada perubahan sama sekali Elvier tetap seperti tadi, tenang, santai tidak terganggu sama sekali. Ingin rasanya Yasmine memutar kepala suaminya agar sudi menatap padanya saat ini.


"Kayaknya aku harus ganti baju," ujar Yasmine kembali.


Gadis itu bangkit setelah meletakan ponselnya, kedua kaki jenjangnya membawa dia menuju lemari pakaianĀ  yang tidak jauh dari Elvier. Saat Yasmine bergerak kedua sudut mata Elvier perlahan bergulir mengikuti langkah anggun Sang Princess.


"You and I, don't say goodbye, all we need is one night in Dubai. Close your eyes, ending the light, all we need is one night in Dubai."


Yasmine terus saja bersenandung, reff lagu One Night In Dubai menggema didalam kamar nan besar itu. Elvier menghirup napas dalam sembari menutup kedua matanya. Bahkan sang supermodel terlihat menutup majalahnya, Elvier dibuat semakin sesak dan harus menghirup udara sebanyak mungkin saat melihat Yasmine menurunkan gaun panjang yang dipakainya dalam sekali hentak.


"One night in Dubai,"


Glek!


Elvier dibuat tidak berkedip kala melihat punggung putih mulus Yasmine, tatapan pria itu perlahan turun menatap tak berkedip pada dua bongkahan bo*kong sintal nan kencang, dan pastinya begitu putih mulus tanpa noda. Apa lagi Yasmine hanya memakai celana boxer mahal milik Elvier saat ini, entah dari mana gadis itu mendapatkannya.


Elvier semakin di buat sesak kala Yasmine berjinjit di hadapan lemari untuk meraih sesuatu, sebagai pria normal pasti ada desiran halus di dalam dirinya saat melihat tubuh half naked wanita, apa lagi wanita ini adalah istrinya.

__ADS_1


"Mine?" panggil Elvier pelan.


Gerakan tangan Yasmine terhenti, diam diam sang gadis mengulum senyuman kemenangan. Yasmine yakin kalau saat ini Elvier tengah kelojotan kekurangan oksigen, gadis itu berdehem pelan lalu menoleh.


"Iya, El?" sahutnya mendayu.


Tidak lupa senyuman manis terus Yasmine berikan, untuk pangeran menyebalkan yang sudah merendahkan harga dirinya sebagai seorang istri. Bagaimana Yasmine tidak merasa rendah, kalau suaminya sendiri mengatakan kalau dia tidak akan pernah menyentuhnya. Tapi kita lihat saja nanti, siapa yang akan minta untuk disentuh terlebih dahulu.


"Pakai bajumu lagi!" titahnya.


Terdengar pelan namun penuh dengan perintah yang tidak ingin di bantah.


"Aku masih mencari kemeja kamu yang nyaman buat aku pak-,"


"Gunakan gaun mu yang tadi!" potong Elvier cepat.


Bahkan tubuh Yasmine tidak sexy sama sekali, berdada rata tidak seperti para wanita yang pernah dia lihat. Tapi mampu membuat jiwa jantannya bergejolak hebat. Elvier semakin menahan napas saat melihat Yasmine berbalik, bahkan gadis itu melangkah santai mendekat padanya sembari membawa satu helai kemeja hitam miliknya.


"El? aku mau min-,"


Tok


Tok


Tok


Ucapan Yasmine terhenti kala mendengar suara ketukan pintu. Tanpa sadar keduanya saling tatap, namun seperdetik kemudian Elvier memutuskan tautan netra mereka dan melangkah menuju tempat tidur. Sementara Yasmine, gadis itu semakin melebarkan senyumannya kala melihat wajah memerah sang Pangeran angkuh.

__ADS_1


"Tutupi tubuh kecil dan rata mu itu!" ucap Elvier penuh cibiran, padahal dia menyadari kalau hati dan mulutnya saat ini sedang tidak sinkron.


Elvier melemparkan selimut pada Yasmine, tanpa ingin menatap tubuh half naked sang istri yang hanya terbalut celana boxer berwarna hitam dan bra yang berwarna senada, saat Elvier berjalan menuju pintu kamar.


Clek!


"Ada apa?" tanyanya datar.


"Maaf Pangeran Kedua, Tuanku dan yang lainnya sudah menunggu anda serta Putri Yasmine makan malam." jawab sang Pelayan wanita itu.


"Hm, pergilah!" titah Elvier.


Pelayan wanita itu menundukkan kepala, lalu segera pergi meninggalkan Sang Pangeran yang selalu bersikap dingin dan angkuh, tidak seperti Putra Mahkota atau Pangeran Pertama- Yazan Rasyid Albarack.



**PANAS? ES BALOK MANA ES BALOK


HOLLA ASSALAMUALAIKU MET PAGI EPRIBADEH


GIMANA KABAR KALIAN


PUASA LANCAR


DAH SAHUR BELOM


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA

__ADS_1


SEE YOU NEXT PART MUUUAAACCHH**


__ADS_2