Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Padang Rumput


__ADS_3

Hisan terus saja melaju cepat seiring hentakan yang di berikan oleh Elvier. Kuda jantan berwarna coklat itu terlihat bersemangat saat berlari. Ini adalah kali pertama Hisan keluar area kandang, dan berlari menuju padang rumput kecil yang di buat khusus untuk dia para Kuda lainnya.


Sementara Yasmine, gadis itu menatap takjub saat melihat betapa hijaunya padang rumput yang sedang mereka tuju. Ringkikan Hisan terdengar kembali, bukan ringkikan kesakitan atau pun kelelahan. Melainkan ringkikan rasa bahagia karena merasa bebas.


Begitu pun dengan Elvier dan Yasmine, sepasang sejoli itu saling melemparkan senyuman tipis kala netra keduanya bertemu. Bahkan Yasmine merentangkan kedua tangannya saat angin mulai menerpa mereka. Kali ini posisi duduk Yasmine berubah, gadis itu membelakangi tubuh Elvier yang tengah menjadi joki.


Elvier tersenyum tipis saat melihat senyuman bahagia istrinya, walaupun hanya sekilas Elvier melihat ekspresi wajah Yasmine, pria itu sudah bisa memastikan kalau saat ini sang gadis begitu bahagia.


Apa Elvier juga bahagia?


Seharusnya tanpa Elvier menjawab pertanyaan itu pun, semua makhluk pasti mengetahuinya kalau sang Pangeran bahagia- ralat sangat bahagia saat melihat senyuman sang Princess.


Hisan memperlambat laju larinya, Kuda jantan itu berhenti saat melihat kolam kecil yang tidak jauh dari mereka. Seakan paham, Elvier segera menghentak Hisan agar mereka pergi ke area itu.


"Danau?" gumam Yasmine.


Gadis itu mendongak, kedua matanya berbinar kala melihat Elvier menganggukkan kepalanya.


Setelah Hisan berhenti dengan sempurna, Elvier segera turun. Satu tangan Sang Pangeran Terbuang terulur pada Sang Princess. Dengan sekali tarik, Elvier berhasil membawa Yasmine kedalam gendongannya.


"Kita dimana?" tanya Yasmine.


Gadis itu segera berlari kecil menuju danau saat Elvier menurunkannya, Yasmine persis seperti anak kecil yang baru bertemu dengan wahana permainan.


"Itu Kuda Poni?" Yasmine menunjuk pada segerombolan kuda kecil bersurai indah, yang tidak jauh dari mereka.

__ADS_1


"Iya, mereka penghuni padang rumput ini." sahut Elvier santai.


Pria jangkung itu mendudukkan diri di rerumputan. Bahkan tanpa canggung Elvier membaringkan tubuhnya di sana, kedua tanganya dia tumpukan di belakang kepala. Sementara kedua mata setajam Elangnya terpejam kala semilir angin mulai menyapanya.


"Kenapa mereka disini?" tanya Yasmine penasaran.


Gadis itu ikut mendudukkan diri di rerumputan, Yasmine menatap berbinar pada beberapa anak kuda Poni yang terlihat berlarian. Surai indah mereka bergerak seirama gerakan tubuh dan hembusan angin.


"Ini memang tempat mereka, Mine. Ibuku yang membuat padang rumput ini. Beliau sering menyendiri di sini sendiri, dan mereka lah yang selalu menemani Ibu ku." ucap Elvier dengan mata terpejam.


Sementara Yasmine hanya menatap tak berkedip pada suaminya, gadis itu tengah menikmati maha karya Tuhan yang begitu sempurna.


"Lalu Ayah mertua kemana?" tanya Yasmine lagi.


"Dengan istri mudanya," sahut Elvier masih terdengar santai.


Yasmine menipiskan bibir saat membayangkan Ibu mertua aslinya menderita, karena sudah berbagi cinta dengan siluman ular kadut itu. Yasmine tidak bisa membayangkan betapa kuat hati ibu mertuanya saat beliau masih hidup.


Berbagi cinta, berbagi tempat tinggal, berbagi perhatian, berbagi ranjang, berbagi kebahagian, tidak! Yasmine lebih memilih pergi dari pada harus berbagi hati suaminya, dengan wanita lain.


"Apa aku boleh ketemu sama Mama Mertua?" celetuk Yasmine tanpa beban.


Elvier yang sedari tadi memejamkan kedua mata, sontak membuka kedua netra nya. Pria jangkung itu menoleh, kedua manik mata coklat ke abu abu'annya menatap lembut pada Sang Princess.


"Boleh," sahut Elvier.

__ADS_1


Pria itu bangkit, Elvier memutar tubuhnya agar dapat menghadap sempurna pada istrinya.


"Besok kita akan mengunjungi Ibu," ucapnya lagi.


Elvier memberikan senyuman tipis pada Yasmine, keduanya saling melempar senyum bahkan Yasmine dan Elvier melupakan Hisan- sang Kuda yang masih berada di dekat mereka berdua.



SEPERTI ITULAH PADANG RUMPUTNYA KIRA KIRA



**YAS JANGAN GITU


HOLLA ASSLAMUALAIKUM MET PAGI EPRIBADEH


GIMANA KABAR HARI INI


PUASA LANCAR


UDAH SAHUR


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUAACHH**

__ADS_1


__ADS_2