
"Yang tadi siapa?" tanya Tiur, saat melihat Yasmine dan kedua keponakannya baru saja datang.
"Selirnya Putra Mahkota," jawab Yasmine terkesan santai, namun sepertinya tidak santai untuk sang Mami.
"Se-Selir?" beo Tiur.
Wanita setengah baya itu menatap tidak percaya pada Yasmine, begitu pun yang lainnya. Keluarga Prayoga lainnya terlihat menatap prihatin pada sang princess.
"Kenapa pada ngelihatin aku kayak gitu sih?" Yasmine sedikit risih kala melihat tatapan sendu mereka.
"Jangan bilang El juga bakalan punya Selir, terus ngeduain kamu!" kali ini Tiur terlihat serius, kedua tangannya mengguncang bahu sang putri.
Tidak! Tiur tidak akan rela kalau putri kesayangannya di sakiti secara batin. Apa lagi fisiknya juga, Tiur tidak akan membiarkan itu terjadi. Mau setampan dan sekaya apa pun menantunya, Tiur akan membawa Yasmine pul-,
"Buset! gila maruk amat sih tuh lakik. Padahal bininya pada cantik cantik. " seruan tidak Percaya Galaska membuat lamunan Tiur pecah.
Wanita paruh baya itu menatap ke arah Gentala dan Opa Damar, kedua mata Tiur seolah mengisyaratkan 'Bawa Yasmine kita pulang, aku gak rela kalau dia di duakan'.i
"Ya ampun Mami sama Papi jangan parno gitu deh, si Yazan nikahin Haraya karena- ya pokoknya ada alasan kuat untuk mereka bersama. Tapi jangan berpikir kalau El bakalan kayak gitu juga, Yas orang pertama yang bakalan mengubur dia hidup hidup pakai buldozer Mama Tata." ucap Yasmine,mencoba menenangkan sang Mami.
Yasmine paham kalau kedua orang tua dan para saudaranya takut- takut kalau dia akan mendapatkan nasib yang sama dengan Zorra. Sebagai seorang Pangeran- pasti banyak wanita yang mengagumi suaminya itu di luaran sana. Jangankan di luar, di dalam istana ini saja para siluman ular kadut sudah bertebaran.
"Mami cuma takut kalau kamu disak-,"
__ADS_1
"It's oke Mam, Yas bakalan baik baik aja di sini. El yang selalu jagain Yas- walaupun dulu sedikit terlambat." lanjutnya dalam hati.
Yasmine tersenyum manis pada Sang Mami, dia berusaha menangkan hati wanita yang sudah melahirkannya itu.
π
π
π
"Jaga sopan santun dan rasa hormat mu pada Putri Mahkota!"
Yasmine yang saat ini tengah membawa satu mangkuk besar salad buah, terpaksa menghentikan langkahnya. Dahinya berkerut melihat sang ibu mertua tiri tengah menatap tidak bersahabat padanya.
"Ibu Mertua tiri berbicara padaku?" tanya Yasmine masih tidak percaya.
Salah satu sudut matanya mengisyaratkan pelayan yang tadi ikut membantunya untuk pergi, sementara Sang Princess akan menghadapi kepala suku siluman ular kadut.
"Semakin lama kau di sini, tingkah mu semakin lancang dan berani ya, Putri Yasmine. Apa ini yang di ajarkan oleh keluarga Pra-,"
"Ini adalah urusan kita Lavera! jadi jangan pernah membawa atau pun menjelekan nama Prayoga dengan sikap ku selama ini." Yasmine dengan cepat memotong ucapan Sang Permaisuri, bahkan dia tidak memakai embel embel Ibu mertua tiri atau pun Yang Mulia Permaisuri untuk memanggil wanita tua itu.
"Keluarga Prayoga tidak ada kaitannya dengan sikap ku pada kalian. Sepertinya Putri Zorra sudah mengadu yang macam macam pada anda, padahal dia sendiri yang mengibarkan bendera perdebatan dengan ku tadi." lanjut Yasmine lagi.
__ADS_1
Bibirnya tersenyum miring kala melihat wajah mengeras Lavera, tidak ada lagi rasa hormat untuk wanita tua itu dari Yasmine. Semenjak Lavera memberikan hukuman cambuk padanya, Yasmine sudah mematikan nuraninya untuk Sang Permaisuri.
"Bagaimana reaksi mu kalau Ayah mertua tiba tiba memiliki Selir?" celetuk Yasmine.
Kali ini dia mengangkat sudut bibirnya tinggi tinggi, dagunya terangkat angkuh kala melihat wajah panik Ibu Mertua tirinya.
"Apa maksudmu Yasmine! jangan pernah macam macam padaku!" seru keras Lavera.
Sang Permaisuri terlihat murka kala Yasmine mengabaikannya, dan memilih pergi. Bahkan Sang Princess masih mengembangkan senyuman kemenangan saat dia meninggalkan Lavera dengan sejuta kekesalan.
**BIAR SEGER NIH MATAπππ
JANGAN LUPA DUKUNGAN LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAHNYA
SEKALI LAGI OTHOR UCAPKAN
MINALAIZDHIN WALFAIZDHIN MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN
SEE YOU NEXT TOMORROW
__ADS_1
BABAYYY MUUUAAACCHH**