
Yasmine dan Elvier meringis ngilu saat Gentala terus saja memegangi perutnya. Cubitan yang di berikan Tiur tidak main main, kekuatan cubitannya bisa mengalahkan super hiro manapun.
The power of emak emak!
Sementara Davyn, ah ternyata si bocah berisik itu juga ikut bersama Sang Mami- untuk menggerebek Papi-nya di tempat ini. Davyn terlihat santai, dengan headphone menutupi kedua telinganya. Bocah yang berusia 12 tahun itu sudah mempersiapkan segala sesuatunya- karena Davyn yakin kalau Sang Mami pasti akan mengeluarkan suara emas nan indah setelah sampai di tempat yang mereka tuju.
"Kan sudah Papi bilang tadi, Papi enggak macem macem sayang," Gentala mencoba menjelaskan perihal maksud kedatangannya ke Dubai, tanpa memberitahukan yang sebenarnya pada Tiur, terutama tentang kejadian yang menimpa Yasmine.
Wanita yang menjadi ibu dari dua orang anak itu mendengus pelan, Tiur benar benar kesal pada suaminya. Apa salahnya berkata jujur, kalau Gentala jujur dia tidak akan overtingking dan berpikiran buruk pada suaminya.
"Udahlah Mami mau istirahat, ngantuk. Selama seminggu Mami gak bisa tidur gara gara Papi!" ujarnya lagi, terdengar masih sangat kesal.
"Udah gak bisa di hubungin, nomor di luar jangkauan terus, ngasih kabar emggak. Siapa coba yang gak cur-,"
"Papi kan harus ganti nomor disini Sayang, udah ya jangan marah marah terus. Nanti kita bel-," ucapan Gentala teputus.
"Padahal aku sama Mami udah punya rencana buat nyari Papa baru kalau Papi enggak ketemu, tapi kayaknya Tuhan belum ngizinin,"
Mulut Gentala terbuka lebar mendengar ucapan Davyn yang menyelanya. Kedua bola matanya membola, Gentala benar benar tidak percaya dengan ucapan putra bungsunya. Davyn memang selalu pro pada Tiur, dimana pun dan kapan pun.
Sedangkan Yasmine dan Elvier sudah tertawa- lebih tepatnya hanya Yasmine sendiri, karena Sang Pangeran kedua terlihat lebih menikmati aroma rambut Sang Princess- dari pada pembicaraan kedua mertuanya.
__ADS_1
Elvier terus saja menempel bagai Cicak didinding pada Yasmine. Tidak peduli dengan tatapan mata lain, yang selalu mengarah ke padanya.
"Kok gitu sih, kan Papi baik- enggak macem macem kenapa kalian mau jahatin Papi. Emang siapa yang mau gantiin Papi, tunjukin orangnya!"
Davyn mengedikkan bahunya, bocah itu lempar batu sembunyi tangan. Setelah berhasil membuat Sang Papi emosi, kini dia bersikap seperti bocah polos tidak berdosa.
🐎🐎🐎
"Kapan dia keluarnya?"
Mulai dari dia bertanya,
'Dia makan apa didalam?'
'Makannya lewat mana?'
'Apa dia juga minum, biar tidak tersedak?'
'Kalau baby nya pipis atau pup bagaimana?'
__ADS_1
'Kenapa baby nya belum bergerak, bukannya kata orang baby bisa bergerak saat di dalam kandungan?'
Masih banyak lagi pertanyaan yang di lontarkan oleh Sang Pangeran. Entah itu pertanyaan real atau jebakan, membuat Yasmine harus menjelaskannya satu persatu seperti seorang guru yang tengah mengajari anak didiknya- walau pun lewat bantuan mbak Google.
Dan sekarang, si calon Daddy dan Mommy itu tengah bersantai di dalam kamar. Menikmati waktu berdua, memeluk satu sama lain, sembari menonton film lewat laptop. Melupakan sejenak masalah yang ada, menyongsong kebahagian yang sudah tercipta di depan mata. Mereka hanya perlu saling ada dan menguatkan, agar semua kebahagian yang tercipta bisa bertahan selamanya.
"Masih 7 bulan lagi El,"
Elvier menghela napas kasar, kenapa begitu lama- tidak tahukah kalau dia begitu tidak sabar untuk melihat bagaimana rupa sang jagoan. Apa nanti gennya lebih condong padanya, atau pada ibunya.
Kata orang, kalau bayinya laki laki- biasanya akan lebih mirip pada Sang ibu, begitu pun sebaliknya. Tapi Elvier berharap kalau sang jabang bayi akan miliki wajah dari kedua orang tuanya.
"Sehat sehat ya Sayang, nanti kalau kamu sudah keluar- Daddy bawa kamu ke atas karpet merah,"
Kedua mata Yasmine melotot tajam, satu tangannya mencubit keras lengan Elvier yang melingkar posesif di tubuhnya.
"Heh! jangan ngada ngada ya, enggak ada yang begituaan!" protes Yasmine, dia tidak akan rela anaknya di pamerkan ke publik, apa lagi menjadi begitu narsis kamera seperti Daddynya.
SABAR DONG AH
__ADS_1