
Yasmine menelisik setiap area yang dia lewati, kedua matanya berbinar kala melihat beberapa potret anggota Bangsawan Albarack terpasang di dinding istana.
Namun tidak ada foto Elvier satu pun di sana, mereka benar benar membuang pria itu dari istana ini. yasmine tersenyum miris, ternyata kehidupan si model mata duitan tidak sebaik keuangan dan isi rekeningnya.
Gadis bergaun biru berbahan sifon semata kaki itu terus saja berjalan menyusuri setiap lorong, entah kenapa malam ini Yasmine merasa bosan berada di dalam kamar sepanjang hari, apa lagi Elvier tengah pergi entah kemana selepas perdebatan yang terjadi di meja makan tadi.
Semua orang bungkam, tidak ada yang berani bersuara lagi setelah mendengar pekikan keras Yasmine. Bahkan gadis itu segera meninggalkan meja makan tanpa pamit, naf*su makannya hilang seketika padahal Yasmine baru memakan setengahnya.
"Gara gara para Pangeran kampreto, perut aku masih lapar. Harusnya tadi aku sumpal mulut mereka pakai centong nasi," gerutunya.
Yasmine terus saja memegangi perutnya yang berdendang, tapi waktu sudah menunjukan pukul 21.45 malam tidak baik memakan makanan berat.
Kedua kaki jenjangnya terus saja menapaki setiap marmer mahal istana Albarack, hingga saat Yasmine melewati sebuah pintu besar langkahnya terhenti sejenak kala mendengar suara dari dalam ruangan.
Kedua kakinya memaksa lanjut, tapi hati serta rasa penasaran yang begitu besar membuat Yasmine mendekat ke arah pintu.
"Dia sudah kembali, bagaimana ini?"
Yasmine semakin merapatkan tubuhnya pada pintu, perlahan gadis itu menempelkan salah satu telinganya di daun pintu. Pintu yang tidak tertutup rapat itu menyisakan celah untuk Yasmine bisa mengintip dan menguping.
"Singkirkan, aku tidak mau tahu!"
Yasmine mengernyit kala mendengar ucapan kedua orang itu, yang dia yakini adalah suara pria. Terdengar samar namun kedua telinga Yasmine masih bisa mendengar dengan baik.
Beruntunglah Yasmine tidak melepas alat bantu translate di telinganya, jadi saat ini dia tidak terlihat seperti orang bodoh saat mendengar obrolan kedua orang itu.
"Mereka lagi ngomongin siapa? 'sudah kembali?' pasti El lagi yang mereka ghibahin." gumam pelan Yasmine.
Gadis itu semakin menyipitkan kedua mata untuk mengintip kedalam, namun belum sepenuhnya berhasil sebuah tangan sudah membekap mulutnya.
"Eemmphh!"
Yasmine meronta, namun saat mendengar suara dari arah belakang tubuhnya, dia perlahan tenang dan tidak memberontak lagi.
__ADS_1
"Kita pergi dari sini!" ajaknya.
"Tapi-,"
"Jangan pernah membahayakan dirimu, Mine!" geramnya.
"Tapi El, mereka lagi ghibahin kam-,"
Ucapan Yasmine terhenti saat Elvier membopong tubuhnya ala karung beras tanpa izin, sekuat tenaga Yasmine menahan suaranya agar tidak memekik.Â
Kedua kepalan tangannya terus saja memukuli punggung lebar nan kokoh suaminya. Rasa mual dan pusing tiba tiba saja menyerang, karena posisi tubuh Yasmine yang terbalik.
"El?" panggilnya cemas.
"Diam Mine!" titah sang Pangeran kedua.
"El perut aku mual, hhmmpptt." Yasmine menutup mulut dengan telapak tangannya saat rasa mual semakin menjadi.
"El?!" panggilnya lagi.
"Kau baik baik saja?" tanya El acuh tak acuh.
Yasmine membuka kedua mata, saat dia berusaha menghalau rasa pening yang tengah menyerang kepalanya, akibat ulah sang Pangeran terbuang.
"Menurutmu? kamu pikir aku barang diangkut kayak gitu! kepala aku pusing El, kayaknya aku mau pingsan." celotehnya.
Dengan manja Yasmine menyenderkan kepalanya di lengan atas Elvier, gadis itu sengaja menutup kedua mata agar Elvier percaya kalau ini bukan sandiwara.
"Hentikan drama mu, Mine. Kembali ke kamar! jangan pernah berkeliaran di malam hari sendirian." ucap Elvier.
Pria itu menjauhkan kepala Yasmine dari lengannya, lalu segera melanjutkan langkahnya.
"Aku bosan di kamar! lagian kamu kemana sih? udah tahu aku baru disini kamu main pergi aja, gak ngasih tau lagi kemana perginya." omel Yasmine.
__ADS_1
"Aku ada urusan, kalau kau bosan tidur saja!" ucap tak acuh Elvier.
Yasmine semakin menghentakkan kedua kaki jenjangnya di lantai, bibirnya terus saja bergerak gemas mengerutuki pria yang ada di hadapannya saat ini.
"El?" panggil kesal Yasmine.
"Hentikan ocehan mu Mine! segera kembali ke kamar!" titahnya.
"Aku benci kamu!" umpat Yasmine.
"Bagus, pertahankan!" sahut Elvier tak acuh.
"Pokoknya Yasmine benci sama Jafar!" pekik Yasmine semakin menjadi jadi.
Bukannya prihatin atau berhenti, Elvier malah semakin mengencangkan langkah meninggalkan Yasmine, membuat gadis itu terlihat begitu kesal bahkan Yasmine melepas sepatu heels yang dia pakai dan melemparkan benda itu ke arah Sang Pangeran Terbuang.
Bruk!
BAYANGIN AJA KITA NEMPLOK DI SONO
**GEMES BANGET YA MINE MA EL😂😂😂
HOLLA ASSALAMUALAIKUM MET PAGI EPRIBADEH
GIMANA KABAR HARI INI
PUASA LANCAR
UDAH SAHUR BELUM
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA
SEE YOU NEXT PART MUUAACCHH**