Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Kolam Cinta


__ADS_3

"Iihhhhh aku kesel banget!" pekiknya.


"Kalau aja bukan demi rencana, udah ku robek mulut mereka! seenaknya aja ngatain aku murahan, penggoda, penikung." sambungnya tak kalah kesal.


Elvier yang tengah duduk di sofa hanya mengulum senyum, sudut bibirnya berkedut geli melihat ocehan istrinya. Elvier yakin kalau saat ini Yasmine tengah mencari pelampiasan, untuk mengeluarkan unek uneknya. Jadi, untuk menjaga dirinya tetap aman- Elvier sedikit menjauh, demi keselamatannya.


"Ellllll!"


Elvier terlihat waspada, saat mendengar rengekan Sang Princess. Sang Pangeran Kedua pun terlihat was was kala Yasmine semakin mendekat padanya.


"El! aku kesel, pokoknya aku kesel."


Elvier menaikan sebelah alisnya mendengar ucapan tidak jelas Yasmine. Wanita itu mendudukinya tanpa aba aba, membuat sesuatu yang ada dibawah sana tertekan dan tersiksa.


Kini giliran Elvier yang bergumam tidak jelas dengan bahasa negara asalnya. Sementara Yasmine malah mendekap erat tubuh tegap suaminya, tanpa mempedulikan gumaman Elvier yang tidak dia mengerti- karena alat penterjemah yang ada disalah satu telinganya sudah dia lepas.


" Mine?" bisik Elvier.


Satu tangannya mengusap punggung kecil Sang Princess. Kedua netra coklat ke abu abu'annya menatap lekat wajah damai Yasmine- yang ternyata sudah terlelap diatas pangkuannya.

__ADS_1


Tangan Elvier terulur untuk menyingkirkan anak rambut nakal, yang menutupi wajah ayu nan manis istrinya. Elvier bahkan tidak henti hentinya mengecupi seluruh permukaan wajah Yasmine.


"Aku tidak akan membiarkan siapa pun, menyakitimu lagi, Mine. Maaf, karena kedua kalinya aku gagal untuk melindungi mu." sesalnya.


Namun apalah dayanya, Elvier juga hanya manusia biasa- bukan dewa apa lagi malaikat. Pasti dia juga akan melakukan kesalahan, walaupun secara tidak disengaja.


                 


                        🐎🐎🐎


Yasmine menggeliat kecil, rasa nyaman ini membuat Sang Princess kembali bergulung dalam selimut tebalnya. Udara pagi ini terasa menusuk kulit, karena ternyata Kota Dubai tengah diguyur hujan.


Yasmine bahkan tidak menyadari kalau Elvier sudah tidak ada lagi di sisinya. Wanita yang memakai lingerie hitam itu perlahan membuka kedua mata, sedikit menyipit untuk menghalangi cahaya yang masuk ke area matanya.


Orang gila mana yang berenang di pagi buta? saat hujan lagi. Benar benar tidak waras! dan sayangnya orang yang tidak waras itu adalah suaminya sendiri.


Yasmine mengucek kedua matanya, satu tangannya menyibakkan selimut- lalu turun dari tempat tidur dengan malas. Rasa kantuk masih menguasainya, dengan langkah gontai Yasmine berjalan menuju balkon.


Kamar mereka yang luasnya mencapai belasan bahkan puluhan meter, membuat semua fasilitas moderen sudah tersedia didalamnya. Termasuk kolam renang dan Jazuji kecil, area gym dan taman kecil penuh bunga hidup kesukaan Yasmine.

__ADS_1


Elvier benar benar membuat suasana didalam kamar mereka begitu eksotis dan nyaman. Bahkan didalam sana ada bar kecil, tidak ada minuman beralkohol- hanya beberapa minuman ringan dan camilan untuk Sang Princess.


Yasmine menghela napas pelan, sembari berdiri didekat kolam renang. Kedua matanya terus saja melihat Elvier dengan lihai berenang kesana kemari, udara di area itu lebih dingin karena out door. Ditambah lagi dengan air langit yang masih saja menunjukan eksistensinya.


"Kau sudah bangun?"


Yasmine mengalihkan pandangannya ke arah kolam renang, wanita itu mengangguk lemah. Yasmine melangkah mendekat pada Elvier- yang tengah duduk di kursi santai.


"Kenapa kamu berenang pagi pagi? mana hujan lagi, orang gila mana yang berenang pas suhu lagi dibawah rata rata kayak gini," omelnya.


Yasmine meraih handuk yang ada di meja, lalu menggosok rambut basah suaminya dengan pelan dan penuh perasaan. Elvier bahkan harus mendongak untuk melihat ekspresi kesal istrinya saat ini.


Dan bukannya menjawab, Sang Pangeran malah memeluk Yasmine yang saat ini tengah berdiri dihadapannya. Posisi Elvier yang strategis, membuat pria itu bisa melihat jelas dala*man hitam tipis yang Yasmine pakai.


"Kenapa tidak membawa selimut kesini? sudah tahu dingin, kenapa kau tidak memakai baju, Sayang."


Elvier menduselkan wajahnya di perut terbuka Yasmine, karena saat ini Sang Pangeran sudah menaikan lingerie yang Yasmine pakai, hingga menampilkan paha bagian atas yang terekspos, membuat Elvier semakin membara kepanasan padahal hujan tengah mengguyur bumi Arab dengan derasnya.


"Sepertinya kita belum pernah mencobanya didalam kolam renang," bisik seduktif Elvier, di depan perut istrinya.

__ADS_1



WOKE, MARKICOB MARI KITA COBA


__ADS_2