Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Gentala Murka


__ADS_3

"Papi!"


"Papa Mertua!"


Ucap mereka berdua serempak, tubuh Elvier dan Yasmine tertanam di tempat. Apa lagi saat mereka melihat Gentala mendekat, tatapan pria paruh baya itu sulit di tebak.


Bahkan kehadiran Melody dan Luan di belakang tubuh Sang Mantan Buaya itu, menambah kesan ngeri di mata Yasmine. Yasmine yakin, perasaan tidak enak yang saat ini dia rasakan, ada hubungannya dengan Gentala.


"Papa mertua kapan sam-,"


BUGH!


"EL!" pekik keras Yasmine.


Wanita itu menatap tidak percaya pada Sang Papi. Gentala menghantam wajah Elvier dengan keras, bahkan tanpa bicara- pewaris kedua keluarga Prayoga itu meraih kerah kemeja menantunya. Tinggi keduanya yang sangat jauh berbeda, tidak membuat Gentala kesulitan atau bahkan takut.


"Ini sudah kesekian kalinya,"


Ucapan Gentala membuat Elvier terdiam, dia membiarkan Ayah mertuanya melampiaskan semua kekesalan padanya. Bahkan para pengawal Albarack tidak dapat mendekat, saat Luan serta Melody dan beberapa bodyguard pilihan Linochyl sudah menodongkan pistol ke arah kepala mereka.


"Tapi untuk yang satu ini, aku tidak bisa mentolelirnya lagi. Kalian sudah melewati batas, kalian meremehkan keluarga kami- Melody bawa Yasmine!" ucap Gentala pelan, namun sarat akan arti.


"Baik Tuan!"


Melody menurunkan senjatanya, wanita berwajah datar itu mendekat pada Yasmine. Langkahnya terlihat sangar, dengan wajah cantik dan tubuh tegap proporsional.


Namun belum sempat Melody mendekat, Ezar- salah satu pengawal Sang Pangeran Kedua sudah menjadi tameng untuk Sang Princess. Ezar tidak akan membiarkan Yasmine dibawa begitu saja oleh wanita berambut sebahu, yang terlihat tak bernyawa ini.


Apa mungkin wanita ini robot?


"Menyingkir darinya!"

__ADS_1


Ezar tetap bergeming, pria berpakaian ala bodyguard itu menatap tajam pada Melody.


"Maaf, aku tidak akan membiarkan kau atau siapa pun membawa Putri Yasmine pergi dari istana ini!" tantang Ezar.


Dia tidak peduli kalau lawannya kali ini adalah seorang wanita. Namun sepertinya wanita ini bukan orang sembarangan.


"Kak Melody please, aku enggak mau!" Yasmine yang sedari tadi menahan segela rasa, akhirnya tidak tahan lagi untuk berbicara.


Wanita yang tengah hamil muda itu, mendekat pada Gentala dan Elvier. Kedua matanya sudah berkaca kaca. Yasmine tahu apa yang sedang terjadi saat ini, dia yakin kalau lost kontaknya selama satu bulan ini membuat kedua orang tua dan keluarganya di Indonesia tidak mungkin tinggal diam.


"Papi- ini bukan salah El. Enggak ada yang salah disini, keadaan yang salah." bujuk Yasmine.


Dia berharap Sang Papi akan meredakan amarahnya sejenak, agar mereka bisa berbicara dengan kepala dingin.


"Papi akan membawa kamu pulang! dan mempersiapkan surat perpisahan kalian,"


DEGH!


"Papa mertua, kau boleh marah padaku tapi tol-,"


"KAU PIKIR AKU TIDAK TAHU HUH!" murka Gentala.


"Kau pikir aku tidak tahu apa alasan kau menikahi Yasmine. Kau menjerat putri ku yang polos ini dengan denda'an yang tidak masuk diakal, tapi dengan bodohnya aku tetap diam. Membiarkan rencana mu berjalan lancar, hingga-," Gentala tercekat dan menjeda ucapannya.


"Hingga- aku melihat sendiri bekas luka yang ada di tubuh putriku. Itu bekas luka cambukan bukan? apa yang sudah di lakukan oleh keluarga Albarack pada Putri Prayoga?" sambungnya pelan, namun menusuk.


"JAWAB!"


Gentala membentak keras Sang Pangeran Kedua, saat melihat Elvier menatap memohon padanya. Gentala dapat melihat kesenduan dikedua mata menantunya.


"Aku bahkan tidak pernah mencubitnya sedikit pun. Tapi kalian-, kalian berani menyiksa putri ku dan bahkan melakukan percobaan pembunuhan padanya. Tidak! aku tidak akan membiarkan nyawa Yasmine melayang sia sia ditangan kalian! LUAN!"

__ADS_1


Gentala memberi kode pada Luan, pria berkemeja hitam itu mengangguk dan mulai mendekat pada Yasmine.


"Nona Muda, bekerja samalah." bujuk Luan pelan.


Yasmine menggeleng cepat, dia segera menjauh dari Luan dan mendekat pada suami serta Papinya. Yasmine tidak akan membiarkan Papinya melakukan hal- yang akan merusak semua kebahagiannya hari ini.


"Papi, Yash mohon jangan kayak gini. Papi tega misahin Yash sama El, Yash gak mau Pi- Yash gak mau dipisahin sama El. Yash sayang sama suami Yash, Papi jangan gitu dong. Apa Papi mau kalau Opa Marvin datang terus misahin Papi sama Ma-,"


"YASMINE ALORA!"


Ucapan Yasmine terhenti saat mendengar bentakan Gentala, bahkan si calon ibu muda itu segera memeluk tubuh suaminya- karena terkejut.


"Papa mertua, tolong jangan membuat istriku terkejut," ujar Elvier tenang.


Entah kenapa Sang Pangeran Kedua terlihat begitu pandai mengatur raut wajahnya. Sempat terkejut, namun seperdetik kemudian Elvier kembali tenang.


"Aku yakin calon cucumu juga sama terkejut, seperti Mommy-nya," sambung Elvier.


"Iya, Yash kaget tau denger Papi teriak. Terus perut Yash juga agak sakit, pasti cucu Papi kaget juga didalam sini," Yasmine ikut menimpali, membuat lidah Gentala semakin kelu.


"Kalau Papi maksa buat Yash sama El berjauhan, berarti Papi tega misahin cucu Papi sama Daddy nya. Papi mau cucu Papi enggak punya Daddy?" sambung Yasmine, membuat Gentala membeku di tempatnya.



MELODY SUMBANG, ADA YANG KANGEN?


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYYY MUUAACCHH**

__ADS_1


__ADS_2