Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Sakau


__ADS_3

"Manis, aku suka." bisik seduktif Elvier.


Seringai di bibirnya semakin menjadi kala melihat Yasmine membuka mulutnya lebar. Bahkan dengan tidak tahu malunya Elvier kembali meraup bibir Yasmine yang begitu menggiurkan di kedua matanya. Entah kenapa bibir mungil tipis dan semerah cherry itu kini sudah menjadi candu baginya.


Semakin Elvier menahannya, maka dia akan semakin sakau. Elvier akan merasa tidak nyaman sebelum menemukan bibir Yasmine untuk dia raup dan nikmati. Anggap saja bibir dan tubuh istrinya itu adalah obat terlarang yang akan selalu membuatnya sakau, apa bila dia tidak menikmatinya sehari, bahkan hanya dalam beberapa jam saja.


Elvier sepertinya melupakan dan mengabaikan beberapa pasang mata yang melihat kegilaannya, termasuk Leala- adik tirinya. Bukannya risih lalu menghindar, Laela malah terlihat antusias melihat kemesraan kakak tiri serta istrinya secara langsung. Secara dia tidak pernah melihat Yazan dan Zorra bermesraan seperti itu, walaupun mereka sering bersama kemana pun.


Gadis remaja itu memasang wajah berseri kala melihat Elvier terus saja melu*mat bibir kakak iparnya. Dasar kakak tiri tidak punya akhlak, setidaknya dia pergi ke ruangan lain jika ingin berciuman.


Sedangkan beberapa mata lain, yang baru saja keluar dari ruangan terlihat berkedip tak percaya. Bahkan Kaviar, sang Putra Mahkota keluarga Abraham semakin terbakar kala melihat adegan intim antara Elvier dan Yasmine, untuk kedua kalinya.


"Setidaknya kalau kalian ingin berciuman, jangan di tempat terbuka!" seruan kencang Yazan, membuat Elvier terpaksa melepaskan tautan bibirnya.


Salah satu sudut bibirnya terangkat, pria jangkung itu melirik sang Kakak tiri lewat sudut matanya. Sementara kedua tangannya mendekap Yasmine, menyembunyikan wajah bersemu sang Princess di dadanya.


"Aku berciuman dengan pasanganku, bukan pasangan orang. Mau dimana pun dan kapan pun itu tidak masalah, yang bermasalah itu kalau berciuman dengan pasangan orang." sarkas Elvier.


Sang Pangeran Kedua semakin menaikan salah satu sudut bibirnya, dia merengkuh tubuh Yasmine lalu berjalan menjauh.


"Aku tidak mau tahu, kau harus datang untuk mewakili ku disana!"


Elvier menghentikan langkahnya kala mendengar seruan Yazan, pria itu terlihat menghela napas pelan lalu menoleh.

__ADS_1


"Besok aku ada pemotretan!" tolak Elvier tanpa basa basi.


"Tinggalkan pekerjaan mu yang tidak berguna itu Pangeran Kedua! kau harus ikut bertanggung jawab pada istana ini!" ucap Yazan lagi.


Elvier menyunggingkan senyuman sinis pada saudara tirinya, di saat Yazan tidak sanggup dan tidak bisa menghandle semuanya, barulah dia yang akan menjadi tameng.


Licik bukan?


"Aku tidak peduli! kalau kau tidak sanggup mengatur semua pengikut mu, bubarkan saja!" sahut Elvier masa bodoh.


Pria jangkung itu kembali melangkah, salah satu tangannya terus saja bertengger mesra di pinggang sang Princess. Meninggalkan Yazan dan yang lainnya yang terlihat amat kesal padanya.


Apa Elvier peduli?


Tentu saja tidak! mau istana ini makmur atau pun punah, dia tidak akan peduli. Yang dia pedulikan saat ini adalah, Elvier harus mempertahankan haknya di sini, termasuk padang rumput milik Sang Ibu.


Sang Putra Mahkota menyunggingkan senyum kemenangan, kala melihat Elvier menghentikan langkahnya. Yazan yakin kalau saudara tirinya itu tidak akan membiarkan ladang ilalang itu hancur.


"Sedikit saja kau berani menyentuhnya, akan aku pastikan istana dan peradaban mu akan hilang dalam satu hari!" gertak Elvier sangat serius.


Tanpa ingin berbalik atau menoleh, Elvier kembali melanjutkan langkah membiarkan Yazan berkesal ria padanya hari ini.


"El?" panggil Yasmine pelan.

__ADS_1


Wanita itu mendongak, kedua mata bulat hitamnya menatap wajah Elvier yang kembali datar.


"Hm," sahut Elvier.


Yasmine menggigit bibirnya, dia ragu saat akan berbicara. Padahal saat ini mulutnya ingin sekali mengatakan hal itu pada Elvier.


"Tadi aku juga dengar kalau ibu tiri kamu mau bikin bungalow di padang rumput Mama mertua, kalau mereka berhasil merebutnya dari kamu." celetuk Yasmine.


Bahkan wanita itu menahan napas sejenak, Yasmine takut kalau aduannya itu akan semakin memperburuk keadaan. Tapi kalau dia tidak membicarakan ini pada suaminya, Yasmine juga tidak tahu harus berbuat apa untuk membantu Elvier mempertahankan padang rumput indah itu.


"Aku pastikan tidak akan terjadi apa pun pada padang rumput itu, tempat itu akan menjadi area bermain anak anak kita nanti, bersama Hisan dan para kuda poni." sahut Elvier tenang.


Bahkan Sang Pangeran Kedua mengembangkan senyum pada Yasmine, sebelum dia menunduk untuk mengecup dahi sang Princess. Walaupun sebenarnya saat ini salah satu tangannya yang terbebas tengah terkepal erat.


Elvier tidak akan membiarkan para ular itu menghancurkan tempat kesukaan sang ibu, dia akan mempertahankan padang rumput itu apa pun yang terjadi.


'Kalau mereka berani menyentuhnya, jangan salahkan kalau aku akan berbuat hal yang sama pada mereka.' gumam Elvier dalam hati.



**YAZAN RASYID ALBARACK


YUHUUUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYYY MUUUUAACCHH**


__ADS_2