
Kedua mata hitam bulat Yasmine terbuka lebar kala melihat puluhan kuda jantan di depannya. Para Kuda itu tidak menganggur, ada beberapa joki tengah mengendalikan mereka.
"Selamat datang, Pangeran Kedua." sambut mereka.
Bahkan para Kuda pun berhenti meringkik kala mereka menyadari kehadiran Elvier dan Yasmine.
"Dimana, Hisan?" tanya Elvier.
Kedua mata Elangnya terus saja memindai satu persatu Kuda yang tengah di tunggangi para Joki.
"Hisan ada di kandangnya, Pangeran. Selama Pangeran pergi, Hisan tidak pernah mau di sentuh oleh siapa pun. Bahkan saat kami membersihkan kandang, Hisan akan menyerang," ujar sang penjaga Hisan.
Pria tua itu lah yang menjaga serta merawat Hisan, Kuda jantan berwarna coklat yang memiliki tubuh besar tinggi dan kuat. Bahkan saat Elvier terusir dari istana, dia belum sempat menemui teman bermainnya itu.
Dulu Hisan dan Elvier selalu bersama, bahkan setiap hari mereka tidak pernah terpisah. Saat usia Elvier berusia 7 tahun, dia dan Yazan sudah di latih menunggang Kuda. Hisan lah Kuda pertama yang Elvier tunggangi, Hisan lah yang menjadi temannya setelah Yaser.
Dan Hisan lah teman yang paling setia, tidak seperti Yaser. Pria yang sudah Elvier anggap seperti saudara kandungnya sendiri, tapi pria itu lebih memilih kedudukan dari pada arti persaudaraan. Sejak saat itu Elvier tidak pernah mudah mempercayai orang lain, dan itulah motivasi Elvier selama ini, hidup untuk uang agar dapat membeli kepercayaan orang.
"Aku akan kesana bersama istriku," ujar Elvier.
__ADS_1
Pria jangkung itu segera meraih telapak tangan Yasmine dan menggenggamnya erat. Tanpa persetujuan Yasmine, dia membawa gadis itu menuju kandang Hisan- Kuda kesayangannya.
Ringkikan Hisan mulai terdengar, Elvier pun semakin mempercepat langkahnya diikuti oleh Yasmine. Dugaan sang Pangeran benar, Hisan tengah mengamuk saat salah satu orang yang tengah membersihkan kandang mendekat padanya.
"Diam di tempatmu! aku tidak akan menjamin kalau Hisan tidak akan menendangmu!" peringat Elvier.
"Pa-Pangeran," gumam sang pria.
Pria berkaos hitam itu menghela napas lega, dia lega karena pemilik Kuda galak sangar kuat dan pemarah ini telah kembali.
"Keluarlah dari sana!" titah Elvier lagi.
"Hallo kawan, lama tidak berjumpa." ucap Elvier, terdengar begitu akrab dengan Kuda jantan berwarna coklat itu.
Ringkikan Hisan yang tadinya terdengar marah, kini mulai mereda kala Elvier menyentuh surai lebat Hisan dari luar kandang.
Sementara Yasmine hanya melihat heran pada kedua makhluk beda jenis yang ada di hadapannya. Yasmine tidak menyangka kalau Elvier bisa menunggangi Kuda, benar benar pangeran sejati bukan? dia kira kalau Elvier hanya bisa berlenggak lenggok di atas catwalk saja, tapi ternyata suaminya juga bisa menunggangi Kuda. Yasmine jadi penasaran bagaimana rasanya naik Kuda, karena selam hidupnya Yasmine belum pernah naik Kuda asli, kalau kuda kuda'an komedi putar Yasmine sudah sering- dulu.
"Kau senang aku kembali?"
__ADS_1
Elvier terus saja berbicara dengan Hisan- Kudanya. Keduanya terlihat saling melepaskan rindu, bahkan Hisan ter-ringkik pelan saat Elvier terus saja mengusap surai indahnya.
"Kenalkan dia istriku, kau tidak boleh cemburu oke. Nanti kita akan mencari kuda betina yang kau mau." kekeh Elvier.
Usapan di surai sang Kuda tidak pernah berhenti, Elvier sedikit melirik lada Yasmine yang masih terdiam.
"Kau tunggu di luar, aku akan masuk." ucap Elvier.
Pria jangkung itu mendekat pada Yasmine, satu tangannya meraih kepala istrinya lalu memberikan kecupan lembut disana.
"Hisan belum terlalu mengenalmu, aku takut kalau dia akan mengamuk lagi dan menyakitimu, Mine," ujar Elvier lagi.
Sang Pangeran memberikan pengertian pada Sang Princess saat melihat wajah masam gadis itu. Karena Elvier tahu kalau Yasmine ingin ikut bersamanya masuk, tapi itu adalah ide yang buruk. Elvier tidak bisa menjamin kalau Hisan tidak mengamuk lagi saat melihat Yasmine, yang nota bene masih orang asing baginya.
BANG EL MAIN KUDA KUDAAN YUK
__ADS_1
INI DIA YANG NGAJAK MAIN KUDA KUDAANYA