
"Mau kemana kita hari ini?" monolog Yasmine di depan cermin.
Kedua sudut bibirnya terus saja terangkat, hari ini dia dan Elvier akan mengelilingi pusat perbelanjaan di dalam gedung 164 lantai ini. Sesuai dengan janji sang model, kalau Elvier akan menemaninya mengelilingi Dubai full day, sebelum nantinya Yasmine bertemu dengan keluarga Elvier.
"Kita bakalan menguras isi rekening si Mr Jafar, ya kan Owy! hari ini kita akan healing bertiga. Menghabiskan waktu serta harta seorang Elvier Milles ha ha ha-,"
"My Lord sudah menunggu Princess."
Tawa jahat Yasmine terhenti saat mendengar Hanna bersuara, dia lupa kalau di apartment mewah ini ada mata mata si Jafar. Jin berbentuk robot tak ber raga yang selalu mengikutinya kemana pun dan di mana pun, kecuali kamar mandi.
Yasmine menghela napas kasar, sebisa mungkin dia mempertahankan senyuman bahagianya. Yasmine segera menggendong Jey dan membawanya keluar.
"Aku kira kau mati karena menelan alat make up mu!" sarkas Elvier.
Pria itu menatap datar dan terlihat kesal pada Yasmine, Elvier bukan tipe orang yang suka menunggu. Jadi saat dia di haruskan menunggu, Elvier akan mengeluarkan kata kata pedas dan menyebalkan untuk orang yang dia tunggu.
"Kamu jahat banget sih El, nanti kalau aku mati kamu pasti nyesel pernah ngomong gitu sama aku." cibir Yasmine.
Yasmine akan membiasakan diri dengan berbagai ucapan dan perilaku menyebalkan Elvier. Walaupun rasanya Yasmine ingin sekali menepuk mulut suami denda'annya itu.
__ADS_1
"Ayo berangkat!" ucap tak acuh Elvier.
Pria berkaos abu abu itu seakan menghindari pembahasan mereka kali ini, Elvier segera meraih jaket hitamnya.
"Jangan menghindar dong, kan kamu yang pertama bahas. Giliran aku tantangin balik, gak berani jawab. Tapi buat apa kamu jawab, toh pasti jawabannya udah pasti kalau Elvier Milles gak bakalan peduli pada Yasmine. Mungkin kamu bakalan bersyukur kalau aku gak ada di dunia ini." gumam Yasmine pelan, namun masih dapat di dengar oleh Elvier. Membuat langkah sang supermodel terhenti, bahkan tubuhnya terasa kaku untuk di gerakan.
"Ngapain berhenti! ayo nanti tokonya keburu tutup!" ajak Yasmine tak acuh.
Gadis itu melewati suami denda'aannya begitu saja, tanpa ingin melirik atau pun menoleh pada Elvier.
🐱
🐱
🐱
Entah kenapa mulut Elvier sulit terbuka, saat mendengar Yasmine mengoceh. Ocehan yang biasanya membuat kedua telinganya gatal, kini malah terdengar mendayu seirama napas yang dia hembuskan. Rasanya Elvier akan rindu dengan ocehan sang Princess, apa bila waktunya telah tiba.
Tapi, apakah dia sanggup? entahlah, semoga saja semua yang sudah dia rencanakan tidak hancur berantakan hanya karena sebuah rasa asing yang tiba tiba datang menghampiri. Membuat Yasmine membencinya, adalah salah satu bagian dari rencana.
__ADS_1
"Kau terlalu berisik, Mine! lihat, semua orang menatap pada kita, kau kampungan sekali." decak Elvier.
Pria itu segera melebarkan langkahnya, menjauh dari Yasmine yang tertanam di tempatnya. Mulut gadis itu terbuka lebar, kedua matanya mengerjab tidak percaya saat mendengar ucapan Elvier.
Kenapa sikap pria keturunan menara sutet itu selalu berubah-ubah? sekejap manis, sekejap menyebalkan dan membuatnya sakit hati. Ada apa dengan si model mata duitan? apa Elvier memiliki kepribadian ganda? atau si siluman kalong perlahan berubah menjadi siluman bunglon?
Yasmine menghirup napas dalam, dia masih diam di tempatnya. Gadis itu tidak peduli saat melihat Elvier semakin menjauh darinya. Yasmine lebih memilih arah sebaliknya, sang gadis memutuskan untuk menghindar.
Sementara Elvier, pria itu terus saja berjalan tanpa ingin memastikan sesuatu.
"Mine? apa kau ingin ke area perma-,"
Ucapan Elvier terhenti saat tidak melihat Yasmine di belakangnya, kedua mata coklat ke abu abu'annya menelisik setiap penjuru. Namun Elvier tidak berhasil menemukan Yasmine dimana pun.
"Astaga gadis kecil itu selalu berhasil membuatku kerepotan!" geram Elvier.
PUSING KAN LO EL
__ADS_1