
Selepas kejadian tadi, Kaviar memutuskan untuk membawa Zoyya dan Zorra pergi dari sana, di bantu oleh Zallima yang masih terlihat pucat setelah melihat betapa bar barnya istri seorang Elvier Albarack Milles.
Dan kini wanita bar bar itu terlihat tengah menikmati eskrim di tangannya, bahkan dia melupakan Elvier yang terus saja mengikuti langkahnya sembari membawa beberapa paper bag milik sang Princess.
Wajah dingin dan datar yang Yasmine tunjukan tadi hilang begitu saja, setelah kepergian keempat manusia itu. Sekarang wajah manis dan imut Yasmine semakin berbinar, sepertinya suasana hati Sang Princess kembali membaik.
Bahkan Elvier sempat berpikir, apa mungkin istri kecilnya ini memiliki kepribadian ganda? Elvier menggelengkan kepala pelan, bahkan pria jangkung itu menertawakan pemikirannya tentang Yasmine. Tapi bisa saja bukan, kalau di lihat dari perubahan sikap wanitanya. Elvier bahkan tidak mengira kalau Yasmine akan berani bermain fisik dengan kedua wanita siluman ular kadut itu. Dia mengira kalau Yasmine hanya berani beradu mulut, walaupun Elvier juga mengakui betapa berbahayanya lemparan sepatu Sang Princess.
"Mobil kamu dimana?"
Elvier sedikit tersentak kala mendengar Yasmine bertanya padanya, bahkan tubuh tinggi besarnya itu hampir saja menabrak tubuh kecil istrinya, kalau saja Elvier tidak segera menghentikan langkahnya.
Sang Pangeran menghirup napas secara perlahan, saat melihat wajah polos nan manis itu terlihat berbinar sembari menjilati eskrim. Sebenarnya Elvier bukan fokus pada wajah polos itu, melainkan bibir tipis nan merah yang tengah membelai lelehan eskrim.
Kalau saja ini bukan tempat terbuka, Elvier sudah melahapnya sedari tadi. Tapi karena otaknya masih waras, tidak mungkin dia melahap Yasmine di tempat umum. Elvier lebih menyukai tempat sepi, damai, sedikit redup dan romantis, dimana lagi kalau bukan kamar mereka berdua.
"El?!" panggil Yasmine sedikit kesal.
"Iya," sahut Elvier cepat.
"Kamu ngelamun?"
__ADS_1
Elvier menggeleng, pria jangkung itu mendekat pada Yasmine namun dengan cepat wanita itu menghindar.
"Enggak usah dekat dekat! kamu masih bau sampah busuk!" sarkas Yasmine.
Sang Princess kembali melanjutkan langkahnya tanpa ingin mendengar Elvier berbicara. Sementara Elvier- dia hanya bisa menghela napas sabar, ternyata Sang Princess masih merajuk padanya. Sang Pangeran Kedua kembali mengikuti langkah santai Yasmine dari jarak aman, Elvier tidak ingin membuat Yasmine semakin marah padanya. Bisa bisa jatah malam ini tidak dapat terealisasikan, padahal Elvier ingin mencoba gaya baru.
"Mobil kamu dimana, El?" Yasmine kembali bertanya, setelah mereka sampai di loby.
"Murad sedang mengambilnya," sahut Elvier.
Pria jangkung itu mengedarkan kedua matanya guna mencari Murad- salah satu pengawal setianya. Pria yang usianya tiga tahun lebih tua darinya itu berhasil mempertahankan dirinya di istana, setelah Lavera berkuasa. Karena Sang Permaisuri mengeluarkan seluruh pengawal dan pelayan yang setia pada Elvier dan Ennet kala itu, setelah Elvier pergi dari istana.
Elvier melangkah terlebih dahulu mendekat ke arah mobil Ferrari abu abu miliknya, yang baru saja datang.
Setelah itu Murad pamit, dan pergi menuju arah jalan dimana rekannya sudah menunggu.
"Ayo Mine!" ajak Elvier.
Pria itu mengulurkan tangan, namun Yasmine sama sekali tidak mau menerima uluran tangannya. Sang Princess lebih memilih untuk segera masuk kedalam mobil, setelah Elvier membuka pintu.
Braak!
__ADS_1
Dengan tidak berperasaan Yasmine membanting pintu mobil dengan kencang, mobil yang harganya mencapai puluhan Milyar rupiah itu seperti tidak ada harga dirinya dihadapan Yasmine. Sedangkan sang pemilik mobil hanya menghela napas kasar, selain Yasmine suka sekali melemparkan sepatu padanya, wanita itu juga senang sekali membanting pintu mobil saat kesal seperti ini.
Elvier menyugar rambutnya kasar, sang Pangeran segera masuk kedalam mobil, dia tidak ingin melihat Yasmine kembali murka padanya.
"Pakai sabuk pengaman mu, Mine." titah sang Pangeran Kedua, saat melihat Yasmine belum memakai safety keselamatan.
Dengan sabar Elvier mendekat, berniat untuk memasangkannya. Namun belum sempat mendekat, telunjuk Yasmine sudah menahan dadanya agar menjauh.
"Stop! jangan dekat dekat!" larang Yasmine tanpa ingin di bantah.
"Ingat kamu masih bau bus-,"
Ucapan Yasmine terhenti saat melihat Elvier dengan cepat membuka kemeja yang dia pakai. Pria jangkung itu melemparkan keluar mobil tanpa beban, dan sekarang Elvier bertelanjang dada. Sang Pangeran Kedua hanya memakai celana bahan berwarna senada, sedangkan bagian atas tubuhnya sudah tidak berbusana.
"Apa aku masih berbau busuk, hm?" suara rendah dan dalam yang Elvier keluarkan, mampu membuat Yasmine merinding bahkan untuk sekedar menelan salivanya saja dia susah payah.
Bahkan kedua mata hitam bulatnya tidak mampu berkedip saat melihat enam pahatan di perut suaminya. Bukankah Yasmine pernah berkata, kalau imannya akan semakin melemah saat dia melihat ABS seorang pria, apa lagi pria itu adalah suaminya sendiri.
'Tahan Yas tahan, jangan biarkan otak mesum mu ini menguasi, terus kamu nyerang El di dalam mobil.' gumam Yasmine didalam hati.
__ADS_1
PLISS JANGAN DEKAT DEKAT EL, OTHOR UDAH TOBATTTTT