Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Perjalanan Hidup Elvier


__ADS_3

Elvier dengan santai menelan beberapa butir obat yang di berikan oleh asistennya, sementara di depannya saat ini ada seorang pria paruh baya yang tengah menatapnya sendu.


"Pa-,"


"Sssttt, aku tidak suka Paman memanggilku dengan sebutan itu," protes Elvier, kala pria paruh baya itu hendak berbicara.


"Baiklah, Paman mengerti. Jadi, apa yang akan kau tugaskan pada Paman mu ini?" ucap sang Paman.


Elvier menghela napas kasar, satu tangannya terulur meminta sesuatu pada Burak- sang asisten. Terlihat Burak segera memberikan apa yang di minta oleh sang model, pria berdarah Turki itu kembali ketempat nya setelah menyerahkan sebuah map pada Elvier.


"Tolong nikahkan aku dengan gadis ini, keluarganya memintaku membawa keluarga kita. Di sini yang aku percaya hanya Paman, bukan Ayah atau pun yang lainnnya." ucap Elvier to the poin.


Dia tidak ingin bertele tele, Elvier ingin segera menyelesaikan semuanya, dengan cara inilah agar haknya bisa terpenuhi.


"Kau yakin? apa ini salah satu cara cerdik mu, agar apa yang menjadi hak mu disana bisa kau miliki? kau bisa membahayakan hidup gadis cantik ini Pa-, Elvier." ucap khawatir sang Paman.

__ADS_1


"Kau tahu kan bagaimana persaingan mereka, bahkan kau saja dengan mudah mereka singkirkan setelah ibu mu tiada. Lavera tidak akan membiarkan mu dengan mudah membawa gadis ini masuk lebih dalam lagi. Kau bisa melihatnya sendiri saat ibu mu dia singkirkan dari sisi Ayahmu, walaupun Ayah mu begitu mencintai Kakak ku, tapi Lavera bisa menyingkirkannya dengan mudah. Aku tidak ingin gadis tak berdosa ini menjadi korban keserakahan wanita itu, selanjutnya." lanjutnya penuh peringatan.


"Bukan kah ini menjadi salah satu syarat dari si tua bangka itu, dan akan aku pastikan kalau semua yang terjadi pada Ibuku, tidak akan pernah terulang lagi. Kau belum tahu seberapa kuatnya dia, Paman. Aku yakin kalau akan terkejut saat melihatnya nanti, jangan kau lihat dari wajah atau tampilannya saat di foto. Gadis kecil itu bahkan  membuatku tidak bisa bekerja selama 2 pekan lamanya." kekeh Elvier.


Bahkan saat dia terbatuk pun, kekehannya tidak juga kunjung reda. Apa lagi saat mengingat wajah kesal Yasmine kemarin. Gadis kecil itu begitu pintar dalam berakting, Elvier yakin kalau Yasmine tidak akan mudah tertindas.


"Baiklah kapan kita memulainya?" tanya sang Paman serius.


"Nanti malam," sahut Elvier tenang.


Pria paruh baya itu menatap khawatir pada keponakan semata wayangnya, bahkan dia sudah menganggap Elvier seperti putranya sendiri.


"Kau juga sudah bau akhirat, Paman," kekeh Elvier.


Si model mata duitan ini memang tidak pandang bulu saat merendahkan seseorang, sang Paman pun ikut kena imbasnya. Tapi begitulah sifatnya, didikan keras keluarga Albarack membuat Elvier terbiasa bersikap seperti itu.

__ADS_1


Apa lagi persaingan antara keluarganya, membuat Elvier dan anggota keluarga Albarack selalu menegakan kepala. Termasuk sang Kakak laki laki, yang satu Ayah dengannya. Kakak yang selalu menjadi perbandingan dengannya, bahkan anggota keluarga Albarack lebih mendukung pria yang usianya 1 tahun lebih tua darinya itu. Setelah kepergian sang Ibu saat usia Elvier menginjak remaja, sang model mulai memberontak, Elvier tidak lagi patuh pada aturan yang di buat oleh sang Ayah.


Sebagai anak dari seorang selir kesayangan, Elvier memang di tuntut untuk menjadi bayangan sang putra mahkota. Namun karena Elvier memberontak, sang permaisuri mendepaknya dengan mudah. Elvier terusir dari keluarga Albarack dengan fitnahan kejam. Bahkan tidak ada satu orang pun yang mempercayainya kala itu, kecuali sang Paman dan Burak, kedua pria itulah menjadi penyokong hidup seorang Elvier Milles.


Bertahun tahun hidup di negeri orang, bekerja keras agar kehidupannya lebih baik tanpa campur tangan sang Ayah, membuat Elvier tidak mudah percaya pada siapa pun. Uang adalah segalanya, bahkan para wanita hanya pajangan baginya. Elvier hidup dengan segala kemewahan, keangkuhan, arogan, otoriter, bahkan dia akan lebih memilih tawaran kerja dari para agency model, yang banyak menghasilkan uang untuknya. Elvier si model mata duitan, yang terusir dari keluarga Albarack bersiap mengambil haknya kembali.



**BEH YAS BETATO LAKIK LU YAS, BIKIN MUPENG😍😍


HOLLA MET PAGI EPRIBADEH


GIMANA KABAR KALIAN HARI INI


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHH**


__ADS_2