
Hoek.... Hoek...
Hoek.....
Yasmine mengernyitkan dahi saat mendengar Elvier dan Gentala muntah secara bersamaan pagi ini. Kenapa dua pria yang dia sayang tiba tiba muntah? apa mereka berdua masuk angin? atau malah mabuk catur, karena semalam Elvier dan Gentala bermain hingga pagi menjelang.
Tok
Tok
Tok
"El, Pi? kalian berdua kenapa?"
Yasmine mengetuk pintu kamar mandi dengan keras. Semalam Gentala kelelahan sehabis bermain catur, si calon Kakek itu tertidur diruangan yang sama dengan Elvier. Sedangkan Yasmine, karena sudah mengantuk dan mulai bosan- akhirnya dia memilih kembali ke kamar, dari pada harus melihat permainan si otak jenius yang membuat kepalanya berdenyut.
"Mine?" rengek sang calon Daddy, saat dia melihat istrinya sudah berdiri diambang pintu.
Sang Pangeran Kedua segera memeluk tubuh kecil Yasmine, lalu menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Sang Princess. Memberikan kecupan kecil dan basah, membuat Yasmine bersusah payah mendorong kepala suaminya agar menjauh.
__ADS_1
"El, ada Papi di sini!"
Elvier menulikan kedua telinganya, pria bertubuh tinggi tegap itu terus saja melancarkan aksinya. Salahkan Yasmine saja, karena semalaman wanita hamil itu malah meninggalkannya bersama Gentala. Bahkan tanpa Yasmine ketahui, kedua pria beda usia itu hampir saja saling memeluk satu sama lain, saat merasakan dinginnya AC.
Karena keduanya ketiduran, alhasil tidak ada bantal atau pun selimut tebal yang menemani keduanya.
"Astaga, kenapa aku merasa lagi morning sick gini sih." gumam Gentala pelan, membuat Yasmine menoleh.
"Apa calon cucu ku enggak suka sama Kakeknya?" ucapnya lagi.
Gentala belum menyadari kalau Yasmine dan Elvier masih ada diruangan itu. Gentala memijit pelipisnya yang lumayan berdenyut, ingatannya kembali mundur beberapa belas tahun yang lalu- saat Tiur sedang mengandung Yasmine.
Disaat itu dia juga yang mengalami morning sick selama dua bulan lamanya. membuat Gentala jarang ke kantor, bahkan mandi dan bangun pun siang- untuk menghindari rasa mual di perutnya saat pagi hari.
Gentala tersentak kaget saja mendengar suara Yasmine. Kedua matanya membulat kala melihat Elvier tengah mengecupi kedua pipi putrinya tanpa henti.
"Setidaknya kalau mau bermesraan, tolong kalian lakukan di kamar- jangan di depan orang LDRan!" dengusnya kesal.
__ADS_1
🐎🐎🐎
"Maaf aku tidak bisa menyambut kedatangan Besan. Aku mewakili seluruh anggota keluarga Albarack, meminta maaf sebesarnya pada keluarga Prayoga- karena sudah melukai Putri Yasmine, disengaja atau pun tidak." Ommar berucap begitu tulus dari dalam hati.
Sang Tuan Bangsawan benar benar merasa tidak enak hati pada keluarga Prayoga. Ommar yakin kalau Gentala dan keluarganya pasti sudah tahu apa yang terjadi.
"Tidak apa apa, justru saya dan keluarga Prayoga ingin mengucapkan belasungkawa. Kami turut berduka dengan musibah yang menimpa Putra Mahkota dan kedua istrinya, begitu pula dengan istri anda- Besan," sahut Gentala apa adanya.
Pria beranak dua itu memang sempat tidak percaya, kalau Yazan dan istrinya ternyata sudah tiada- sementara Sang Selir tengah di rawat karena depresi berat.
Dan lebih tidak percaya lagi, kalau mereka melibatkan putri sematawayangnya. Hingga menyebabkan Yasmine koma selama satu bulan. Bahkan si menantu kurang ajar itu tidak memberitahukan padanya, Elvier lebih memilih untuk diam dan bergerak sendiri.
Memang benar benar menantu durhaka, ingin rasanya Gentala mengutuk Elvier menjadi Pangeran Bekicot.
"Saya juga minta maaf karena gagal melindungi menantu keluarga Albarack, saya juga akan menyerahkan tahta yang selama ini saya tempati pada Pangeran Kedua," Ommar menjeda.
"Tapi kalau dia menolak- cucuku yang akan menempatinya," sambung Ommar, saat dia mendengar Elvier berdecak.
Ommar yakin kalau Elvier akan menolaknya, karena sedari dulu putra dari istri pertamanya itu sama sekali tidak menginginkan tahta. Elvier hanya ingin mengambil sebagian haknya dan sang ibu, bukan diakui sebagai pewaris tahta.
__ADS_1
AKU TIDAK INGIN TAHTA EL, AKU CUMA INGIN KAMUUUU BAWA AKU KABUR KE DUBAIIII, JADI KANG NGASUH OWY JUGA RELA DAH 😭😭