
Semua orang menatap pada Elvier, termasuk Yasmine. Gadis yang sedari tadi terdiam itu perlahan menggulirkan kedua mata untuk menelisik seluruh ruangan.
Dahi Yasmine berkerut kala kedua matanya bersitatap dengan dua orang wanita muda. Kedua wanita itu terlihat sangat cantik, bahkan sangat cantik persis seperti para putri bangsawan dari Timur Tengah, dengan wajah khas mereka.
Tanpa takut Yasmine membalas tatapan menelisik keduanya, bahkan Yasmine memberikan senyuman tipis pada mereka berdua, namun ternyata kedua wanita itu terlihat membuang muka tidak peduli.
'Astaga, ternyata para wanita disini sifatnya sama. Angkuh sombong dan merasa paling cantik.' gumam hati Yasmine.
Gadis itu membalas ketidak pedulian mereka, Yasmine kembali menggulirkan pandangannya ke arah lain. Dia sedikit terkejut kala bersitatap dengan seorang pria paruh baya, yang tengah menatap dalam padanya. Tanpa sadar Yasmine merapatkan diri pada Elvier, satu tangan Yasmine bergerak merangkul lengan suaminya tanpa di perintah.
"Apa yang ingin kau bicarakan dengan Suamiku?" tanya Lavera ikut penasaran.
Lavera merasa kalau putra tirinya ini tengah merencanakan sesuatu. Salah satunya adalah mengambil semua haknya dan hak Ennet- madunya yang sudah tiada.
"Apa kau begitu penasaran, Ibu tiri?" cibir Elvier.
"Aku hanya ingin berbicara dengan Ayah ku, apa itu salah? apa kau akan kembali mendepak ku seper-,"
"Ayo! Ayah juga ingin berbicara dengan mu, Nak." Sang Tuan Besar menyela ucapan Elvier.
Pria paruh baya itu bangkit, tanpa memperdulikan tatapan tidak suka dari istrinya. Ommar melangkah menuju salah satu pintu besar yang tidak jauh dari mereka.
"Kau tunggu disini! jangan kemana pun. kalau mereka mengajak mu berbicara, balas sebisa kau saja! jangan di tahan, pergunakan keahlianmu itu." ucap Elvier.
Kedua mata sang supermodel menatap serius pada Yasmine, Elvier masih menggunakan bahasa Indonesia saat berinteraksi dengan Yasmine.
__ADS_1
"Tapi-,"
"Aku akan segera kembali!" potong Elvier cepat.
Cup!
Satu kecupan Elvier berikan di dahi Yasmine sebelum sang supermodel pergi meninggalkan sang gadis sendiri, di area kekuasan para mata yang tengah menatap remeh pada mereka berdua.
Yasmine menghirup udara sebanyak mungkin, entah kenapa suasana di ruangan ini begitu sesak dan panas. Apa lagi saat melihat tatapan sang ibu mertua- tiri, tatapan wanita paruh baya yang terlihat masih sangat cantik itu begitu tidak bersahabat sama sekali.
Tunggu ibu mertua tiri? jadi dia bukan ibu kandung Elvier? berarti ibu mertua aslinya sudah tidak ada?
Yasmine melipat bibirnya rapat saat dia baru menyadari ucapan suaminya. Jadi wanita angkuh ini adalah ibu tiri suaminya, pantas saja.
Sebenarnya masalah apa yang tengah di hadapi Elvier? kenapa interaksi sang supermodel dengan keluarganya seperti tidak harmonis sama sekali?
"Iya," sahut Yasmine seadanya.
Jujur Yasmine merasa tidak suka saat wanita angkuh ini menyebut Elvier dengan panggilan 'Pangeran Buangan'. Walaupun Yasmine belum tahu akar masalah keluarga ini dengan suaminya.
Kedua sudut bibir Yasmine terangkat membentuk senyuman tipis, netra indah Yasmine membidik tepat pada kedua mata sang ibu mertua tiri tanpa takut sama sekali.
"Turunkan pandangan mu dari Yang Mulia, Putri Yasmine!" sentak seseorang.
Yasmine menggulirkan pandangannya, kedua mata bulatnya menatap seorang wanita yang tengah menatap tidak suka padanya yang lalu.
__ADS_1
"Bukankah kalau kita sedang berbicara dengan orang lain, harus menatap kedua matanya? sangat tidak sopan kalau pandangan kita terarah pada objek lain, benarkan" ujar tenang Yasmine, sangat tenang walaupun berbanding terbalik dengan hatinya- tegang melanda jiwa.
Yasmine berbicara dalam bahasa Inggris, walaupun bahasa mereka campur aduk tapi Yasmine mencoba berinteraksi. Sang Ibu Mertua Tiri berbicara dalam bahasa Arab, sedangkan sang wanita angkuh lebih memilih bahasa Inggris, pusingkan?
"Kau terlalu lancang! kau anggota baru disini, jadi tolong jaga sikap mu. Jangan mentang mentang Pangeran kedua menjadikanmu Tuan Putri, kau bisa seenaknya menatap Yang Mulia." ucap sang wanita lagi.
Terlihat sekali kalau dia sangat tidak menyukai Yasmine, entah ada masalah hidup apa wanita itu dengan Yasmine? padahal mereka baru pertama kalinya bertemu.
"Sudahlah Zorra, biarkan saja. Kau tahu kan siapa yang menikahinya, jadi tidak heran kalau sikap dan sifat keduanya sama. Sama sama tidak berpendidikan dan tidak tahu aturan, lebih baik kau dan Yazan kembali ke kamar kalian." tutur Lavera penuh perintah.
Sang wanita angkuh yang bernama Zorra menghela napas pelan, lalu mengangguk sebelum dia bangkit mendekat pada pria yang Yasmine ketahui sebagai Kakak Tiri Elvier.
"Baik Ibu!" patuhnya.
COMEL NYA PRINCESS YASMINE
**LIRIKKAN MU BANG, MELOROTKAN HATI KU
GARA GARA KALIAN AKU KHILAF YA, TANGGUNG JAWAB
POKOKNYA GASIN HADIAH NYAAAAAAAAA GAK MAU TAU!
__ADS_1
OTHOR MAKSA!
ASSALAMUALAIKUM! BYE**!