
Sudah hampir satu jam Yasmine tidak kunjung sadar, gadis itu seakan tengah menikmati ketidaksadarannya. Namun tidak untuk pria yang sedari tadi terus saja menatap dalam padanya. Sang pria terlihat begitu khawatir saat melihat Yasmine masih saja menutup kedua matanya.
Padahal sudah hampir satu jam lebih gadis itu terbaring, Elvier bahkan sempat mencecar sang Dokter kala istrinya tidak kunjung membuka mata.
"Kenapa kau tidak juga sadar, Mine." gumam Elvier.
Satu tangan pria itu menyentuh ujung hidung Yasmine, Elvier berharap sentuhan halusnya akan membuat Yasmine bangun. Elvier menghela napas kasar saat sentuhannya tidak direspon sedikit pun oleh Yasmine.
Pria itu menjauh, Elvier menyandarkan tubuhnya di kursi yang dia tempati. Ingatannya kembali tertuju pada saat dia menemukan Yasmine tengah di cambuk oleh Jalal, atas perintah ibu tirinya.
Kedua tangan Elvier kembali terkepal erat, sebenarnya dia belum puas memberikan pelajaran pada mereka. Tapi gara gara kedatangan Yazan, dia terpaksa menyudahinya. Karena Elvier yakin kalau si pangeran doorprize itu tidak akan membiarkan dia menghantamkan lempengan besi lentur miliknya pada Lavera dan Zorra- istrinya.
Tapi tenang saja, Elvier belum selesai sampai disini. Mereka harus merasakan apa yang dirasakan oleh Yasmine-nya. Dua sudah tumbang, tingga dua lagi- bukan? mungkin tiga atau empat orang- lagi.
Cup!
Dengan lembut Elvier memberikan satu kecupan di pelipis Yasmine, sebelum pria itu bangkit dan berlalu masuk kedalam kamar mandi.
Dan disaat itulah kedua kelopak mata Yasmine berkedut, perlahan kedua netra indah itu terbuka. Yasmine meringis pelan saat merasakan perih dan sakit di area punggungnya. Ralat! bukan hanya di area punggung, tapi seluruh tubuhnya saat ini terasa sakit.
Ingatan Yasmine perlahan kembali, gadis itu berdecak kala mengingat apa yang telah terjadi padanya. Dua kali di cambuk membuat tumbang seketika, bahkan yang terakhir di ingat Yasmine adalah saat dia memanggil nama suaminya.
"El?" lirih Yasmine, entah kenapa saat ini dia ingin sekali memeluk pria menyebalkan itu.
Yasmine ingin mengadu pada suaminya, dia ingin berbagi rasa sakit ini dengan pasangan hidupnya. Walaupun pasangan hidupnya ini tidak menyukainya sama sekali, tapi setidaknya Yasmine memiliki teman curhat sekarang.
"El, kamu dima-,"
Clek!
__ADS_1
Gumaman Yasmine terhenti kala mendengar pintu kamar mandi terbuka. Gadis itu dengan cepat menyeka air hidungnya, kedua mata Yasmine mengerjab kala melihat Elvier baru saja keluar dari kamar mandi, sembari bertelanjang dada. Suami denda'annya itu hanya memakai sepotong handuk yang melingkar erat di pinggang seksinya.
Yasmine di buat tidak bekedip oleh penampilan half naked Elvier, padahal saat ini gadis berkaos abu abu kebesaran itu masih tertidur miring. Mungkin gara gara kepalanya terlalu lama miring, otak Yasmine pun ikut sedikit miring.
"Mine?"
Yasmine sedikit tersentak saat melihat Elvier sudah berada di dekatnya, entah sejak kapan pria itu duduk di sisi tempat tidur. Bahkan Elvier masih menggunakan handuk, tubuhnya yang masih basah membuat Yasmine kesulitan untuk menghirup udara.
"Hm?" sahut Yasmine pelan.
Tubuh Yasmine semakin menegang kala merasakan sapuan tangan dingin Elvier diwajahnya.
"Apa masih sakit?" tanya Elvier memastikan.
Kedua netra setajam Elangnya terus saja menatap dalam pada Yasmine, wajah sang gadis masih terlihat pucat walaupun tidak sepucat tadi. Gadis itu mengangguk, jujur tubuhnya saat ini terasa remuk bahkan sulit untuk di gerakan.
"Badan aku sakit semua," ujar lirih Yasmine.
"Mereka jahat banget tau gak, masa gara gara aku ngomong apa adanya main cambuk aja. Di kira aku Kerbau apa! emang benarkan kalau ibu mertua tiri itu pelakor, terus dimana kata menghinanya. Lagian gak ada yang namanya pelakor terhormat, ya kan?!" celoteh lirih Yasmine .
Salah satu tangannya meremas erat tangan suaminya, Yasmine tengah menyalurkan rasa kesal dan amarahnya lewat remasan.
Elvier menghela napas lega saat mendengar celotehan istrinya, Elvier pikir setelah sadar nanti Yasmine akan meraung kesakitan. Tapi ternyata gadis ini hanya meringis dan terus saja mengoceh.
"Aku akan segera kembali, " ujar Elvier cepat.
Kalau dia tidak segera pergi, Elvier yakin sampai malam pun dirinya akan tetap memakai handuk di pinggangnya.
"El?"
__ADS_1
Langkah Elvier terhenti kala mendengar panggilan pelan Yasmine. Pria itu berbalik, namun tetap berada di posisinya
"Apa?" sahut Elvier sabar.
"Aku lapar," ujar Yasmine.
Elvier terlihat menghela napas pelan,"Sebentar, aku akan berpakaian dulu." ucap Elvier berusaha sesabar yang dia bisa.
Bahkan pria itu sebisa mungkin menarik kedua sudut bibirnya, Elvier berusaha tersenyum di atas rasa kesalnya saat ini. Pria itu kembali melangkah menuju lemari pakaiannya.
"El?"
Langkah Elvier kembali terhenti, kalau saja gadis itu sedang dalam keadaan baik, Elvier jamin saat ini juga dia akan men-,
"SIAPA YANG GANTIIN BAJU AKU!" pekik Yasmine.
Elvier memejamkan kedua mata kala mendengar pekikan istrinya, pekikan yang mampu membuat gendang telinganya sedikit bermasalah.
LIHATIN DULU, BELUM KU SLEPET
**BIKIN YASMINE PANAS DINGIN
YUHUUU BONCHAP DAH MELUNCUR
JANGAN LUPA DUKUNGAN LIKE VOTE KOMEN DAN HADIAHNYA YA
__ADS_1
BABAYYY MUUUAAAACCHH
ASSALAMUALAIKUM, BYE**!