
Saat ini keluarga Bangsawan Albarack tengah menikmati makan siang bersama- termasuk Elvier dan Yasmine. Keduanya terpaksa ikut karena Ommar yang meminta mereka, kalau saja bukan Ommar mungkin Yasmine akan menolak sama seperti Elvier dan memilih makan siang di luar, atau minimal memasak sendiri.
Namun karena Yasmine tidak tega dan tidak mau di cap buruk sebagai menantu kedua Keluarga Albarack, oleh tamu Ayah mertuanya- yang ternyata Keluarga dari Kakak ipar tirinya yaitu Zorra.Jadi Yasmine menerima ajakan Ayah mertuanya, dengan sedikit memaksa Sang Pangeran Kedua agar menyetujuinya.
Bahkan Kaviar juga ada bersama mereka sekarang, setelah kejadian beberapa hari yang lalu, Kaviar memutuskan untuk kembali ke istana Abraham. Yasmine pikir kalau pria berbulu dan berjambang itu tidak akan lagi menggoda, atau pun menatap penuh minat padanya setelah kejadian di resto. Namun nyatanya tidak, Kaviar justru terlihat semakin menginginkannya.
Menginginkan bukan dalam artian cinta, tapi lebih menjurus ke obsesi. Yasmine dapat melihat dari kedua sorot mata si siluman buaya gurun itu, sorot mata mengagumi dalam kadar sudah melampaui batas.
Tanpa sadar Yasmine menggeser tubuhnya merapat pada Elvier, tangannya terulur untuk meremas lutut suaminya, membuat Elvier yang tengah menikmati makanannya menoleh.
"Kau baik baik saja, Mine?" tanya Elvier pelan.
Yasmine mendongak, kedua mata hitam bulatnya mengerjap cepat tidak lupa senyum manis di bibir tipisnya.
"Aku enggak apa apa, kayaknya di luar mau hujan deras udaranya dingin, makanya aku deket sama kamu." kilah Yasmine.
Wanita itu terus saja tersenyum, menampilkan mimik wajah cerianya.
__ADS_1
"Baiklah," sahut Elvier.
Pria jangkung itu menyusupkan lengannya di pinggang Yasmine, menarik tubuh sang wanita agar semakin merapat pada tubuhnya.
"Sudah hangat?" tanya Elvier.
"Hu'um," sahut Yasmine.
Interaksi sepasang sejoli itu tidak luput dari Kaviar dan yang lainnya, termasuk keluarga Abraham.
"Apa menantu kedua Keluarga Albarack sudah hamil?" celetuk seseorang, membuat Elvier dan Yasmine menoleh.
"Aku bel-,"
"Apa ada masalah jika istriku belum mengandung?" Elvier segera menyela ucapan Yasmine.
Kedua matanya terus saja menyorot pada Ibu Suri keluarga adik ipar tirinya. Elvier tidak peduli kalau wanita itu adalah orang tua, yang terpenting untuknya saat ini adalah berani mengusik Sang Princess, maka bersiaplah berhadapan dengannya.
__ADS_1
"Ah sayang sekali, padahal Putra Mahkota dan Cucu ku sebentar lagi memiliki pewaris, aku kira Pangeran Kedua akan cepat menyusul mereka." ucapnya pelan, terkesan elegan namun terdengar seperti cibiran di kedua telinga Elvier.
Elvier memutar bola matanya, pria jangkung itu tidak menanggapi. Dia malas berdebat dengan wanita tua dari keluarga Abraham, sedari dulu Ibu Suri keluarga Abraham memang sering membandingkan dia dengan Yazan bahkan dengan Kaviar- cucunya.
"Setidaknya aku sudah menikah, tapi cucu kesayanganmu masih belum laku." sahut Elvier apa adanya.
Bahkan Kaviar sampai tersedak mendengarnya, Sang Putra Mahkota menahan panas di hidung serta tenggorokannya. Pria berjambang itu berdehem guna menghilangkan rasa serak, kedua mata tajamnya menyorot pada Elvier.
"Ekhem, aku sedang menunggu jandanya seseorang." ucap Kaviar tenang.
Salah satu sudut matanya mengarah pada Yasmine, pria berkemeja navy itu menyunggingkan senyuman tipis pada Sang Princess.
Sementara Elvier- pria itu terlihat tenang tidak terpancing sama sekali. Elvier tahu kalau saat ini Kaviar tengah mati matian mencari perhatian istrinya.
Dasar pria tidak laku, ingin menikah saja harus menunggu seorang wanita menjanda, dan Elvier tahu siapa yang dimaksud oleh Kaviar. Sang Pangeran Kedua akan memastikan, kalau tidak akan pernah ada yang namanya janda atau pun duda diantara dia dan Yasmine.
__ADS_1
ADUH MAMAE OTHOR LEMAH KALO SAMA YANG BERBULU TOLOOOONGGG