Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Sisi Lain


__ADS_3

Yasmine terus saja mondar mandir didalam kamarnya. Alih alih tidur, justru dia mengkhawatirkan Elvier-nya. Yasmine bukan wanita bodoh- karena tidak mengerti arti tatapan serta sorot mata suaminya.


Sorot mata tajam, dingin, penuh ancaman dan perhitungan. Yasmine yakin kalau saat ini pasti tengah terjadi sesuatu di luar sana.


"Harusnya nih mulut enggak usah cepu!" sesalnya.


Sang Princess menghela napas kasar, semuanya sudah terlanjur- menyesal tiada guna. Yang terpenting baginya saat ini adalah Elvier baik baik saja, dan pria itu segera kembali ke kamar ini dalam keadaan sehat wa'alafiat.


"Apa aku susul aja ya?" ucapnya.


Wanita itu mendudukkan dirinya di sisi tempat tidur. Kedua matanya terus saja mengarah pada pintu, mengharapkan seseorang masuk dalam keadaan baik baik saja.


"Lama! susul aja deh!" finalnya.


Yasmine kembali memasang cadarnya, kedua kakinya melangkah yakin menuju pintu kamar. Dengan cepat Sang Princess meraih handle pintu, namun sepertinya gerakannya terlalu lambat- membuat pintu mewah nan besar itu terbuka dari luar.


"El!"


Yasmine segera meraih lengan Elvier dan menyeretnya masuk kedalam kamar. Kedua mata hitam bulatnya terus saja memindai tubuh tegap suaminya dari atas hingga bawah.


"Aku khawatir tau, kamu ngapain aja sih di luar?" cecar Yasmine.


Bukannya risih, Elvier malah menyunggingkan senyuman tipis terkesan manis pada Yasmine.


"Melakukan sesuatu yang memang harus aku lakukan, Mine. Sekarang, ayo kembali ke tempat tidur. Buat dirimu rileks Sayang, hilangkan pikiran buruk mu." 


Elvier menggiring sang Princess menuju tempat tidur. Dengan perlahan dan hati hati, Elvier mendudukkan Yasmine di peraduan mereka.


"Tunggulah, aku akan segera kembali."


Cup!

__ADS_1


Setelah mengatakan hal itu dan memberikan kecupan singkat di dahi Yasmine- Elvier berlalu pergi menuju kamar mandi. Sementara Sang Princess hanya berdecak pelan, saat melihat Elvier kembali meninggalkannya.


                             🐎


                             🐎


                             


                               🐎


Entah sudah berapa kali Yasmine menghembuskan napasnya. Lagi lagi dia ditinggalkan oleh Elvier- kali ini pria jangkung itu tengah di panggil oleh Ayah mertuanya, meninggalkan dia sendiri didalam kamar.


Waktu sudah menunjukan pukul 7. 20  malam. Acara makan malam akan segera di mulai, sementara Sang Pangeran belum juga kunjung kembali. Apa mungkin dia harus pergi sendiri? para cacing yang ada di perut ratanya mulai berdendang, Yasmine tidak akan sanggup tidur dalam keadaan kelaparan.


"Ayo kita hadapi para member siluman ular kadut, ganbatte!"


Yasmine menyemangati dirinya sendiri, setelah memastikan penampilannya sempurna, cadar tipis namun tidak menerawang sudah terpasang sempurna. Menutupi separuh area wajahnya- yang dihiasi oleh make up tebal.


Tatapan waspada, namun sangat anggun- membuat beberapa pelayan yang Yasmine lewati tidak mampu mengalihkan pandangan mereka dari sang Princess.


GREEP!


BRUKK!


Tubuh Yasmine sedikit limbung, saat dia diseret dan di pojokan kedinding oleh seseorang. Yasmine masih belum mengeluarkan suara, namun didalam hatinya dia sudah mengumpati makhluk yang membuat tulang punggungnya berdenyut nyeri.


"Semua ini gara gara kau, gadis murahan! suamiku terluka karena ulah Pangeran Kedua, dan aku yakin kau mengadukan hal yang macam macam pada Pangeran Kedua- tentang suamiku!" desisnya.


Yasmine tetap diam, namun kedua sorot matanya menampilkan ketidaksukaan pada wanita yang berusaha mengintimidasinya.


Haraya

__ADS_1


"Kau jangan pernah bermain main dengan ku gadis penari! aku bisa saja melenyapkan mu- sama seperti yang aku lakukan pada seseorang." tekannya lagi.


Ucapan Haraya kali ini, berhasil membuat Yasmine menaikan satu alisnya karena penasaran. Sang Princess membiarkan Sang Selir Putra Mahkota cabul itu kembali mengungkapkan seluruh isi hatinya.


Yasmine tidak menyangka- dibalik sikap cuek dan baik Haraya, ternyata wanita ini begitu sadis dan sangat jahat. Mungkin kalau di bandingkan dengan Lavera- wanita tua itu lebih baik karena tidak munafik seperti Haraya.


Bermuka dua


"Pergilah dari istana ini, jangan biarkan aku kembali mengotori tangan ku sendiri- hanya karena untuk menyingkirkan para hama seperti kalian!" bisik Haraya penuh ancaman.


"Dan jangan pernah berpikir Sang Putra Mahkota akan menjadikan mu Selir keduanya. Karena itu tidak akan pernah terjadi, bahkan aku bisa saja menyingkirkan Zorra kalau aku mau. Tapi karena aku butuh anak yang ada didalam rahimnya- aku akan membiarkan wanita sialan itu hidup-,"


Deg


Deg


Deg


Deg


Deg


Deg


"Sementara," bisiknya lagi.


Ucapan Haraya sukses membuat Yasmine membulatkan kedua matanya. Rasa penasaran didalam hati Sang Princess semakin menggebu, dia yakin Haraya tengah menyimpan sebuah rahasia besar sendirian- dan Yasmine yang akan membongkar semuanya.


Dan kenapa Haraya membutuhkan anak yang saat ini dikandung oleh Zorra? apakah yang sudah terjadi padanya? haruskah Yasmine mengatakan hal ini pada Elvier?


__ADS_1


BERUSAHA AGAR TIDAK DI KENALI WALAUPUN RIBET 😫😫


__ADS_2