
Yasmine berjalan tertatih, sangat hati hati dan perlahan. Usia kandungannya yang sudah memasuki trimester ketiga, membuat dia semakin susah bergerak.
Si jabang bayi pun semakin aktif bergerak di dalam sana. Saat ini Yasmine tengah berjalan santai menyusuri halaman istana. Dia harus tetap berjalan kecil setiap pagi, agar proses kelahiran normal yang Yasmine inginkan berjalan lancar.
Si calon ibu muda sesekali menghentikan langkahnya, saat merasakan lelah dan pegal di bagian pinggang serta kaki. Sementara Elvier, pria yang sedari tadi menjadi pengawal Yasmine- hanya mengikuti langkah pelan Sang Princess tanpa protes.
Walaupun sebenarnya Elvier ingin sekali protes. Sang Pangeran tidak pernah mengizinkan Yasmine berkeliaran di luar istana. Bukan karena ingin mengekang Sang Princess, melainkan rasa takut berlebihan yang ada didalam diri Elvier. Sang Pangeran takut kalau Yasmine tiba tiba melahirkan di taman atau pun halaman istana.
"Aaakkhh," ringis Yasmine.
Wanita itu memegangi perut bagian bawahnya yang terasa kencang. Bahkan tubuh Yasmine hampir saja terhempas ke ubin kaca, kalau saja Elvier tidak sigap menangkapnya.
"Mine!"
Elvier terlihat khawatir saat melihat wajah pucat istrinya. Bahkan keringat dingin sudah mulai keluar dari dahi serta leher Sang Princess.
__ADS_1
"MURAD SIAPKAN MOBIL!"
Teriakan keras Elvier membuat Murad dan beberapa pengawal lainnya mendekat. Tanpa bertanya lagi Murad segera berbalik, dan mempersiapkan apa yang di butuhkan Sang Pangeran.
Sedangkan salah satu pengawal yang masih ada disana, terlihat berlari menuju istana. Sepertinya dia ingin memberitahukan kejadian ini pada Ommar.
"Tarik napas mu perlahan. It's oke, ada aku disini- kau jangan khawatir. Ingat kau adalah wanita kuat, pejamkan kedua matamu, tarik napas perlahan, lalu hembuskan pelan. Lakukan setiap kali rasa sakitnya datang!" Elvier terus saja menenangkan Yasmine, saat wanita itu semakin mencengkram lengannya.
"Pinggang aku sakit, paha aku kram, perut aku mulas, aku pingin ngejan El!"
Ucapan Yasmine membuat Elvier semakin kalang kabut. Dia berharap Yasmine tenang, tapi justru Elvier sendiri yang mulai panik. Apa lagi saat Yasmine kembali mengigit pundaknya, saat wanita yang tengah merasakan kontraksi dadakan kembali merasakan hal yang luar biasa.
Elvier segera menempatkan Yasmine dengan nyaman. Bahkan dengan sengaja dia menurunkan kursi mobil agar Yasmine dapat berbaring. Rasa panas pegal sakit diarea pinggangnya, membuat Yasmine terus saja bergerak tidak nyaman. Sebenarnya dia sudah merasakan hal ini sejak tadi subuh, tapi belum separah ini. Yasmine masih dapat menahannya, dan berjalan kecil pagi ini- ditemani oleh Elvier.
Yasmine kira ini hanya sakit pinggang biasa, dia tidak mengira kalau akan melakukan proses kelahiran- padahal HPL nya masih satu minggu ke depan. Tiur sang Mami pun belum sampai di Dubai. Rencananya hari ini Tiur sampai, si calon nenek ingin sekali menemani Yasmine melahirkan- semoga saja tepat waktu.
__ADS_1
Laju mobil Tesla hitam yang dikendarai Elvier semakin melesat, membelah jalanan Dubai. Jalanan yang mulai padat dan ramai, tidak membuat si calon Daddy kesulitan. Elvier kembali menyalip diantara mobil lain dengan mudah. Bahkan ada beberapa pengendara yang memakinya- karena aksi gila Sang Pangeran.
Dan kali ini Yasmine tidak memprotesnya, wanita itu malah ingin cepat sampai di rumah sakit. Rasa mulas di perutnya semakin menjadi, ingin rasanya Yasmine mengejan saat ini juga- tapi dia khawatir kalau si jabang bayi keluar di dalam mobil dan malah membuat Elvier panik.
"El perut aku makin mulas, aku pingin eek!" pekiknya.
Yasmine mencengkram apa pun yang bisa dia gapai. Sang Princess mengigit bibirnya kencang, bertahan agar dia tidak mengejan saat ini.
"Tahan oke, lima menit lagi kita sampai,"
Elvier mengulurkan tangannya untuk membelai perut buncit istrinya. Wajah Sang Pangeran terlihat begitu khawatir, namun Elvier harus tetap tenang dan konsentrasi.
Sedangkan Yasmine, waktu lima menit yang Elvier katakan- menjadi 5 jam baginya, lama dan sangat lambat.
"EELLLL!"
__ADS_1
AKU JUGA PANIK BANG LIHAT SENYUM KAMU