Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Princess Yasmine


__ADS_3

"Sepertinya besok kita mulai berkemas, tiket dan kebutuhan lainnya sudah siap, Vier." ucap Burak.


Elvier menganggukkan kepala pelan, salah satu tangannya tengah sibuk mengotak atik pasword apartment nya.


"Bagus, persiapkan juga tempat yang sudah aku sarankan padamu." titah Elvier.


Kedua pria dewasa itu masuk, mereka sesekali mengobrol santai dan tertawa kecil. Namun tawa mereka mereda, saat mendengar isakan seseorang dari ruang tengah.


Elvier bahkan segera meninggalkan Burak, langkah lebarnya membawa dia keruang televisi. Dahi Elvier berkerut kala melihat Yasmine tengah memeluk bantal sembari terisak, namun kedua mata gadis itu menatap sendu ke arah televisi yang tengah menampilkan adegan sebuah drama.


"Huuaaaa, kenapa sutradaranya jahat sih? mereka kan baru aja saling cinta, kenapa di pisahin? aku nyesel udah nonton, tapi bikin penasaran." oceh Yasmine di sela sela tangisannya.


"Meong," Jey aka Snowy pun ikut menimpali ucapan Yasmine.


Sementara Elvier dan Burak hanya saling pandang, kedua pria itu semakin terkejut kala Yasmine makin mengencangkan tangisannya. Entah sudah berapa banyak tissue yang terbuang karena ulahnya.


Tek!


Tangisan Yasmine terhenti kala televisi besar itu mati sendiri, dengan cepat dia bangkit sembari menyusut kasar air matanya.


"Kok mati sih? kan dramanya belum selesai." geram Yasmine..


Yasmine belum menyadari kalau Elvier dan Burak tengah berdiri di belakang sofa, dan Yasmine membelakangi keduanya. Ternyata yang mematikan televisi adalah Elvier, ide nya muncul secara tiba tiba saat melihat remote di atas sofa.


"Jangan menangisi sesuatu yang tidak pasti, Mine. Kau membuang waktu dan air mata mu dengan percuma." celetuk Elvier.


Yasmine menoleh, hidung dan wajahnya memerah karena menangis. Bahkan kedua mata Yasmine masih berair, dengan lemas gadis itu bangkit berjalan mendekat pada Elvier.


"Kalian ganggu aja tau gak! kalian berdua kayak sutradara dramanya, nyebelin!" pekik Yasmine.

__ADS_1


Dengan cepat gadis itu kembali meraih remote dari tangan suaminya, kedua mata Yasmine memicing tajam pada kedua pria itu.


"Sepertinya dia sedang datang bulan? atau tadi malam kau tidak memberinya jatah, Vier?" bisik jahil Burak.


Pria brewokan itu menatap geli pada sepupunya, sementara Elvier terlihat tak acuh mendengar ucapan Burak. Elvier lebih memilih untuk mendekat pada Yasmine, pria berdarah Arab Turki itu mengernyitkan dahi saat melihat Yasmine kembali terisak pelan.


"Kau menangis lagi, Mine?" tanya Elvier heran.


Setahu dia gadis kecilnya tidak cengeng, Elvier yakin kalau Yasmine bukan gadis yang dengan mudahnya membuang air mata secara percuma.


"Ceweknya mati, dia rela ngorbanin dirinya buat cowok yang gak pernah peduli sama dia. Kasihan ya, penyesalan memang selalu datang belakangan," celoteh Yasmine.


Sroot!


Elvier sedikit menjauh saat Yasmine dengan santai membuang ingus di hadapannya tanpa ragu. Bahkan sadar atau tidak, Yasmine meremas lengan Elvier kencang untuk menyalurkan rasa kesalnya.


"Menangis lah sepuas mu." ucap Elvier tak acuh.


"Bos mu kenapa?" tanya Yasmine pada Burak.


Burak mengedikan bahu, " Entahlah, mungkin kurang jatah." sahut Burak.


Burak tertawa geli melihat Yasmine menatap sinis padanya, sepasang suami istri itu memang terlihat serasi saat menampilkan wajah sinis dan tatapan tak bersahabat padanya.


"Drama apa yang kau lihat, Princess? apa semua gadis akan menangis saat menonton drama?" tanya Burak penasaran.


Pria berambut ikal itu mendudukkan dirinya di dekat Yasmine, bahkan dengan santai Burak ikut mencomot snack milik Yasmine.


"Kenapa harus wanita yang selalu berkorban? kapan cowok mau berkorban? kalau udah gak ada baru kerasa kan, nyeselkan. Makanya jangan sok jual mahal! nyebelin!" celoteh Yasmine.

__ADS_1


Sementara Burak yang ada di dekatnya hanya melirik secara bergantian pada Elvier dan Yasmine, Burak menghela napas kasar saat melihat Elvier tengah menatap dalam pada Yasmine.


"Jangan menangis lagi. Nanti suami mu marah, Pincess." bujuk Burak.


"Aku Yasmine, Kak. Biar pun namaku memang seperti seorang putri dari timur tengah, tapi aku bukan princess. Jangan suka ngeledek deh!" tukas Yasmine.


Moodnya semakin buruk, tidak si Model mata duitan, tidak asistennya sama sama menyebalkan. Sementara Burak hanya tersenyum tipis mendengar protes'an Yasmine, pria itu bangkit lalu mendekat pada Elvier.


"Aku yakin istrimu akan pingsan di tempat, saat kita di Dubai nanti, Vier." kekeh Burak.



**PRINCESS BAR BAR, GALAK, EMOSIAN, TUKANG LEMPAR SEPATU



PASTI LAGI NYARI DUIT RECEH



BURAK MILLES


GAK DOSA KALO CUMA LIHAT DOANG MAH, JANGAN DI RESAPI YA BESTIE😂😂😂


SEKEDAR INFO GUYS, EL SAMA BURAK ASLI BERAGAMA MUSLIM YA, UCAPKAN SELAMAT BERPUASA PADA MEREKA😘😘😘


YUHUUU BONUS UNTUK KALIAN, SEMOGA PUASANYA LANCAR YA


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA

__ADS_1


SEE YOU NEXT TOMORROW


BABAYYY MUUUAACCHH**


__ADS_2