Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Menunjukan Taring bagian 2


__ADS_3

"Dan cara menatapmu pada suamiku, tidak menunjukan kalau kau adalah seorang yang wanita terhormat!" tukas Yasmine santai namun sangat tajam.


Semua orang membulatkan kedua mata, bahkan Lavera sampai terbatuk mendengar ucapan Yasmine.


"Kau! beraninya kau berbicara seperti itu padaku! kau tidak tahu kalau aku adalah wanita yang akan di jod-,"


"Hentikan perdebatan tidak berguna ini, Putri Zoyya! dan untukmu Putri Yasmine, kenapa kau berbicara seperti itu pada Putri Zoyya." sela Sang Tuan Bangsawan.


Pria paruh baya itu menatap secara bergantian pada menantu kedua dan adik dari menantu pertamanya.


"Hanya orang buta yang tidak bisa melihat, bagaimana tatapan penuh damba serta hasrat Sang Putri Zoyya pada suamiku. Bahkan mungkin orang buta saja masih bisa melihatnya karena hati dia yang berfungsi, walaupun kedua matanya tidak." balas Yasmine datar.


Putri Zoyya menatap tajam pada Yasmine, kedua tangannya mengepal terlihat sekali tengah menahan emosi.


"Mungkin putri Zoyya masih suka sama Kak Vier, kan dulu Kak Vier dengan Putri Zoyya mau di jodohkan, tapi Kak Vier menolaknya." celetuk seorang gadis remaja yang duduk tidak jauh dari Elvier dan Yasmine.


"Laela!" peringatan Sang Tuan Besar kembali terdengar.


Gadis berusia 16 tahun itu menatap polos pada orang orang yang tengah menatap tak percaya padanya, termasuk Elvier.

__ADS_1


Sang Pangeran Kedua menatap penuh dendam pada adik perempuan tirinya, bocah cerewet itu memang selalu membuatnya kesal sejak dulu.


"Oh, jadi masih berharap." sahut Yasmine santai.


Namun seperdetik kemudian dia menoleh pada suaminya dengan mata memicing penuh tuntutan.


Dijodohkan?


Yasmine menghirup napas pelan, dia menggulirkan kembali tatapannya pada Zoyya yang terdiam. Jadi wanita ini pernah di jodohkan pada Elvier- suaminya tapi pria itu menolaknya.


"Aku sudah selesai, Tuanku, Yang Mulia, mohon izin untuk kembali ke kamar." ucap Putri Zoyya.


Wanita bergaun selutut itu segera bangkit meninggalkan meja makan dengan tergesa, namun saat Zoyya melewati Yasmine salah satu sudut matanya memicing tajam.


Yang Mulia Permaisuri menatap tidak suka pada Yasmine, namun sepertinya Yasmine tidak peduli. Gadis itu malah kembali melanjutkan acara makannya yang tertunda.


"Istriku tidak salah Ibu Tiri, seharusnya wanita itu yang kau cecar. Tidak ada wanita terhormat yang menatap suami orang dengan tatapan memuja penuh hasrat, apa lagi sampai merebutnya!" tukas Elvier begitu tajam dan menusuk.


"Jaga ucapan mu pada Ibu ku!"

__ADS_1


Elvier menggulirkan kedua matanya malas mendengar suara saudara tiri laki lakinya. Pria yang usianya satu tahun darinya itu selalu saja menutup mata dan hati, padahal dia tahu bagaimana kelakuan ibunya.


"Kau yang harus menjaga ucapan mu, Pangeran doorprize!" cibir Elvier.


"Kau Pangeran terbuang! kau masih ingatkan apa yang menyebabkan mu terbuang ke negara orang. Itu begitu menjijikan, kau bahkan hampir menod-,"


"Shut your mouth before i slepet pakai centong rice!" pekik kencang Yasmine penuh kekesalan.


Gadis itu melotot tajam pada Yazan, bahkan Yasmine mengacungkan sendok makan yang dia pegang pada sang Putra Mahkota. Semua orang tercengang melihatnya walaupun bahasa Yasmine campur aduk tapi mereka paham kalau Sang Princess tengah marah, namun tidak dengan Elvier. Sang Pangeran Kedua terlihat menipiskan bibir sembari melipat kedua tangannya di dada. Bahkan Elvier terlihat santai sembari memakan buah delima yang dipersiapkan khusus untuknya oleh kepala pelayan.


Pria tua itu memang selalu tahu apa makanan dan buah yang Elvier butuhkan, para pelayan istana ini bahkan lebih peduli padanya dari pada sang Tuan Bangsawan -Ayahnya.


Para pengawal yang hendak mendekat pada mereka perlahan memundurkan langkah, kala melihat tatapan tajam Elvier pada mereka. Para pengawal dan penghuni istana ini sebenarnya lebih segan pada Sang Pangeran kedua dari pada Putra Mahkota. Karena yang pantas dan berhak atas tahta Putra Mahkota sebenarnya adalah Elvier, bukan Yazan.


Namun karena pernikahan sang Tuan Bangsawan dengan Ennet tidak mendapat restu, jadi kelahiran Elvier tidak pernah dianggap oleh para petinggi. Karena Ennet bukan berasal dari keluarga bangsawan, sedangkan Lavera yang menjadi putri dari salah satu bangsawan negara ini naik tahta menjadi permaisuri setelah menikah dengan Ommar Albarack, suami dari Ennet Milles, walaupun dia menjadi yang kedua. Tetap saja tahta permaisuri dia dapatkan dengan mudah karena status sosialnya.



PANGERAN TERBUANG, PAKE BAJU EL KALO GAK NANTI DI GIGIT READERS KAABOORR

__ADS_1



PANGERAN DOORPRIZE, UUHHH BERBULU KAU BWUUUAAANGG


__ADS_2