Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Sentuhanmu


__ADS_3

Yasmine terus saja menggerutu dibalik cadarnya. Wanita bergaun ala putri Timur Tengah itu melangkah menuju area ballroom. Karena menurutnya hanya tempat itulah yang aman untuknya saat ini.


Disana Yasmine bisa berbaur dengan para pekerja lain- yang memangΒ  beberapa dari mereka ada yang memakai cadar sama sepertinya.


"Hei kau! tolong susun bunga tulip ini di vas!"


Yasmine hampir saja menabrak pilar kecil yang ada dihadapannya, saat salah seorang pekerja berteriak padanya.


Tanpa bersuara sedikit pun, Yasmine segera mengangguk lalu mengambil satu ikat Tulip merah segar dari tangan pekerja itu. Sang Princess menghela napas lega saat tidak ada orang yang mencurigainya sama sekali.


Dengan tenang Yasmine memasukan satu persatu bunga mahal itu kedalam vas. Kegiatan yang begitu menyenangkan menurutnya, sepertinya Yasmine akan melakukan ini setiap hari- setelah semua rencananya terlaksana.


Dia akan meminta pada Elvier untuk membelikan kebun Bunga Tulip yang sangat luas dengan berbagai macam warna.


"Putra Mahkota Kaviar dan Putri Zoyya, sampai!"


Gerakan tangan Yasmine terhenti, saat mendengar suara seruan salah satu penjaga. Lewat sudut matanya- Yasmine bisa melihat Kaviar baru memasuki area ballroom- sembari menggandeng lengan Zoyya- adiknya.


Yasmine mengangkat sebelah alisnya, saat melihat Zoyya sudah kembali bisa berjalan normal. Bahkan wanita yang menjadi member siluman ular kadut itu semakin terlihat cantik.


"Selamat datang Putra Mahkota, maaf aku sedikit lama menyambut kalian. Ada sesuatu yang harus aku selesaikan, demi kelancaran acara malam ini."


"Tidak apa apa Yang Mulia Permaisuri, aku senang Anda bisa menyambut kami." sahut Zoyya malu malu.

__ADS_1


Lavera terlihat mengembangkan senyum, " Aku harus menyambut calon menantuku bukan,"


Ucapan Lavera sontak membuat Yasmine hampir saja menjatuhkan vas kristal besar yang tengah dia pegang. Kedua mata Sang Princess menatap tajam pada Kepala Suku para siluman ular kadut.


Calon menantu? maksudnya apa ini?


Apa Lavera berniat menjodohkan Zoyya dan Elvier kembali setelah dia menghilang di jurang laut?


"Kalau begitu ayo masuk, yang lain sudah menunggu kalian."


Kedua mata dingin Yasmine terus saja memindai pergerakan mereka bertiga. Hingga tanpa sadar wanita bercadar itu meremas beberapa tangkai bunga Tulip di tangannya- sebagai pelampiasan.


🌷


🌷


🌷


Yasmine saat ini sedang berada di belakang istana bersama para pekerja lain. Wanita itu tengah menikmati beberapa makanan mewah yang di siapkan oleh para pelayan istana.


Dia perlu makan dan istirahat sejenak, bukannya membutuhkan tenaga besar saat kita menghajar orang nanti.


Yasmine memakan nasi unta-nya dengan lahap, tanpa membuka cadarnya. Yasmine menyuapkan tangannya melalui bagian bawah cadar yang dia pakai. Sedikit merepotkan, tapi mau bagaimana lagi.

__ADS_1


Suara riuh dari area inti istana membuat Yasmine mempercepat kunyahan-nya. Setelah selasai, Sang Princess yang di anggap hilang itu segera mencuci tangan dan bergegas menuju area ballroom.


Dengan pakaian yang masih sama, Yasmine terus saja menelusuri lorong istana. Langkahnya semakin cepat saat suara riuh para tamu undangan semakin terdengar.


Yasmine yakin kalau didalam sana- sedang ada acara yang akan membuatnya terbakar api neraka.


Panas membara tiada duanya!


Namun langkah Yasmine memelan, saat dia melintasi sebuah lorong istana yang terlihat remang dan sepi. Kedua matanya menangkap sosok tinggi besar- tengah bersandar didinding sembari menghirup nikotin.


"El?" gumamnya pelan, lebih terdengar seperti bisikan.


Entah kenapa kedua kaki Yasmine malah membawanya mendekat. Mengikis jarak dengan pria yang terlihat begitu frustasi. Yasmine bahkan melupakan tujuan utamanya- yaitu pergi ke area ballroom.


Kedua mata pria jangkung itu terpejam, wajahnya sedikit mendongak, dengan tubuh yang masih bersandar didinding.


Tangan Yasmine terulur- mengusap lembut permukaan wajah Elvier yang sudah di tumbuhi banyak bulu bulu halus. Kedua matanya memanas, kala melihat gerakan naik turun jakun Sang Pangeran. Yasmine yakin kalau saat ini Elvier tengah menangis dalam keterdiamannya.


"PANGERAN!"


Gerakan tangan Yasmine terhenti saat mendengar suara Murad- salah satu pengawal setia suaminya mulai mendekat. Tanpa menunggu, Yasmine segera mengambil langkah berlawanan dengan Murad, sebelum sang Pengawal dan Elvier menyadari keberadaannya.


"Aku bisa merasakan sentuhan mu, Mine," gumam Elvier, tanpa ingin membuka kedua matanya.

__ADS_1



TAPI AKU BELUM NGERASAIN KAMU EL 😫😫😫😫😫


__ADS_2