
Yasmine terus saja bergerak tidak nyaman, dia tidak bisa bergerak bebas saat tidur. Bahkan saat ini dia hanya bisa memiringkan tubuhnya sembari memainkan ponsel.
Namun mulutnya tidak berhenti mengunyah potongan buah naga merah, yang di siapkan oleh Elvier. Sebenarnya sih bukan camilan buah yang Yasmine minta, melainkan snack ringan. Tapi sepertinya Elvier tidak mau memberikan makanan yang Yasmine mau, pria itu malah memberikan satu wadah besar potongan buah naga dan alpukat, dan seharian ini dia hanya bisa berinteraksi didalam kamar tidak kemana pun.
Dan sekarang Elvier kembali meninggalkan Yasmine sendirian di kamar, entah kemana perginya pria siluman bunglon itu. Padahal sebentar lagi waktunya Yasmine untuk minum obat dan membersihkan diri.
"Ish, cowoknya jahat banget sih. Tinggal bilang iya aja apa susahnya, entar kalau di serobot cowok lain baru deh teriak teriak, ' aku cinta kamu.' gerutu Yasmine.
Drama Turki yang saat ini dia tonton sedikit menguras emosi, kalau biasanya Yasmine lebih suka menonton drama komedi romantis, saat ini Yasmine keluar dari zona aman dan nyamannya. Gadis itu menonton drama percintaan yang tidak di restui oleh keluarga pihak wanita.
"Ayo dong tinggal ngomong aja, astaga lama lama ku slepet juga tuh aktor ya!" Yasmine terus saja ngedumel, padahal itu hanya akting tapi rasanya nyata sekali.
Saking fokusnya menonton, Yasmine sampai tidak menyadari kalau Elvier sudah berada di sisi tempat tidur. Kedua tangan pria jangkung itu membawa sebuah cawan kristal besar, berisikan air hangat.
Kedua mata Elangnya terus saja mengintai sang gadis, yang tengah berbicara sendiri.
"Tinggal bilang aku cinta sama kamu apa susahnya sih!" gerutu Yasmine lagi.
Elvier menghela napas pelan, disaat sakit seperti ini saja gadisnya mengoceh dan mengomeli aktor yang saat ini tengah berperan dalam drama.
__ADS_1
"Mine?" panggil Elvier.
Pria itu meletakan cawan di lantai, kedua kaki jenjangnya melangkah perlahan mendekat pada Yasmine. Sementara Yasmine, gadis itu hanya memutar kepala tanpa berbalik.
"Waktunya membersihkan lukamu," ujar Elvier santai.
Pria itu mendudukkan diri didekat Yasmine, dengan lembut Elvier membantu gadis itu bangun. Kedua mata Yasmine mengerjab kala kedua tangan Elvier mulai meraih kaos oblong yang dia pakai.
"Kamu mau ngapain?" tanya Yasmine panik.
Kedua tangannya menahan Elvier agar tidak lebih dari ini, mode siaga satu siap Yasmine lakukan.
"Di lap? jadi aku harus buka ba-,"
"Kalau tidak mau, ya tidak apa apa." potong Elvier cepat.
Dahi Yasmine mengernyit kala mendengar ucapan berubah ubah suaminya, Elvier memang benar benar titisan siluman bunglon.
"Tapi kan aku gak bisa lap sendiri, nanti airnya malah netes kena luka." cicit Yasmine.
__ADS_1
Gadis itu kembali membelakangi Elvier, satu tangannya meraih wadah berisikan potongan buah naga nya. Yasmine dengan santai kembali mengunyah, luka di punggungnya membuat dia kesulitan.
"Aku akan membantumu," ujar Elvier.
Bahkan Yasmine hampir tersedak buah naga yang tengah dia makan, kedua matanya melotot pada Elvier. Dia tidak tahu harus menolak atau menerima tawaran pria ini. Sebenarnya Yasmine risih saat ada orang lain menyentuh area tubuhnya, tapi untuk saat ini sepertinya dia harus pasrah pada keadaan. Toh yang melakukan itu Elvier- suaminya bukan pelayan apa lagi orang lain.
"Bajunya harus di buka?" tanya Yasmine.
Sepertinya gadis ini masih merasa malu saat Elvier melihat semua area tubuhnya. Walaupun Elvier pernah melihatnya, tapi kan saat itu dia sedang tidak sadarkan diri jadi rasa malunya pun ikut pingsan.
"Kau bisa membelakangi ku nanti," sahut Elvier.
Pria itu mulai membuka kaos oblong yang di pakai Yasmine, dengan sangat hati hati agar tidak menyentuh luka di punggung istrinya.
Elvier menghela napas pelan saat melihat dua luka memanjang di punggung mulus sang gadis. Sementara Yasmine sudah tidak bisa berkata apa pun, saat ini dia lebih memilih bungkam kala Elvier mulai menyapu permukaan kulit punggungnya menggunakan air hangat dan handuk kecil.
MINE MILIK EL😍😍😍
__ADS_1