
Suasana ruang rawat Yasmine begitu ramai, Gentala dan Tiur sudah sampai di Dubai satu jam yang lalu. Setelah keluar dari bandara, Gentala memerintahkan Ezar untuk segera menuju ke rumah sakit.
Kedatangan mereka berdua sangat telat karena terjebak delay, dan saat mereka mendarat dengan selamat- ternyata El Junior sudah lahir ke dunia.
Dan kini, kedua kakek serta nenek baru itu tengah menimang cucu pertama mereka. Cucu laki laki pertama yang mereka nantikan selama ini, bukan hanya Gentala dan Tiur yang menantikan- tapi juga Ommar.
Sang Kakek terlihat begitu bahagia saat mendapat kabar kalau Yasmine sudah melahirkan dengan selamat, walaupun harus melakukan prosesnya di dalam mobil. Apa lagi saat tahu sang Pewaris tahta Albarack adalah seorang bayi laki laki- Ommar sampai meminta pada seluruh pelayan dan petinggi Bangsawan Albarack mengumumkan kelahiran cucunya, dan memberikan selamat kepada menantunya.
"Maafin Oma ya sayang, pas kamu lahir Oma gak ada. Padahal Oma pingin banget lihat kamu pertama kalinya," dengan gemas Tiur menciumi pipi gembul dan hidung bangir cucunya.
"Jadi siapa nama si ganteng Oma ini?" sambung Tiur.
Yasmine yang masih terbaring lemas, hanya menoleh pada suaminya. Dia tahu kalau Elvier sudah mempersiapkan nama untuk jagoan mereka.
"Erkan Akara Albarack Milles,"
Elvier menatap dalam pada putra kecilnya, terlihat memiliki harapan besar pada kedua sorot matanya.
"Yang artinya Pria Pemberani yang berani menghadapi tantangan," sambungnya.
Elvier menoleh pada Yasmine setelah mengatakan apa arti dari nama ERKAN AKARA. Nama yang sangat jantan dan pemberani, Elvier dan Yasmine berharap kalau Sang Pangeran kecil akan tumbuh menjadi Pria Pemberani.
__ADS_1
Berani menghadapi apapun, segala resiko kehidupan yang akan Baby Erkan hadapi kedepannya.
"Bagus, Papi suka namanya, Erkan?" sahut Gentala.
Sementara Ommar, pria paruh baya itu hanya menepuk bahu Elvier. Dia juga sangat suka dengan nama yang di berikan putranya untuk sang cucu.
"Tuanku, ada sesuatu yang ingin saya sampai kan!"
Baru saja Ommar ingin membuka suara, seorang pengawal masuk kedalam ruangan dengan napas terengah-engah.
"Yang Mulia Permaisuri- gantung diri di kamar rawatnya," sambung Sang Penjaga.
Bukannya beberapa hari yang lalu Elvier mendapat kabar kalau Lavera mulai membaik, walaupun perempuan tua itu sering kali mengamuk di kamar rawatnya.
Sementara Haraya- si mantan selir itu tidak ada perubahan sama sekali. Wanita itu kadang menangis, lalu tertawa sendiri sembari berceloteh seakan di depannya memang ada orang lain.
"Ayah, biar ki-,"
"Ayah akan ke sana, kau temani istri mu terlebih dahulu. Jangan pernah meninggalkan Erkan dan Yasmine sendirian!" ucap Ommar tidak ingin di bantah.
Pria berjambang tipis itu segera melangkahkan kakinya keluar ruangan, di ikuti oleh beberapa pengawal.
__ADS_1
"Biar Papi yang menemani Ayah kamu!" tanpa berbicara lagi, Gentala segera menyusul Besannya.
Sementara Tiur hanya mengangguk, dia tidak bisa melarang Gentala pergi. Mau bagaimana pun Lavera masih besan mereka. Walaupun mungkin wanita itu pernah berbuat jahat pada Yasmine- putri mereka. Tiur dan Gentala masih menghormati serta menghargai Ommar disini. Mereka tidak ingin Ommar merasa kalau Gentala dan Tiur tengah menaruh dendam pada istri keduanya- walaupun kenyataannya mereka memang tengah menyimpan rasa itu saat ini.
"Tenang, nanti pasti Papi bakalan ngabarin kita." ucap Tiur menenangkan, saat melihat Yasmine dan Elvier masih terdiam.
Wanita setengah baya itu memberikan Baby Erkan pada Yasmine dengan hati hati.
"Cucu Mami kayaknya lapar, kasih susu dulu ya. Mami mau nyiapin makan siang dulu buat kalian," lanjutnya.
**MENURUT KALIAN, PUTRA MAHKOTA ERKAN HARUS ADA LANJUTANNYA APA ENGGAK?
KOMEN YA, KALO GAK KOMEN PARAGRAF INI, OTHOR ANGGAP GAK USAH 😅😅
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA
SEE YOU NEXT TOMORROW
BABAYY MUUAACCCHH**
__ADS_1