Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Hukuman


__ADS_3

Yasmine sedikit tersentak kala melihat seorang pelayan tengah berdiri didepan pintu kamarnya. Sang Gadis reflek memundurkan langkah, saat pelayan itu membungkukkan sedikit tubuhnya pada sang Princess.


"Maaf Putri Yasmine, Tuanku ingin berbicara dengan anda, sekarang." ucap sang pelayan.


Yasmine belum bersuara sedikit pun, kedua matanya masih menatap was was pada pria paruh baya ini.


"B-bisakah Paman mengantarkan ku?" Yasmine menatap penuh harap.


Dia berharap kalau pria berpakaian hitam putih ini mau mengantarkannya ke tempat Ayah mertuanya.


"Tentu Putri, dengan senang hati. Mari saya akan mengantar anda menemui Tuanku." sahut sang pelayan santun.


Pria paruh baya itu memberikan jalan pada Yasmine. Setelah sang Princess berjalan melewatinya, barulah dia berjalan mengikuti langkah santai istri majikannya.


Yasmine terus saja mengembangkan senyum kala berpas pas'an dengan beberapa pelayan, bahkan tanpa sungkan Yasmine ikut menundukkan kepala kala orang yang dia lewati lebih tua darinya.


"Silahkan Putri, Tuanku dan yang lainnya sudah ada di dalam." ucap sang pelayan.


Yasmine mengernyit kala melihat pintu besar dan tinggi dihadapannya. Pintunya saja begitu indah, apa lagi isi dalamnya. Sang Princess menghela napas pelan, tanpa ragu Yasmine segera membuka knop pintu.


Pemandangan yang dia lihat pertama kali adalah sebuah ruangan berwarna emas, dengan tatanan buku serta hiasan dinding yang pastinya tidaklah murah.


"Putri Yasmine sudah tiba, Tuanku."


Ommar dan yang lainnya menoleh ke arah pintu masuk saat melihat Yasmine berjalan anggun, mendekat pada mereka.


"Anda memanggil saya, Ayah mertua."Yasmine segera angkat bicara, gadis ini tidak ingin berbasa basi.

__ADS_1


"Tunjukan rasa hormatmu pada Tuanku, Putri Yasmine." sentak Jalal.


Yasmine bahkan sedikit terperanjat kaget mendengarnya, pria tua berjambang yang selalu menatap misterius padanya itu terlihat 10 kali lebih menyeramkan dari pada wajah ibu mertua tirinya.


"Hormat saya, Ayah mertua." dengan santai Yasmine memberikan hormat pada Ommar, dengan cara mengangkat kelima jarinya di pelipis.


Membuat Lavera dan Jalal terlihat menahan kesal berkali lipat pada sang Princess.


"Apa yang sudah anda lakukan pada putri Zoyya dan Putri Mahkota, Putri Yasmine." tanya Ommar.


Sang Tuan Bangsawan masih terlihat tenang, namun sepertinya tidak dengan kedua wanita muda yang tengah menatap tajam penuh dendam pada Yasmine.


Yasmine bahkan dengan berani menoleh pada Zoyya dan Zorra, sepasang saudara ular kadut itu terlihat menyunggingkan senyuman sinis padanya.


"Hanya bermain Ayah mertua, aku menekan tubuh Putri Zorrok- emm maksudnya Putri Mahkota ke dinding dengan satu kaki, lalu menjambak Putri Zoyya dan menghempaskan dia ke lantai." ucap santai Yasmine, dia tidak mengelak sama sekali bahkan menceritakan apa yang sudah terjadi pada kedua putri itu.


"Lancang sekali kau ya! itu artinya kau sudah merendahkan harga diri Putri Mahkota dan Putri Zoyya! kau benar benar bukan seorang Putri yang terhormat seperti yang di katakan Putri Zo-,"


"Menurut Ibu Mertua tiri seorang Putri yang terhormat itu seperti apa? apa wanita yang secara terang terangan menggoda seorang pria, bahkan dia tahu kalau pria itu sudah beristri tapi masih saja merayunya. Apa itu yang di sebut wanita terhormat? apa anda juga masih pantas disebut Permaisuri terhormat setelah menikahi pria yang sudah beristri, seperti Ayah mertua." ucapan Yasmine menghantam telak kedua wanita itu.


Yasmine menyunggingkan senyuman tipis kala melihat wajah Lavera memerah. Entah karena menahan malu atau menahan amarah, Yasmine pun tidak tahu.


"Kau! kau benar benar lancang Yasmine! kau pantas di beri hukuman karena sudah menghina Permaisuri. Pengawal! beri dia hukuman cambuk sebanyak 25 kali tanpa jeda!" pekik Lavera.


Wanita itu benar benar merasa di permalukan di depan muka umum, walaupun kenyataannya benar dia memang sudah menikahi pria beristri saat itu. Saat Ennet sang madu masih hidup, dan kedua pangeran serta Putri Laela belum ada di istana ini.


Yasmine melirik ke sana kemari saat melihat dua orang pengawal mendekat padanya. Dia tidak tahu harus berbuat apa sekarang, Elvier bahkan tidak ada di sini bersamanya. Entah kemana pria menyebalkan itu pergi, jadi apa yang harus Yasmine lakukan sekarang.

__ADS_1


"Maaf Putri, kami hanya menjalankan perintah." ucap salah satu pengawal.


Yasmine semakin panik saat kedua tangannya oleh para pengawal, dia memilih diam karena memberontak pun tidak ada gunanya.


"Bawa dia keruang hukuman!" titah Lavera lagi.


Wanita itu menyunggingkan senyuman pada Zoyya dan Zorra, sedangkan Ommar terlihat masih terdiam. Sepertinya Sang Tuan Bangsawan masih shock melihat keberanian menantunya. Yang berani beradu mulut dengan permaisuri.


"Heh jangan kencang kencang memegangnya, sakit tau!" protes Yasmine.


"Dia memang pantas, mendapatkan hukuman itu Ibu! beraninya dia melakukan semua itu pada kita berdua. Padahal Yasmine itu hanya rakyat jelata yang kebetulan saja di nikahi oleh Pangeran Kedua." cibir Zorra.


Lavera menipiskan bibirnya, senyumannya semakin melebar kala melihat Yasmine di bawa menuju ruang penghakiman.


"Aku akan membuatnya menyesal, karena sudah berani melawanku."



SABAR MINE, PANGERANMU MASIH OTW



**APA YANG AKAN DILAKUKAN EL, SAAT TAHU YASMINE DI PERLAKUKAN BEGITU


YUHUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT TOMORROW

__ADS_1


BABAYYY MUUAACCHH**


__ADS_2