Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Bolehkah Menyerah?


__ADS_3

Yasmine mengangkat tinggi gaun panjang yang dia pakai, bahkan gadis itu sudah melepaskan sepatu heels 7 centi meternya tanpa sungkan.


Yasmine tidak peduli dengan tatapan para pelayan yang menatap aneh padanya, bahkan diantara mereka sudah ada yang saling berbisik.


Yasmine meremas heels yang ada di tangannya, dia tidak sabar lagi untuk melemparkan benda keras itu pada seseorang nanti. Setiap lorong dia lalui, kedua matanya terus saja menelisik setiap area istana. Namun Yasmine tidak kunjung juga melihat kedua manusia yang dia cari sedari tadi.


"Apa si Zorrok itu bohongin aku ya?" gumam Yasmine.


Gadis itu menghela napas kasar, kepalanya tertunduk seakan tengah memikirkan sesuatu. Yasmine memilih untuk melangkah pelan meninggalkan lorong. Namun langkahnya terhenti saat dia melewati sebuah ruangan terbuka, seperti aula atau semacam perpustakaan besar.


"Aku tahu kalau kau tidak mencintai gadis itu kan, Vier. Kau hanya menjadikannya tameng untuk bisa memenuhi syarat yang di berikan oleh Tuanku."


Yasmine melangkah perlahan kala mendengar perbincangan dua orang didalam sana, dengan santai Yasmine bersandar di dinding sembari melipat kedua tangan di dada.


"Itu bukan urusan mu, Zoyya!" Elvier menekan setiap katanya.


Kedua orang itu belum menyadari kalau Yasmine tengah menonton pertunjukan keduanya.


"Ayolah Elvier, aku tahu kalau kau suka padaku. Tapi kau begitu keras dan tidak mau mengakui perasaanmu itu." bujuk Zoyya.


Bahkan dengan berani wanita itu mendekat pada Elvier, satu tangannya terulur untuk menyentuh rahang tegas sang Pangeran terbuang.


Grep!


Sebelum jari jemari Zoyya menyentuhnya, Elvier terlebih dahulu mencekal erat. Kedua matanya menatap tajam pada sang putri yang pernah di jodohkan dengannya.


Namun saat salah satu sudut mata Elvier secara tidak sengaja menangkap siluet seseorang di dekat pintu masuk, cengkeramannya mengendur lalu meremas pelan telapak tangan Zoyya.


"Kau benar putri Zoyya, aku memang hanya menjadikan gadis itu tameng. Kau tahu sendiri kan bagaimana si tua bangka itu terus saja memaksaku menikah, sebagai salah satu syaratnya." ucap Elvier tenang.


Salah satu sudut matanya terus saja terarah pada gadis yang terlihat mulai mendekat padanya, bahkan Elvier dapat melihat kalau sang gadis meremas erat heels yang ada ditangannya. Elvier yakin kalau heels keras itu akan terarah padanya sebentar lagi.


"Aku tahu, kau pasti tidak serius dengan pernikahanmu ini kan." goda Zoyya.

__ADS_1


Bahkan satu tangannya yang bebas berhasil menyentuh rahang sang Pangeran terbuang. Senyum kemenangan terpatri di kedua sudut bibir Zoyya saat melihat Elvier tidak menolak sentuhannya. Namun Zoyya belum menyadari kehadiran Yasmine, yang semakin mengikis jarak padanya.


"Hm," sahut Elvier malas.


Bahkan saat Zoyya hendak memeluknya, Elvier tidak menghindar sama sekali. Pria itu seakan sengaja melakukannya, namun sebelum Zoyya benar benar menempel padanya Yasmine dengan cepat menarik kasar rambut bagian belakang Putri Zoyya.


"Aakkhh!" pekik keras Zoyya.


Wanita itu tersungkur ke lantai dengan tidak elit, Zoyya menahan sakit di seluruh tubuhnya karena membentur marmer. Wanita itu berusaha bangun, namun sebelum dia menegakan tubuhnya sebuah kaki berbalut heels tajam sudah berada tepat di atas dadanya.


"Apa yang kau lakukan putri Yasmine!" pekiknya keras.


Selain Zoyya menahan rasa sakit, dia juga harus menahan rasa malu dan seakan direndahkan karena ulah Yasmine di hadapan Elvier.


Yasmine tidak bersuara, gadis itu malah semakin menekankan kakinya di dada Zoyya. Sedangkan kedua matanya menatap datar pada Elvier yang masih terdiam, pria itu tidak berusaha mencegahnya.


"Setidaknya kalau kalian ingin menjalin hubungan, tunggu sampai aku dan kau berpisah Pangeran sialan! kau anggap apa aku ini? tameng mu? mainan mu? atau- oh aku baru ingat kalau aku hanya istri denda'aanmu. Harusnya aku sudah menduga kalau hal seperti ini akan terjadi," ujar Yasmine tenang.


Gadis itu mengendurkan tekanan heelsnya di dada Zoyya, saat mendengar wanita berusia 24 tahun itu terbatuk karena merasa sesak.


Namun sekuat tenaga Yasmine menahannya sejenak, gadis itu menghirup napas dalam perlahan lalu menghembuskannya kasar.


"Terimakasih El, aku tidak akan pernah melupakannya." ucap Yasmine tenang, bahkan gadis itu semakin melebarkan senyumannya. Senyuman yang menjadi tameng rasa sesak di dadanya saat ini.


Yasmine menurunkan tangannya, lalu kemudian dia berbalik. Sebersit senyuman sinis terpatri di salah satu sudut bibirnya saat dia melihat Zoyya masih terduduk dilantai.


Braak!


Tanpa Elvier duga, Yasmine kembali berbalik lalu melemparkan heels tajam yang sedari tadi dia pegang ke arah wajahnya.


Setelah itu Yasmine pergi melenggang dengan anggun seakan tidak pernah terjadi apa pun. Bahkan saat dia melewati Zoyya, gadis itu menyingkirkan kaki Zoyya yang menghalangi jalan menggunakan salah satu kaki telanjangnya.


"AAAKKK AKU TERIMA PENGHINAAN INI!" pekik Zoyya.

__ADS_1


"Kau lihat El! gadis itu tidak punya sopan dan attitude! dia bahkan berani melukai pangeran kedua menggunakan alas kaki murahannya!" lanjut Zoyya tidak terima.


Namun sepertinya Elvier tidak merespon sama sekali, pria itu masih sibuk menyeka darah yang keluar dari hidungnya. Pukulan Yasmine mendarat telak di hidung mancung miliknya, untung saja hanya membuatnya mimisan tidak sampai patah.


"Apa kau berani melakukan semua itu padaku?" tanya Elvier.


Zoyya yang masih terengah karena menahan amarah, terlihat menatap pada Elvier lalu menggelengkan kepalanya pelan.


"Berarti kau tidak akan pernah pantas berdampingan denganku, Putri Zoyya!" tukas Elvier tajam.


Elvier melangkah meninggalkan Zoyya yang menatap tidak percaya padanya, bahkan sang pangeran terbuang semakin melebarkan senyum kala sudah melewati wanita itu.


"Akhirnya kau semakin membenciku, Mine." gumamnya.


Elvier tahu kalau Yasmine tidak akan pernah menyukai pengkhianatan, maka dari itu dia sengaja melakukannya. Setelah Elvier membalikan semua aset miliknya atas nama Yasmine, Burak, Ahmet, dia akan berhenti mengkonsumsi semua obat obatan yang di berikan Dokter Fa'aaz padanya.


Karena menurut Elvier, sampai kapan pun tidak akan pernah ada hati yang cocok untuk menjadi donornya.


Apa boleh Elvier menyerah?



JAN NGADI NGADI LU BANG, OTHOR SLEPET PAKE CENTONG RICE JUGA NIH



SI TUKANG NYLEPET



**ULER KADUT WK WK WK, TAPI CANTIK SIH


YUHUUU BONUS HARI INI

__ADS_1


AYOO KENCENGIN VOTE HADIAH DAN DUKUNGAN LIKENYA YA, KOMEN JANGAN LUPA


SEE YOU BESOK LAGI MUUUAACCHH**


__ADS_2