
Yasmine menahan amarah serta kesalnya pada Yazan, dia menekuk wajah di balik cadarnya berlipat lipat. Kalau saja ada kesempatan- dia ingin sekali melemparkan sepatu tinggi yang saat ini dipakai olehnya.
"Yazanjing! aaww- sakit banget," keluhan dan umpatan Yasmine menggema didalam kamarnya.
Lengannya memerah, karena kulitnya seputih susu- membuat warna di area itu begitu sangat kontras.
"Mine? kau disini? aku mencari mu kemana mana."
Yasmine mengangkat wajahnya, tatapan kesal dan penuh amarahnya seketika berubah menjadi sendu dan tidak berdaya, saat melihat Elvier mendekat padanya penuh khawatir.
"Kau dari mana saja, Say-,"
"Ellll-," rengeknya manja.
Sang Princess segera bangkit dan berjalan cepat menyambut kedatangan sang pelindungnya. Yasmine bahkan segera memeluk tubuh tinggi tegap suaminya dengan erat.
"Kenapa? apa ada hal yang tidak aku ket-,"
"Lihat!" seru Yamine kembali memotong ucapan Sang Pangeran Kedua.
"Kakak tiri kamu bikin tangan aku sakit, merah lagi." adunya.
Ekspresi wajah Elvier berubah cepat, wajah khawatir yang tadi dia tunjukan berubah menjadi dingin dan penuh ancaman.
"Kenapa dia melakukan hal itu?" tanya Elvier, suaranya terdengar begitu dalam dan dingin.
Yasmine menggeleng lemah, Sang Princess kembali menenggelamkan wajahnya di dada Elvier, karena sangat kebetulan perbedaan tinggi keduanya memang segitu adanya, saat Yasmine tidak memakai alas kaki apapun.
"Dia minta aku jadi Selir keduanya. Aku terus nolak, dia malah makin ngencengin pegangannya di lengan aku." cicitnya.
Yasmine terlihat khawatir saat melihat raut wajah suaminya, dia berpikir apa mungkin tindakannya salah karena sudah mengadu pada suaminya.
__ADS_1
Yasmine menggigit bibirnya saat Elvier tidak merespon apa pun. Dia benar benar khawatir kalau aduannya akan membuat Elvier bertindak di luar kendali.
"El- kamu enggak ap-,"
Ucapan Yasmine terhenti saat merasakan kecupan basah serta dalam, di area pergelangan tangannya yang terasa sakit dan memerah.
"Sudah lebih baik?" tanyanya lembut.
Yasmine pun tidak tahu harus menjawab apa, Sang Princess mengangguk pelan. Kedua matanya menatap lembut dan dalam pada Elvier. Kenapa dia dulu bisa berpikir kalau pria ini jahat, karena sudah menjerat dia dengan pernikahan denda'an. Berlaga seperti seorang Player sejati, membuat dia terus saja berpikir negatif pada Sang Model Mata Duitan, yang sudah menjelma menjadi Pangeran Kedua.
"Beristirahatlah, aku akan keluar sebentar."
Cup!
Satu kecupan ringan Elvier sematkan di dahi serta bibir istrinya sebelum dia melepaskan dekapannya dari tubuh Yasmine.
"Kamu mau kemana?"
"Aku akan keluar sebentar, Sayang. Nanti aku bawakan buah kesukaan mu, oke." bujuknya.
Tanpa mengeluarkan satu patah kata pun Elvier melepaskan cekalan Yasmine di ujung kemejanya. Meninggalkan Sang Princess dengan hati gelisah. Kedua sorot mata Sang Pangeran Kedua begitu mematikan, dingin, datar, tajam dan penuh peringatan.
Elvier melangkah cepat, kedua kaki panjangnya terus saja membawa dia menuju tempat dimana seseorang yang tengah dia cari keberadaannya saat ini.
"Pangeran Kedua, ada yang bisa Saya ban-,"
"Minggir dari jalan ku, atau kau akan kehilangan bagian terpenting dalam hidupmu, Yaser!"
Pria bernama Yaser, sekaligus pelayan Sang Tuan Bangsawan itu menghela napas kasar. Dia bergeser agar Elvier bisa lewat dengan mudah.
Tanpa sepatah kata pun, Elvier melewati Yaser begitu saja. Seolah pria berkemeja putih itu makhluk tak kasat mata. Meninggalkan mantan sahabatnya yang terlihat menatap penuh arti kearah punggung Sang Pangeran Kedua.
__ADS_1
🌷🌷🌷
"Aku akan membuatkan taman yang lebih indah dari ini, untuk mu Hara. Kau tenang saja Sayang, aku akan selalu men-,"
BUGH!
Pukulan keras menghantam bagian belakang kepala Yazan. Haraya memekik keras saat melihat Yazan tersungkur di rerumputan.
BUGH!
Pukulan kedua tidak kalah mematikan. Bogeman tangan Elvier tidak meleset, begitu keras dan mengenai tepat sasaran.
"PANGERAN KEDUA, APA YANG KAU LAKUKAN PADA SUAMIKU?!" jerit Haraya lagi, saat melihat Elvier semakin membabi buta menghajar Yazan.
KREKK
"Aaakkhhh!" raung Yazan, saat Elvier mematahkan salah satu jari tangan kanan Kakak Tirinya.
"Aku akan mematahkan semua jari dan tangan mu, kalau kau berani untuk menyentuh MILIKKU! apa lagi sampai menyakitinya!" desis rendah Elvier tepat di depan wajah Yazan.
Bruuk!
Sang Pangeran Kedua menghempaskan tubuh Yazan kembali. Tanpa iba sedikit pun, Elvier bangkit dari atas tubuh Yazan- lalu melangkah pergi tanpa sudi untuk menoleh pada Yazan dan Selirnya.
Haraya terlihat shock, wajahnya memerah karena menahan sesuatu yang ada didalam dirinya.
BADAN DOANG GEDE, OTAK SEGEDE BIJI SAWI LU BANGSUL
__ADS_1