Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Cemburu


__ADS_3

Yasmine bersidekap dada melihat Elvier tengah di poles sedemikian rupa oleh seorang make up artis. Namun ingin rasanya Yasmine menepis tangan gatal pria gemulai itu dari wajah suaminya saat pria berjambang itu terus saja menggoda prianya, tapi Yasmine sekuat tenaga menahan agar sepatu heels yang dia pakai saat ini bertahan di tempat semestinya.


'Tahan Yas, ini sudah resiko mu menjadi istri dari sang supermodel. Tebal kan hati, mata, dan telinga.' gumam Yasmine dalam hati.


"Sudah selesai, silahkan kau memakai pakaian mu Tuan tampan." ucap si pria gemulai.


"Atau kau ingin aku ban-,"


"Aku ingin wanita itu yang membantuku, jangan biarkan siapa pun masuk kedalam!" sela Elvier.


Salah satu sudut matanya melirik pada Yasmine, yang terlihat diam diam tengah mengulum senyum. Yasmine tahu wanita mana yang Elvier maksud, jadi tanpa menunggu di ben*cong gurun pasir sahara itu berbicara padanya, dia bangkit dan mendekat pada Elvier.


Bahkan Yasmine terlihat menggulung lengan kemejanya hingga siku, wanita bertubuh 164 centi meter itu berdiri di belakang tubuh Pangeran Kedua yang tengah menjelma menjadi sang supermodel.


"Ada yang bisa aku bantu, Tuan Tampan?" ucap Yasmine mengikuti gaya si pria gemulai.


Kedua tangannya bertumpu di bahu kekar nan kokoh suaminya, bibir tipis semerah cherry itu terus saja mengembang, membuat Elvier ikut tertular senyumannya. Pria berkemeja abu abu itu menoleh, dengan sekali tarik Elvier berhasil membawa Yasmine ke atas pangkuannya.


"Kau cemburu?" tanya Elvier, Sang Supermodel tersenyum geli melihat dahi Yasmine berkerut.


Namun senyuman gelinya memudar kala melihat Yasmine tertawa geli, tawa kecil namun Elvier tahu kalau saat ini Yasmine tengah mencibirnya lewat tawanya.


"Aku? cemburu sama ben*cong gurun pasir? oh ya ampun El, lihat jenggotnya aja aku geli apa lagi sampai cemburu, nope!" tukas Yasmine.


Dia memang tidak cemburu pada pria gemulai tadi hanya ingin melempar heels saja ke wajahnya, Yasmine hanya geli melihat Elvier digerayangi ben*cong gurun pasir itu, tidak lebih.

__ADS_1


"Baiklah," ujar Elvier datar.


Bahkan pria itu menurunkan Yasmine dari pangkuannya, Elvier bangkit dan berjalan menuju keluar ruang make up dan ganti. Yasmine yang masih berdiri di tempatnya hanya menatap heran, suaminya itu kenapa? apa ada yang salah dengan ucapannya? Dia benarkan? untuk apa cemburu pada pria gemulai itu, kecuali kalau Elvier di pegang pegang oleh wanita lain, pasti dia akan cemburu setengah mati.


Yasmine mengedikkan bahu tak acuh, wanita itu segera menyusul Elvier keruang pemotretan. Yasmine terlihat tengah mengenakan jaket milik Elvier yang sengaja di lepaskan pria itu, sebelum berganti kostum.


Namun gerakan tangannya terhenti saat melihat pose Elvier dan Marinka, posisi mereka berdua terlihat begitu dekat dan- rapat. Kenapa mereka sudah mulai? perasaan Elvier baru saja keluar dari ruang ganti?


Tidak bisa di biarkan!


Yasmine mengencangkan kedua rahangnya, walaupun ini adalah keprofesionalan kerja tapi rasa panas membara di hatinya tidak seprofesional karir suaminya.


Dan sepertinya Elvier belum menyadari keberadaan Yasmine di sana, atau mungkin pria itu sengaja?


Sementara Marinka semakin melebarkan senyum kala mendapatkan pose cukup menantang bersama Elvier. Bahkan tanpa sungkan Marinka membelitkan kedua tangannya di leher Elvier, membuat wajah mereka hanya berjarak beberapa centi meter saja.


Disisi lain Yasmine sudah meremas kencang ujung jaket yang tengah dia pakai, tangannya sudah gatal ingin sekali melemparkan heels 9 centi meter yang dia pakai ke wajah si Mummi Mesir.


Tangan Yasmine terkepal erat saat melihat Elvier diam tak menolak Marinka, sepertinya pria menyebalkan itu sengaja membuat Yasmine cemburu.


Karena sudah tidak tahan lagi, Yasmine memilih keluar dari ruang pemotretan. Disaat itulah Elvier terlihat panik, dia kira Yasmine akan menunjukan sikap bar barnya pada Marinka. Namun ternyata kenyataan tidak sesuai dengan ekspetasinya, wanitanya memilih meninggalkan ruangan pemotretan begitu saja.


Bruk!


"Aawww, astaga apa yang kau- hei kau mau kemana Vier?!" pekikan Marinka terdengar jelas saat Elvier mendorong tubuhnya begitu saja.

__ADS_1


Pria jangkung itu segera berlari keluar, Elvier tidak peduli dengan panggilan Marinka dan Sang Fotografer. Bahkan saat dia melewati Burak, Elvier tidak berbicara apa pun membuat pria berdarah Turki itu menatap heran.


"Mau kemana dia? bukannya dia memintaku membelikan makanan untuk Princess?" gumamnya heran.


Burak mengedikkan bahu tak acuh, pria berambut ikal itu kembali melanjutkan langkahnya menuju ruang pemotretan. Sedangkan Elvier tengah di buat pusing tujuh keliling saat dia kehilangan jejak Yasmine.


Elvier sangat yakin kalau Sang Princess marah padanya, padahal dia sangat berharap Yasmine menunjukan rasa cemburunya di sana tadi.


"Arrgh, sialan!" geram Elvier.


Sepertinya list dalam membuat Yasmine cemburu akan Elvier musnahkan dari daftar kejahilannya, dia tidak akan menggunakan sikap child itu lagi mulai hari ini.


"Astaga Mine, kau dimana Baby?!" gumam frustasi Elvier, saat dia tak kunjung menemukan jejak Sang Princess.



MUMET MUMET LU BANG



**SALANGEO EL


YUHUUUU JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT TOMORROW

__ADS_1


BABAAAYYY MUUUAACCHH**


__ADS_2