Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Let's Game


__ADS_3

Yasmine memejamkan kedua mata, saat merasakan gelayar aneh di tubuhnya, dikala Elvier menyusuri dahi, turun ke hidung, bibir, dagu, leher dan terus merambat ke area bawah. Melewati dua bukit botak kembar minimalis namun simetris, yang membuat Elvier semakin di landa kemarau- panas berkepanjangan.


Yasmine meremas apa pun yang bisa dia pegang saat ini, di kala sentuhan seringan kapas yang Elvier berikan semakin turun dan turun lagi. Padahal saat ini Yasmine masih menggunakan pakaian lengkap, Elvier melakukan semua itu dari luar.


"Kau suka?"


Yasmine tidak menjawab saat Elvier bertanya seperti orang bodoh, gadis itu lebih memilih memejamkan kedua matanya. Yasmine masih terlalu malu untuk mengakui kalau dia memang menyukai sentuhan Elvier saat ini.


"Kita tidak akan melakukannya, kalau kau belum siap," ujar Elvier lagi.


Bahkan pria bertubuh tinggi besar itu menghentikan sapuan jari jemarinya di tubuh sang Princess. Namun tubuh keduanya masih saling berdekatan, Yasmine pun terlihat membuka kedua mata setelah sempat terlena.


"Aku? atau kamu yang belum siap?!" tukas Yasmine.


Kedua netra mereka beradu, sebenarnya bukan siap atau tidak siap yang saat ini tengah Elvier rasakan. Dia masih takut kalau nantinya dia akan-,


"El?"


Panggilan lembut Yasmine membuat Elvier menghela napas pelan, lalu menangkub kedua pipi istrinya.


"Jangan menikah lagi kalau aku tiada nanti, jangan biarkan anak ku memanggil Ayah pada pria lain." pinta Elvier.


Sorot kedua netra nya terlihat sangat serius, Elvier memang tidak akan rela kalau nanti Yasmine hamil, lalu Tuhan lebih sayang padanya sebelum dia melihat anak mereka tumbuh, dan Elvier yakin setelah kepergiannya nanti akan ada pria lain yang masuk kedalam hidup istri serta anaknya.


Tidak! Elvier tidak akan pernah rela, dia rela bangkit dari kubur kalau sampai ada pria asing yang datang untuk menggantikan posisinya.

__ADS_1


"Memangnya kamu mau kemana?" tanya Yasmine geli.


Suaminya terlalu parno dan sedikit tidak percaya diri dengan hidupnya, Yasmine paham sangat paham apa yang tengah Elvier rasakan sekarang.


"Mine?" panggilnya dengan wajah memelas.


Yasmine semakin mengulum senyum kala melihat wajah memohon suaminya.


Cup!


Satu kecupan Yasmine berikan di bibir tebal Elvier, hanya kecupan tidak lebih. Gadis itu meraih salah satu tangan Elvier yang ada di pipinya.


"Mau kamu tiada atau pun ada, aku tidak akan membiarkan siapa pun menggantikan kamu di hidup aku, El. Walaupun kita bersatu lewat jalur ekspres, paksaan serta denda'an, kamu akan tetap jadi yang pertama dan terakhir." ucap Yasmine dengan suara tercekat.


"Dan aku pastikan kamu tidak akan kemana mana, kamu akan selalu sama aku dan anak anak kita nanti. Justru yang aku takutin kalau nanti aku yang gak ada, apa mungkin kamu bakalan tetap sen-,"


Yasmin tersenyum, "kalau begitu lakuin El, jadi'in aku istri kamu yang seutuhnya." lirih Yasmine, sebelum Elvier kembali meraih tengkuknya dan mempertemukan kedua bibir mereka.


Kamar yang luasnya melebihi kamar mereka di apartment itu di penuhi dengan decapan dan lenguhan keduanya.


Entah siapa yang mulai, kini Elvier dan Yasmine sudah tidak memakai sehelai benang pun. Bahkan gadis itu beringsut mundur kala melihat lobak Arab aka Jin Musafir.


'Astaga, ternyata Kak Cia benar,' gumam Yasmine dalam hati.


Gadis itu menatap ngeri pada sesuatu yang terlihat asing di kedua matanya, Yasmine memang tidak polos dan lugu, tapi kalau melihat Lobak Arab jujur Yasmine belum pernah walaupun lewat gambar atau video.

__ADS_1


Yasmine tidak munafik, dia juga penggemar pria kekar berotot sixpack, hanya bagian pinggang ke atas saja yang pernah dia lihat dengan mata kepala sendiri. Sedangkan untuk masalah di bawah pusar, Yasmine angkat tangan dia masih bodoh untuk hal itu.


"Kau takut?"


Yasmine menggeleng lalu mengangguk, entahlah dia masih cukup terkejut melihat si Lobak Arab.


"Kalau kau takut sebaiknya ki-,"


"Jangan banyak omong, kalau mau ayo!" pekik tertahan Yasmine, seharusnya Elvier tidak berbicara seperti itu.


Apa pria ini tidak tahu kalau dia begitu malu sekarang, bukannya memenangkan Elvier malah terkekeh kecil mendengar pekikan nya.


"Let's game, My Princess." bisik seduktif sang Pangeran tepat di depan bibir Yasmine.



**HAYUK BANG KENAPA GAK MULAI MULAI IHH


HOLLA ASSALAMUALAIKUM MET PAGI EPRIBADEH


GIMANA KABAR KALIAN HARI INI


PUASA LANCAR


UDAH PADA SAHUR

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHH**


__ADS_2