
Tidak terasa usia kandungan Yasmine sudah menginjak 7 bulan. Perut ratanya sudah membuncit, bahkan kedua kaki Sang Princess ikut membengkak karena tidak bisa diam.
Padahal Elvier sudah mewanti wanti agar Yasmine jangan banyak bergerak. Cukup diam diatas tempat tidur, kalau butuh sesuatu hanya tinggal menghubungi Hanna atau pelayan manusia.
Dan kini Sang Princess tengah menikmati dinginnya air kolam renang di kedua kakinya. Wanita itu terlihat tengah berbicara lewat telepon bersama Tiur- Sang Mami. Semenjak Tiur mengetahui kehamilan Yasmine beberapa bulan yang lalu, si calon nenek itu bisa menelepon Yasmine 3 sampai lima kali sehari. Tiur juga masih sempat mengucapkan bela sungkawa pada Ommar dan Elvier, saat mengetahui kalau Yazan dan Zorra sudah berpulang, sebelum dia dan Gentala kembali ke Indonesia, saat usia kandungan Yasmine masih sangat muda. Lebih tepatnya saat dia menyusul Gentala ke Dubai bersama Davyn.
Dan sekarang Tiur menjadi super protektif dan sedikit parnoan, setelah mengetahui kejadian yang menimpa anggota keluarga Albarack, wanita setengah baya itu khawatir pada Yasmine- karena kehamilan pertamanya harus berjauhan dengan Sang Mami.
"Iya, nanti Yash istirahat Mi. Mami sama Papi juga jaga kesehatan, dua bulan lagi kesini."
"Iya Mami iya, ya udah Yash mau tidur dulu ya, dah Mami muuaachh!"
Yasmine mengakhiri panggilan, wanita hamil itu menghela napas kasar- sebelum dia berdiri dengan hati hati. Namun belum sempat dia berdiri, sebuah tangan sudah melingkar di lehernya. Membuat Yasmine kembali terduduk, senyuman tipisnya mengembang- saat dia tahu siapa orangnya.
__ADS_1
"Udah pulang?"
Yasmine mengusap lembut lengan besar yang tengah memeluknya posesif. Bahkan tanpa ragu Yasmine memberikan kecupan kecil.
"Aku lelah,"
Yasmine menoleh mendengar gumaman suaminya. Satu tangannya terulur untuk mengusap lembut rahang tegas pria yang dulu pernah tidak dia sukai, diawal pertemuan keduanya.
"Peluk aku Mine," pintanya.
"Gimana meluknya, lihat perut aku kan udah gede,"
Yasmine menunjuk kearah perutnya yang besar, kalau dia memeluk Elvier dari depan- otomatis si jabang bayi yang berjenis kelamin laki laki itu akan terjepit. Selama beberapa bulan ini dia dan Elvier tidak pernah berpelukan dari depan- karena takut sang calon pewaris terjepit.
__ADS_1
Tapi sekarang Sang Pangeran dengan manjanya minta di peluk, padahal dulu Elvier lah yang tidak mengizinkan mereka berpelukan dari depan.
"Ya sudah, peluk dari belakang saja. Aku yang akan memelukmu," ujar Elvier, sepertinya mood ibu hamil yang sering Yasmine rasakan kini berpindah padanya.
Bahkan saat Yasmine dalam masa masa mengidam, Elvier lah yang kelabakan sendiri. Di saat si calon Daddy itu menginginkan rujak buah buahan tropis segar, yang langsung di petik dari pohonnya. Elvier merajuk tidak henti henti, sampai akhirnya Gentala mengirimkan begitu banyak buah jambu, kedondong, mangga muda, pepaya mengkal, bengkoang, nanas, sampai mengkudu dia kirim ke Dubai.
Bahkan si calon Kakek itu mengirimkan video saat dia dan Davyn serta Gavyn memetik buah buahan itu di kebun milik Alkan. Beruntungnya Gentala memiliki saudara ipar yang kebunnya lebar, disana sudah banyak tersedia pohon berbagai macam buah buahan yang biasa di jual Akang rujak.
"Peluknya jangan di perut, nanti baby nya sesak napas,"
Elvier mengangguk polos, pria bertato di lengan itu menempatkan posisi kedua tangannya di leher Yasmine. Kedua kakinya mengangkangi tubuh belakang Sang Princess hingga menyentuh air kolam.
Elvier menempatkan dagunya di bahu Yasmine, memejamkan kedua mata- menikmati kebersamaan mereka hari ini. Elvier pasti akan sangat merindukan masa masa ini saat si jabang bayi lahir, masa berdua dan tidak ada yang mengganggu mereka.
__ADS_1
DEDEK JUGA MAU DI PELUK DONG BANG