
Satu minggu berlalu, Yasmine dan Baby Erkan sudah di perbolehkan pulang. Tiur dan Gentala pun masih stay di Dubai, Kakek dan Nenek baru itu belum siap berpisah dari cucu pertama mereka.
Dan sudah satu minggu lamanya Lavera meninggalkan dunia fana ini. Sang Permaisuri ditemukan mati bunuh diri dengan cara mencekik lehernya sendiri dengan seutas tali yang dia buat sendiri dari robekan baju. Ommar yang melihat keadaan istri keduanya, hanya menelan saliva pahit. Dua kali dia ditinggalkan oleh istrinya, yang pertama Ennet dan kali ini Lavera. Tapi rasanya berbeda, saat dia di tinggalkan Ennet- Ommar merasakan hatinya pun ikut mati.
Bukan hanya karena rasa penyesalan karena sudah melupakan cintanya, namun karena di detik detik terakhir Ennet kritis- dia tidak ada di sisi sang istri.
Namun saat Lavera tiada, Ommar merasa biasa saja. Dia malah berpikir mungkin ini yang terbaik untuk Lavera. Terdengar jahat, tapi mau bagaimana lagi memang itu yang Ommar rasakan. Kalau bisa memilih lebih baik Lavera yang mati dari pada Yazan atau Ennet.
Seiring bergulirnya waktu, Ommar kembali menata lagi istana kebangsawanan Albarack. Ommar bahkan mengeluarkan seluruh pendukung Lavera dan Yazan, termasuk Jalal. Sementara Yaser karena pria muda itu netral- Ommar masih mempertahankannya di istana. Ommar melakukan semua itu demi Sang Perwaris, Putra Mahkota Erkan Akara. Si bayi mungil menggemaskan yang masih berusia satu minggu, tapi ternyata Erkan sudah mendapatkan tahta tinggi- melebihi posisi Sang Ayah di istana Albarack.
Bahkan saking gemasnya, ingin rasanya Tiur membawa bayi gembul itu ke Indonesia, agar dia bisa ikut merawat Sang Pangeran kecil. Namun itu tidak akan mungkin pernah terwujud, Tiur yakin kalau menantunya tidak akan pernah mengizinkan.
Tapi itu tidak masalah bagi Tiur dan Gentala, yang terpenting sekarang anak serta cucunya baik baik saja. Bukannya mereka bisa saling memberikan kabar lewat video call atau telepon.
"Si ganteng Oma udah wangi, sekarang bobo dulu ya," Tiur meraih tubuh Baby Erkan, dan meletakkannya di box bayi.
Sedangkan Yasmine, si Mommy muda itu masih berganti pakaian di walk closet, sendiri. Tidak, sepertinya Yasmine tidak sendirian disana- buktinya saat ini ada dua lengan berotot dan bertato tengah memeluk tubuh setengah telanjangnya dari belakang.
__ADS_1
Yasmine menghela napas pelan, dia sama sekali tidak dapat bergerak. Tubuhnya terkunci, kedua tangan itu tidak membiarkan Yasmine bergerak sedikit pun.
"El, aku pakai baju dulu,"
Elvier menulikan kedua telinganya, pria beranak satu itu menggeleng pelan, dan malah menyerukan wajahnya di leher Yasmine. Memberikan kecupan ringan dan dalam, bahkan Elvier dengan jahil menjilat batang leher Yasmine seduktif- membuat wanita itu meremang hebat.
"Biarkan seperti ini," pintanya.
Yasmine mengigit bibirnya gemas saat merasakan sesuatu yang keras diarea pinggangnya. Yasmine tahu kalau saat ini Elvier tengah dilanda gairah, wanita yang baru saja menjadi ibu muda itu dapat merasakannya.
Yasmine semakin mengulum senyum kala mendengar helaan napas kasar suaminya. Bahkan saat Elvier membalikan tubuhnya, dan kini mereka saling berhadapan- senyuman geli Yasmine tak kunjung surut. Terlebih saat melihat wajah melas dan memerah Elvier, ada rasa iba di hati Yasmine. Tapi mau bagaimana lagi, masa nifasnya belum selesai. Masih banyak hari yang harus Elvier lewati, Yasmine berharap suaminya akan sabar menanti.
"Sabar ya ganteng, masih ada 33 hari ke depan. Kamu kuatkan puasanya, harus dong! kan kata dokter Shareen kalau di paksa nanti aku bisa pendarahan." Yasmine terus saja memberikan pengertian pada Elvier.
Cup!
Bukannya menjawab, Elvier malah mengecup keningnya dalam dan cukup lama.
__ADS_1
"Aku bukan pria seperti itu Mine. Tidak mungkin aku membuatmu sakit, hanya karena tidak kuat menahannya," ujar Elvier, pria itu menjeda ucapannya.
"Kan masih ada yang lain, pakai ini juga tidak apa apa," sambungnya.
Yasmine melotot tajam, saat Elvier membawa tangannya ke arah bawah. Benar dugaannya, si Lobak Arab sudah bertegangan tinggi seperti tegangan di menara sutet.
**PAKE APE BANG, JAN NGADI NGADI LU
HOLLA MET PAGI EPRIBADEH
MAAF TELAT UP NYA, MAKLUM OTHOR TEPAR BANGUN KESIANGAN 😂😂😂😂
JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA
SEE YOU NEXT PART MUUAACCHH**
__ADS_1