Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Menunjukkan Taring


__ADS_3

Yasmine terus saja memajukan bibirnya, kedua kaki jenjangnya berusaha melangkah cepat agar bisa menyamai langkah Elvier.


"El jangan cepat cepat jalannya! gaun ini susah diajak kompromi!" geram Yasmine.


Elvier terus saja melangkah cepat mendahului Yasmine, sedari tadi Sang Pangeran terasingkan itu terus saja diam. Lebih tepatnya Elvier mendiamkan Yasmine setelah kejadian tadi, bahkan sang model yang menjelma menjadi pangeran impian itu segera masuk kedalam kamar mandi, kala dia masih melihat Yasmine half naked di atas tempat tidur. Gadis kecil itu membaringkan tubuhnya terlentang sembari memejamkan kedua mata, membuat Elvier mengumpat berkali kali di dalam hatinya.


"El? aku gak bis- aaakkhh!"


Yasmine memekik kala Elvier tiba tiba saja berbalik dan menggendong tubuhnya tanpa aba aba. Yasmine pun reflek mengalungkan kedua tangannya di bahu kokoh suaminya. Bahkan setengah mati Yasmine harus menahan senyuman kala melihat Elvier terus saja menghindari tatapan genitnya.


"Jadi sekarang kita lagi buat drama pengantin baru di depan anggota keluarga kamu?" bisik Yasmine tepat di dekat telinga Elvier.


Bahkan dengan jahil Yasmine menghembuskan napas tepat di batang leher Elvier, setelah dia berbisik seduktif. Membuat pria bertubuh tinggi itu menaikan turunkan jakunnya secara perlahan.


"Berhentilah menjadi gadis penggoda!" tukas Elvier datar.


Yasmine semakin mengeratkan rangkulannya di leher Elvier, bahkan gadis itu dengan sengaja bersandar nyaman di dada sandaranable milik sang Pangeran.


"Memangnya salah kalau aku menggoda suami sendiri," ujar pelan Yasmine.


Gadis itu semakin liar dengan menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Elvier. Hembusan napas hangat Yasmine sangat menyiksa lahir dan batin Elvier. Sang Pangeran terasingkan itu sekuat tenaga menahan gejolak di dada.


Bruk!

__ADS_1


"Aawwww!"


Yasmine memekik kala Elvier tiba tiba menjatuhkan tubuhnya di lantai, belum sempat Yasmine mengeluarkan suara emasnya, Elvier sudah terlebih dahulu pergi meninggalkannya begitu saja dengan kejam.


"Dasar cowok gak punya perasaan! aku sumpahin kamu cinta mati sama aku El! ingat sumpah keturunan Opa Damar itu sangat mujarab, potong aja uang jajan Davyn kalau gak percaya." omel Yasmine.


Gadis itu menepuk bo*kongnya yang lumayan terasa sakit, walaupun Elvier menjatuhkannya dari ketinggian 30 centi meter, namun tetap saja bo*kongnya terasa kebas.


Untung saja tidak ada mata yang melihat kejadian memalukan itu, kalau sampai ada yang melihat entah apa yang akan terjadi nanti. Yasmine berjalan tertatih sembari memegangi area belakang tubuhnya, gadis itu membuang wajah saat melihat Elvier menunggunya di antara pintu masuk ruang makan.


"Gak usah ngomong, aku benci sama kamu!" cetus Yasmine saat melewati Elvier.


Gadis itu merapihkan tatanan rambut hitam panjangnya terlebih dahulu sebelum masuk kedalam kandang ular. Yasmine melebarkan senyuman sembari melangkah anggun di ikuti oleh Elvier dari belakang. Pria itu tidak bersuara namun kedua mata Elangnya tidak lepas dari tubuh bagian belakang Sang Princess.


Elvier bahkan mengigit bibirnya sendiri, kala teringat apa yang ada di dalam balutan gaun ala princess yang di pakai sang istri.


Yasmine dan Elvier tidak peduli dan berusaha menulikan kedua telinga, Yasmine hanya tersenyum seadanya pada semua manusia di sana. Namun saat Elvier menarik satu kursi untuk dia duduki, Yasmine menampilkan senyuman manis terkesan menggoda.


"Terimakasih Sayang," ujar Yasmine sembari mengelus lembut rahang suaminya.


Sementara Elvier hanya tersenyum tertahan, sembari mengusap lembut pucuk kepala Yasmin.


Acara makan malam keluarga Albarack berjalan hikmat, tanpa ada suara yang terdengar hanya dentingan garpu dan sendok. Yasmine terlihat begitu lahap memakan makanan khas Timur Tengah. Selain berasal dari nasi, makanan ini juga lumayan menyatu di lidah kampungannya.

__ADS_1


Bahkan Yasmine menjadi pusat perhatian seseorang saat ini, seorang wanita yang terus saja menatap merendahkan padanya.


"Apa Putri Yasmine sudah terbiasa makan seperti orang kelaparan?" sarkas nya.


Semua orang yang ada di meja makan menghentikan gerakan mulut serta tangan mereka, semua pasang mata tertuju pada sang wanita termasuk Elvier dan Yasmine.


Bahkan Yasmine dengan santai masih mengunyah daging unta yang ada di mulutnya, sembari menaikan sebelah alis pada sang wanita.


"Why? apa ada yang salah dengan cara makan ku? sepertinya tidak ada yang aneh, sama seperti kalian." balas santai Yasmine.


Gadis itu kembali menyuapkan nasi kedalam mulutnya, untung saja dia tidak lupa memakai alat translate bahasa, walaupun wanita itu berbicara menggunakan bahasa Inggris yang masih di mengerti oleh Yasmine.


"Cara makan mu tidak menunjukan kalau kau itu seorang Putri yang terhor-,"


"Dan cara menatapmu pada suamiku tidak menunjukan kalau kau adalah seorang yang wanita terhormat!" tukas tajam Yasmine.



PRINCESS YASMINE



PUTRI ZORRA BINIKNYA YAZAN

__ADS_1



PUTRI ZOYYA


__ADS_2