
"Apa maksud ucapan Kakak tadi? Yang Mulia Putra Mahkota tidak berniat untuk mencari selir lagi kan?" cecar Zorra.
Sang Putri Mahkota yang tengah mengandung muda itu menatap penuh tuntutan pada Kaviar, begitu pula Zoyya- wanita yang begitu menggilai Sang Pangeran Kedua ikut kesal saat mendengar penuturan Kakak tertuanya di meja makan tadi.
Kalau saja Permaisuri dan Tuan Besar ada disana, Zorra sudah menanyakan apa benar Yazan akan menambah selir- atau itu hanya candaan belaka. Tapi dari gerak gerik Sang Putra Mahkota, Zoyya yakin pria Albarack itu berpotensi untuk berpoligami- lagi.
"Bukankah Yazan bilang tadi, kalau dia tidak mungkin menjadikan gadis penari itu selir."
Zorra mendengus pelan mendengar ucapan Kaviar. Dia juga tidak tuli, saat Yazan berbicara tidak akan pernah menjadikan gadis penari itu yang menjadi selir. Hanya gadis penari itu kan? jadi akan ada gadis gadis lain berpotensi tinggi menjadi selir keduanya.
Zorra mengepalkan kedua tangannya erat. Saat Yazan menikahi Haraya secara diam diam, mungkin dia masih bisa bersabar- tapi tidak untuk yang kedua kalinya. Zorra akan memberikan perhitungan pada Sang Putra Mahkota.
🐎🐎🐎
Haraya menatap dirinya di pantulan cermin, tatapannya datar seperti biasanya. Dianugerahi wajah cantik menawan, tidak membuat Haraya bahagia dan berpuas diri.
Dibalik wajah cantik sempurnanya, ada kekurangan yang tidak di ketahui oleh orang lain. Kekurangan yang membuat dia tidak lagi bisa menjadi wanita sempurna seutuhnya.
__ADS_1
Haraya kehilangan rahimnya, setelah aborsi paksa yang dilakukan oleh Lavera beberapa tahun yang lalu. Beberapa bulan setelah aborsi itu, rahimnya terkena infeksi- dan harus diangkat. Hal itulah yang membuat Haraya frustasi, depresi yang berujung tindakan bunuh diri, namun tidak pernah berhasil.
Kehilangan calon buah hati, sekaligus bagian terpenting dalam hidupnya- membuat Haraya terguncang. Haraya berubah 180 derajat, Haraya yang lemah lembut, murah hati dan senyum, kini menjadi Haraya yang dingin, kasar, bahkan kejam.
"Aku hanya perlu melenyapkan ibunya bukan?" gumamnya pelan.
"Setelah itu aku akan mengambil bayinya, aku yang akan merawatnya. Aku akan menjadi ibu yang baik untuknya, dan tentu akan menjadi Putri Mahkota satu satunya." sambungnya sambil terkekeh ngeri.
"Setelah Zorra lenyap, tidak akan ada lagi ancaman untuk ku. Semua ancaman sudah aku hilangkan, mulai dari-,"
Haraya menghentikan ucapannya, kedua sudut bibirnya terangkat sempurna- membentuk senyuman lebar yang terlihat mengerikan.
Kekehan kecil kembali terdengar, "Maafkan aku adik ipar tiri, kau adalah salah satu penghalang terbesarku setelah Kakak Madu. Karena kalau dirimu sampai mengandung, posisiku semakin terancam- begitu pula dengan posisi suamiku. Karena setahu ku, Lavera bukan istri pertama Tuanku- melainkan Ibu dari Pangeran kedua lah. Jadi, bila ada tetua Albarack yang memberontak tidak menerima semua itu, posisi Yazan akan terancam- dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi." ocehannya, terdengar penuh dengan emosi.
"Jadi, cara satu satunya dengan menyingkirkan semua wanita yang ada di dekat Pangeran Kedua- termasuk gadis penari itu." desisnya lagi.
"Atau mungkin, Zoyya pun bisa aku lenyapkan kalau dia masih nekat." kekehnya lagi.
__ADS_1
Haraya menampilkan senyuman mengerikan layaknya psikopat, yang akan membuat semua orang yang melihatnya bergidik ngeri- termasuk orang yang saat ini diam diam tengah mengupingnya dari celah pintu.
Orang itu membekap mulutnya tidak percaya, dan pastinya tidak pernah dia duga sebelumnya.
'Jadi hanya karena tahta, Haraya berusaha membunuhku?' bisik hatinya.
Ya Tuhan, harta tahta dan wanita ternyata mampu membuat seseorang berubah menjadi iblis yang haus kekuasaan. Menjadi kejam serta keji- mempermainkan nyawa seseorang dengan mudah dan seakan tidak pernah merasa bersalah.
PRANG!
Kedua matanya membola, saat sikunya tidak sengaja menyenggol sebuah guci keramik mahal di dekatnya, hingga hancur tak berbentuk.
'Guci sialan!' umpatnya dalam hati.
"Siapa itu?!" seru Haraya dari dalam, membuat orang itu segera berlari tunggang langgang meninggalkan ruangan remang terkesan gelap, yang di tempati oleh Sang Selir Putra Mahkota.
__ADS_1
GARA GARA ELU SIH BANGSUL