
Kedua mata hitam Yasmine semakin menggelap, wanita cantik itu tidak peduli dengan jerit pilu Zoyya saat dia menyeret rambutnya. Bahkan disaat mereka menuruni undakan anak tangga, Yasmine seakan mematikan hati serta perasaan iba nya kala Zoyya terjerembab dan terseret olehnya.
Kedua mata hitam bulat Yasmine hanya menatap datar ke arah depan, Sang Princess juga tidak memperdulikan tatapan ngeri para pelayan istana yang menonton mereka berdua. Tujuan utama Yasmine adalah ruang tengah istana, ruangan yang menjadi ballroom itu akan menjadi saksi bisu bagaimana keganasan seorang keturunan Prayoga, saat miliknya di usik.
"SAKIT! TOLONG LEPASKAN!" jerit Zoyya semakin menjadi.
Bahkan sudut bibir wanita itu lebam dan berdarah akibat hantaman sandal yang di berikan oleh Yasmine.
Semua penghuni istana menatap tidak percaya, kedua bola mata mereka di paksa keluar saat melihat betapa sadis dan kejamnya Yasmine kala memperlakukan Zoyya.
Ada beberapa dari mereka menatapnya iba pada Zoyya, tapi banyak pula yang merasa puas saat melihat wanita sombong, arogan serta angkuh itu memohon ampun pada Sang Princess.
Bruuk!
Tanpa perasaan Yasmine melemparkan Zoyya di tengah tengah ballroom.
Pekikan keras para pelayan wanita saat melihat Yasmine kembali menghajar Zoyya tanpa ampun, membuat para anggota inti keluarga Albarack mendekat. Mereka semua berbondong bondong menuju asal suara pekikan dan jeritan.
"ZOYYA?!" pekikan Zorra tidak mampu membuat Yasmine berhenti.
"PUTRI YASMINE! APA YANG KAU LAKUKAN PADA ADIK KU?!" Zorra kembali menjerit, kala melihat Yasmine kembali melayangkan bogeman mentah di wajah Putri keluarga Abraham itu.
Seakan tuli, Yasmine tidak memperdulikan jeritan Zorra. Kedua mata hitam bulatnya terus saja menatap dingin pada Zoyya. Dengan kasar Yasmine membangunkan tubuh wanita ular itu, agar Zoyya dapat berdiri tegap. Walaupun tinggi tubuh keduanya berbeda jauh, Yasmine tidak pernah takut hanya karena kalah tinggi.
__ADS_1
Tinggi boleh saja kalah, tapi tidak dengan mental.
"PANGERAN KEDUA TOLONG HENTIKAN ISTRIMU! ZOYYA BISA MATI KARENA ULAHNYA!" jeritan Zorra kembali terdengar, kala Elvier tiba di ruangan itu.
Sama halnya dengan Yasmine, Elvier menulikan kedua telinganya. Pria jangkung itu bahkan tidak memperdulikan ocehan Lavera yang memintanya untuk memisahkan Yasmine dari Zoyya.
"Dia pantas mendapatkannya, bahkan seharusnya lebih dari itu." sahut Elvier santai dan terkesan dingin.
Sang Pangeran Kedua melangkah perlahan, satu tangannya mengeluarkan sesuatu dari dalam kantung celananya.
Sebuah benda pipih yang tergulung rapih, berbentuk panjang dan lentur. Bahkan saking lentur nya, Elvier dapat menyimpan benda itu didalam kantung celananya.
Langkah Elvier berhenti saat tubuhnya sejajar dengan Yazan, salah satu sudut bibirnya terangkat menampilkan senyuman penuh cemo'ohan.
"Bukan kah itu sangat tidak sopan? jadi menurutmu, hukuman apa yang pantas untuk wanita tidak tahu malu seperti adik ipar mu ini, Yazan?" lanjut Elvier.
Sreet!
Dengan sekali hentak benda yang ada di tangan Elvier memanjang, bentuknya pipih tipis namun kuat dan begitu lentur.
"Segera putuskan apa hukuman yang pantas untuk Adik ipar mu, sebelum Zoyya mati sia sia di tangan istriku!" ucap Elvier penuh peringatan.
Sementara Yasmine semakin menggelap, dia tidak peduli kalau Zoyya akan mati ditangannya hari ini. Sudut matanya melirik pada vas kristal besar yang tidak jauh darinya. Yasmine bangkit dari atas tubuh Zoyya, kedua kaki telanjangnya membawa dia menuju vas kristal.
__ADS_1
Bahkan Elvier dan Yazan tidak menyadari pergerakan Yasmine, karena mereka tengah sibuk beradu tatap.
"Wanita ular macam kalian lebih baik musnah dari muka bumi ini!" ucap Yasmine penuh emosi, amarahnya kembali berkobar kala mengingat kejadian di kamarnya tadi.
"ASTAGA PUTRI YASMINE!" pekik Lavera, kala melihat menantu keduanya mengangkat tinggi vas kristal untuk siap menghantam tubuh Zoyya. Pekikan Lavera pun berhasil membuat atensi Elvier dan Yazan teralihkan.
Yasmine menyeringai kala melihat Zoyya menatap memohon padanya, kodisi wanita itu jauh dari kata baik. Wajah cantiknya tidak terbentuk lagi karena ulah Yasmine.
Apakah Zoyya menyesal sudah membuat Sang Princess berubah menjadi Reog, karena perbuatan murahannya?
Semoga saja, karena apa bila Zoyya merasa dirinya tidak kapok, itu menandakan bahwa dirinya sudah mulai tidak waras.
BAYANGIN AJA GIMANA NGAMUKNYA YASMINE
**BEHH CARI PERKARA LU
YUHUUUU JANGAN LUPA DUKUNGAN LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA YA
SEE YOU NEXT TOMORROW
__ADS_1
BABAYYY MUUUAACCHH**