Jerat Cinta Sang Player

Jerat Cinta Sang Player
Melihat Semuanya


__ADS_3

Yasmine memakan dengan lahap makanan yang di siapkan Elvier untuknya. Tapi kedua mata bulat itu terus saja menatap pada pria yang tengah bersidekap dada dihadapannya. Sang pria duduk tidak jauh darinya, sementara Yasmine harus bangun dengan posisi tidak boleh bersandar.


"Kamu lihat semuanya?" cicit Yasmine.


Kunyahan di mulutnya memelan kala melihat Elvier menganggukkan kepalanya santai. Bahkan sudut bibirnya sedikit terangkat kala melihat wajah canggung istrinya.


"Se-semuanya?" tanya Yasmine lagi.


Entah kenapa dia masih belum percaya pada Elvier, bisa saja kan pria menyebalkan ini hanya membual.


"Iya," sahut Elvier tenang.


Sang Pangeran Kedua bangkit, kedua kaki jenjangnya membawa dia semakin mendekat pada Yasmine. Dengan perlahan Elvier mendudukkan diri tepat di sisi istrinya.


"Memangnya kalau aku melihatnya, kenapa? apa aku berdosa karena sudah melihat pay- hhmmptt."


Dengan cepat Yasmine membungkam mulut Elvier menggunakan satu tangannya. Yasmine tahu kemana arah pembicaraan si Pangeran menyebalkan ini nanti.


"Ekhem, y-ya enggak sih. Tapi kan- tapi memang itu milik kamu sih, kamu kan suami aku." cicit Yasmine.


"Tapi tetap aja aku malu! pasti kamu juga udah buka yang baw- iihh nyebelin tau gak!" pekik Yasmine.


Saat ini dia benar benar malu setengah mati, walaupun itu semua sudah menjadi hak paten Elvier, tapi rasa malu dan gugupnya tidak dapat Yasmine sembunyikan.


"Mereka imut, aku suka," celetuk Elvier.


Pria jangkung itu tersenyum geli pada Yasmine, saat melihat kedua mata sang gadis membulat hampir keluar dari tempatnya.

__ADS_1


"Imut? imut apanya? bilang aja kecil. Gak usah sok sok'an bilang ' mereka imut aku suka'." ucap kesal Yasmine.


Gadis itu membeo ucapan suaminya, dengan gerakan bibir ke sana kemari. Membuat Elvier mengembangkan senyuman lebarnya.


"Iihh mukanya gak usah kayak gitu!" protes Yasmine.


Gadis itu mendorong wajah Elvier pelan, saat melihat suami denda'annya semakin mengembangkan senyum. Senyuman jahil dan terkesan geli, senyuman tulus yang sudah jarang Elvier perlihatkan pada siapa pun setelah kepergian sang Ibu.


"Pasti sebentar lagi mereka berdua menjadi besar, Mine." ucap jahil Elvier.


"El!" pekik Yasmine penuh peringatan.


Entah kenapa Elvier bertingkah aneh hari ini, lebih tepatnya setelah kejadian yang menimpanya beberapa saat yang lalu. Elvier terlihat lebih hangat, lebih hidup, lebih lembut, lebih perhatian, walaupun masih tetap menyebalkan. Tapi biarpun begitu bagi Yasmine perubahan kecil Sang Model Mata duitan angkuh, sombong, arogan, otoriter, tirani dan seenaknya ini, menjadi bius untuknya. Rasa sakit serta perih di area punggungnya sedikit terlupakan kala bercengkrama dengan Elvier.


"Kenapa?" tanya Elvier polos.


Namun senyuman tertahan Yasmine tidak dapat disembunyikan lagi. Gadis berkaos abu abu kebesaran itu memukul kencang lengan atas suaminya. Lengan yang terdapat tato kecil kini menjadi pusat perhatian Yasmine. Padahal beberapa minggu yang lalu dia sering melihatnya walaupun hanya sekilas, namun kali ini Yasmine dapat melihat ukiran itu dengan sangat jelas, bahkan dia bisa menyentuhnya.


"Habiskan makanan mu," ujar Elvier pelan.


Satu tangannya meraih piring di meja kecil yang ada dihadapan Yasmine, meja yang khusus untuk pasien saat makan di atas tempat tidur.


"Buka mulutnya!" titah sang Pangeran Terbuang.


Elvier menyodorkan satu sendok makanan pada Yasmine, pria itu menatap dalam kedua manik mata hitam bulat istrinya yang tidak berkedip sama sekali.


"Berkedip Mine, nanti mata mu bisa kering." ucap Elvier.

__ADS_1


Tangannya masih melayang di udara, tepatnya di depan mulut Yasmine karena gadis itu tidak kunjung membuka mulut cerewetnya.


Sedangkan Yasmine berusaha berkedip, namun sepertinya pesona Elvier tidak mampu mengedipkan kedua matanya. Bahkan sugesti yang ada di otaknya tidak mampu mengalahkan pesona suaminya, kali ini.


'Berkedip Yas berkedip! jangan permalukan dirimu.' pekik hati Yasmine.


Namun sepertinya saat ini raga serta hati Yasmine sedang tidak sinkron. Mereka berdua tengah bersebrangan, dan yang lebih dominan kali ini adalah raganya.


Namun selang beberapa saat kemudian, kedua mata Yasmine mengerjab cepat kala merasakan kecupan ringan di dahinya. Kecupan yang di berikan Elvier tanpa izin, dan anehnya Yasmine tidak dapat menolak atau pun menghindarinya.


"Habiskan makanan mu, setelah itu kau istirahat."



**AKU JUGA GAK BISA BERKEDIP EL


HOLLA ASSALAMUALAIKUM MET PAGI EPRIBADEH


GIMANA KABAR HARI INI


PUASA LANCAR


UDAH PADA SAHUR BELUM


JANGAN LUPA LIKE VOTE KOMEN HADIAH DAN FAVORITNYA


SEE YOU NEXT PART MUUUAACCHH**

__ADS_1


__ADS_2